
"Daraaaa...."
"Ayo turun kita sarapan bersmaa dekarang apa kau sudah bangun..."Teriak Bibi Arumi dari ruang makan.
Dara yang di balkon kamarnya itu,Ia mendengar suara Bibinya yang memanggilnya sangat keras ia sedikit terkejut.
"Wahhh..."
"Suara Bibi masih sama...menggelegar mungkin bisa jadi bangunan ini runtuh jika setiap hari Bibi berteriak seperti itu..."Ucap Dara sambil ia berdecak kagum.
"Iya Biii....Dara turun sekarang..."Teriak Dara sembari ia menjawab panggilan sang Bibi.
Dara pun keluar dari kamarnya itu,Lalu ia turun menuruni tangganya menuju ke ruang makan.Di meja makan itu terdapat Sang Paman dan Bibi,Dara yang melihat hanya ada keduanya saja di sana itu ia tampak mencari seseorang.
"Pagi Paman...Bibi.."Ucap Dara.
"Pagiii...."Jawab Paman Dara.
"Akhirnya kamu dateng juga Ra...kamu tumben bangun siang. biasanya kamu pagi pagi udah ada disini bantuin Bibi.."Ungkap Bibi Arumi,Sembari ia mengambilkan lauk untuk sang suami itu.
Dara yang mendengar omongan sang Bibi itu,Ia hanya sedikit tertawa dan duduk di meja makan.
"Hahhaha.."
"Iya Bi...Maaf ya tadi Ngeberesin kamar Dara bentar...jadi ga semoet turun.."Jawab Dara.
"Ohhh begitu...ya sudah..kamu sarapan dulu gih"Suruh Bibi Arumi.
"Iya bi.."Jawab dara.
Mendengar itu Dara pun mengambil piring nya sembari ia melihat kanan kiri,Dara yang sedang mencari keberadaan sang kakak itu tetapi tak menemukannya ia pun bertanya pada Bibinya.
"Oh ya Bi...Kak Frass mana??"Tanya Dara.
"Kakakmu??...Dia sudah berangkat dari tadi pagi...entah apa yang merasukinya tumben banget dia berangkat sepagi itu..."Ucap Bibi Arumi.
"Ohhh...begitu pantesan pagi pagi dah ngilang dari kamar.."Gumam Dara.
Dara pun mengangguk anggukkan kepalanya,Lalu ia melanjutkan saraoannya bersama dengan keluarganya itu.Di tengah sarapan pagi itu,Ayah Frass berhenti dari sarapannya itu dan mengajak Dara berbiaca.
"Dara.."Panggil ayah Frass.
Dara yang mendengar itu,Ia langsung menghentikan makannya dan menjawab panggilan dari sang paman.
"Ya paman??.."Jawab Dara.
"Apa kabarmu...lama tidak bertemu kau sudah besar dan cantik.."Ucap Paman Dara.
"Iya dong...Dara kan mirip aku tentu saja cantik.."Sahut Bibi Arumi.
"Iya aku tahu...maka dari itu aku tak mempertanyakan itu.."Ucap Paman Arwin.
Dara yang mendengar itu ia sedikit tersenyun tipis,Lalu ia pun menjawab apa yang di katakan sang paman.
"Iya paman...Dara baik"
"Dara senang bertemu paman...masih seperti dulu paman Arwin sangat keren.."Ucap Dara.
"Kau masih saja sama...oh ya ku dengar ibumu pergi meninggal kan mu ya...Jadi kau tinggal sendiri di rumah yang ibumu belikan itu...dekat dengan rumah Bibimu mirna ya.."Ucap Paman Arwin.
Dara yang mendengar itu ia tetapi berusaha tersenyum,Tetapi tangannya mengepalkan tangannya dengan kuat agar ia tak meledak.
Sedangkan bibi Arumi yang mendengar suaminya berbicara seperti itu,Ia meraih tangan sang suami dan memasang wajah memberi sebuah kode.
"Jangan bahas itu.."Ucap Bibi Arumi dalam bahasa Bibir.
Paman Arwin yang merasakan tangan sang istri itu,Ia memegang tangannya lalu ia menganggukkan Kepalanya dengan menutup matanya.
"Iya paman..."
"Apa paman ingin mengatakan sesuatu tentang itu??Apakah Paman Sen yang menceritakan nya..."Ucap Dara.
"Tidak...Paman hanya ingin tahu kejelasannya untuk memastikannya...Jadi paman mu Sen katakan itu memang benar..."Ucap Paman Arwin
"Hmm...Ya seperti itu..."Ucap Dara dengan perkataan pasrah.
Mendengar itu paman Arwin sedikit tersenyum di ujung bibirnya,Sedangkan Dara semakin menunduk dan Bibi Arumi sedikit khawatir dengan keadaan yang terjadi.
"Anu Dara...apa kau tak ada Matkul hari ini??...Jam berapa ini cepatlah berangkat.."Ucap Bibi arumi yang berusaha untuk mencairkan suasana.
Tetapi tak ada yang merespon apa yang di omongkan Bibi Arumi,Ayah Frass yang meluhat Dara semakin menunduk itu ia menghampiri Dara dan duduk di kursi sebelah Dara lalu ia menepuk punggung Dara.
"Sudah jangan di pikirkan tentang itu..."
"Kau adalah wannita kuat yang bisa bertahan sampai seperti itu...Dan mungkin suatu hari kau akan bertemu dengan ibumu lagi..jadi jangan di pikirkan disini ada oaman dan Bibi.."Ucap Paman Arwin sambil