FIVE PROMISES

FIVE PROMISES
Series 71



Dara pun keluar dari kamar mandi,Setelah ia membersihkan sisa mimisan yang keluar dari hidungnya itu.Dara melihat kakaknya yang sedang menunggu di luar kamar mandi itu,Ia pun menyuruh Frass agar tak panik.


"Dara engga apa apa kak...Mungkin Dara cuma kecapekan aja..."


"Oh ya Kakak ke sisni ada apa??..Perlu sesuatu lah??"Ucap Dara dengan bertanya tentang keberadaan Frass yang ada di kamarnya itu.


"Engga ada...Kakak kesini hanya bosan aja.."Ucap Frass sambil ia berjalan ke ranjang milik Dara.


"Kakak bosan kenapa??...kakak kan udah ketemu sama calon istri kakak..."Tanya Dara sembari ia meletakkan handuk itu ke balkonnya.


Frass yang duduk di ranjang kamar Dara ia perlahan merebahkan dirinya itu,Lalu ia menatap langit langit kamar Dara.


"Entahlah...Kakak juga engga tahu..."


"Jadi menurut kamu itu Restika bagaimana...Kau kan kenal lama dengannya bisa kau ceritakan ke kakak??..."Ucap Frass.


Dara yang ada di balkon yang mendengar perkataan sang kakak itu,Ia nampak kaget tetapi ia juga gak bingung.


"Memang kenapa kak??...Ko mau Dara yang ceritain??.."Ucap Dara.


"Kamu mau engga nyeritainnya..kalo engga mau yaudah..Biarin aja kakak engga ngerti bagaimana sifat calon istri kakak..."Ucap Frass.


Dara yang mendengar kakak nya berbicara seperti itu ia pun menghela nafasnya,Lalu ia pergi dari balkon dan mendatangi kakaknya Frass yang sedang tidur di ranjangnya itu.


"Kak Restika itu orang baik...ya walau wajahnya terlihat jutek tapi dia baik...orangnya juga ramah...Selama yang Dara tahu itu sih karna memang Dara jarang bertemu dengan kak Restika karna beda jam saat kerja dulu..."


"Tapi Dara pernah keluar dengan Kak Restika...Dia terlihat sangat posesif terhadap temannya yang dulu pernah tinggal dengannya...Tapi karna teman pergi keluar negeri dia jadi sendirian..itu aja.."Jelaskan Dara pada Frass.


"Teman??..Dia pernah punya teman sekamar??.."Ucap Frass yang lalu ia bangun dari tempatnya tidur itu.


Dara yang mendengar kakaknya itu,Ia hanya mengguk anggukkan kepalanya saja.


"Iya..memang nya kenapa??Dia wanita ko karna Dara engga terlalu deket jadi ga tau namanya...Mungkin itu alasannya juga Kak Restika dulu sempet keluar dari kerjaan selama 4 bulan..."Jawab Dara.


"Ohh jadi begitu..."Ucap Frass.


"Pantesan dia begitu arogan...ternyata oenrha di tinggalin temennya ya.."Gumam Frass.


Dara yang sedikit mendnegar gumanan dari Frass itu,Ia pun bertanya kenapa.


"Kakak ngomong apa ??..Emang ada apa kak??"Tanya Dara.


"Engga ada apa apa...cuma tanya aja..."Ucap Frass dengan senyum.


Dara yang merasa ada yang janggal dengan ucaoan Frass,Ia menyipitkan matanya dan menatap Frass dengan tatapan mengintimidasi.


"Kakak menyembunyikan apa??"


"Apa itu ada alasannya kakak ngundurin pernikahannya ya??"Ucap Dara.


"Emgga ada apa...kamu sok tau banget deh..dasar anak kecil.."Ucap Frass sambil ngacak acak rambut Dara.


"Ishhh...Jangan diacak acak..kepala Dara pusing nanti..Udah ah..Kakak keluar aja dari kamar Dara..balik sana ke kamar kakak sendiri...Dara mau tidur.."Kesal Dara sembari ia mencoba mengusir Frass dari kamarnya itu.


"Engga kakak mau tidur disini...Kasur kamu enak banget...empuk...Udah posisi uewnak ini...jangan ganggu ahh.."Ucap Frass sembari ia berusaha memeprtahankan posisi tidurnya itu.


Dara yang mencoba untuk mendorong Frass yang tengah terlentang di ranjangnya igu,Ia menvoba untuk menyeret tubuh Frass yang jauh lebih besar dari nya.Dara selama beberapa menit bersaha mencodorong dan menyeret tubuh Frass itu,Tetapi Nihil tubuh Frass tak berpindah sedikit pun dari tempat.


"Udah kamu nyerah aja...ga bakal bisa kamu.."Ucap Frass yang memejam kan matanya.


"Tau ah terserah kakak...Dara nyerah..tubuh segede kingkong ko dipelihara sih ck..."Kesal Dara lalu ia tidur di sambil frass dengan menyelimuti dirinya dari kaki sampai kepalanya.


"Iya kakak kingkong...Dan kamu adeknya kingkong jadi kamu monyet..."Ejek Frasss.


"Diem kalo mau tidur disini..."Bentak Dara dalam selimut.


Frass sedikit terkekeh saat ia berhasil menggoda Dara,Frass mulai menaikkan tubuhnya agar kakanya tak tergantung di kasur itu.Lalu,Perlahan ia mulai tertidur di sampaing Dara.Dan keduanya mulai tidur di satu ranjang yang di batasi dengan guling di tengahnya itu.


***


Waktu berpindah di Damar yang tengah di rawat di rumah sakit itu,Ia tengah twrtiaur di kamarnya dan tak bisa tidur.Di ruangan itu hanya ada dia dan ibunya yang duduk di sofa,Ibu Damar yang memang menjaga sang putra dan waktu yang menunjukkan sudah larut malam.Ibu Danar terlihat memberesi barang barang yang ia bawa tadi,Lalu ia berdiri dari duduknya dan bermaksud ingin berpamitan dengan Damar.


"Damar...Mama pulang dulu ya...Besok Papa kamu akan pergi ke Singapure...Jadi mama harus mempersiapkan keperluannya."Ucap Ibu Damar.


Damar yang mendengar itu,Ia sedikut tersengun kecut dan menunduk.


"Yaudah mama pergi aja...Lagian bentar lagi si Ryan juga bakal kesini ko.."Jawab Damar.


Ibu Damar pun pergi keluar dari ruangan Damar,Hingga di dalam ruangan itu hanya ada Damar saja yang melihat ibunya pergi keluar dari ruangannya.


"Dia benar benar tak ingin menjenguk ku apa.."


"Dia benar benar pergi memilih pekerjaannya di banding menjenguk putranya yang dia buat terluka parah.."


"Manusia yang tak punya rasa kemanusiaan apakah pantas di sebut manusia...Jika saja dia bukan ayahku..aku sudah membalasnya sejak lama.."Ucap Damar yang terus bergumam itu.


"Kenapa Mama masih bertahan dengan pria itu..."Ucap Damar.


Ckleekkkk


Terdengar suara pintu terbuka,Damar yang mendengar itu ia melirik ke arah pintu masuk ruangannya.Ryan yang baru datang itu ia langsung duduk ke sofa,Dan melihat Damar yang terdiam ke arah Damar yang tengah duduk termenung di brankarnya.


"Kenapa lu??...Bengong aja sejak gw dateng..Tante udah pulang ya.."Ucap Ryan sambil ia mengelurkan ponselnya.


"Udah pulang...gw mau tidur jangan berisik lu.."Pinta Damar sembari ia menarik selimutnya.


"Dihh...sok iye...Itu si Indra nanyain lu tuh...katanya dia mau balik indo lusa.."Ucap Ryan sembari ia tiduran di sofa itu.


"Masih inget si Indra sama gw...bukannya nyokapnya nyuruh dia buat nerusin kuliah di paris ya...kenapa tiba tiba mau balik kesini..."Ucap Damar yang kembali membuka matanya.


"Engga tau sih...udah lu tidur aja sana katanya mau tidur gw juga ngantuk nih.."Ucap Ryan dengan enggan menjawab pertanyaan dari Damar.


"Ck...anak biadap.."Gerutu Damar.


Damar yang memang mengetahui alasan Indra prigi keluar negeri itu untuk apa,Lalu mendengar Indra kembali lagi ia pun resah apa yang terjadi.


"Kenapa si Indra tiba tiba balik lagi ke indo??...Ponsel gw masih di rumah ya...Si Ryan engga bawain lagi...Gw harus tanya kenapa dan Apa alasan Si indra kenapa balik ke Indo..Pasti ada yang engga beres..."Barin Damar.


Danar yang tengah menutup dirinya denga selinut itu,Perlahan ia menutup matanya dan ingin tertidur.


Malam yang panjang terlewati dengan banyak sekali kejadian,Sehingga waktu malam itu berubah menjadi pahi hari.


Pagi itu nampak seseorang tengah duduk di dalam pesawat,Seseorang itu adalah Aiden yang tengah duduk memandangi ponselnya yang ada foto Dara disana.Foto yang pernah Aiden ambil secara diam diam tanoa sepengetahuan Dari Dara.


"Aku merindukanmu...entah kenapa...Aku tak tahu apa yamg aku rasakan...belum ada 1 bulan aku mengenamu kau sudah membuatku sangat merindukanmu Dara."


"Aku pulang hari ini dan akan membuatkan mu kejutan...Jika saja Oma tak menyuruh ku menyelesaikan pekerjaan nya itu.."


"Aku tak perlu pergi keluar negeri.."


Ucap Aiden sembari ia memandangi foto itu,Entah kenapa dan apa yang terjadi dengan Aiden raut wajahnya tiba tiba berubah lagi.


"Tadinya aku ingin memberitahukan mu semalam.."


"Tetapi mengingat kau tak mengangkat telfonku itu..kau membuatku sedikit kesal.."


"Apa yang harus aku lakukan sekarang untuk menghukummu.."Ucap Frass sambil ia tersenyum di sudut bibirnya.


"Baby Girl...."Ucap Aiden dengan suara yang berat.


Sedangkan di temoat Dara ia yang sudah bangun itu berada di balkon,Tiba tiba ia memegang telinganya.


"Kenapa tiba tiba aku merinding??..Apakah ada yang yang mengataiku??"


"Telingaku gatal sekali.."


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...----------------...


...SAMPAI DI SINI DULU YA GUYS...


...Terimasih ya udah baca ,Jangan lupa untuk dukung ya author bakal semangat kalau kalian suka...


...KOMENTAR jangan lupa lIKE,FAVORIT and VOTE...


...Muach...Muach...Muach Cium jauh ya...


...----------------...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...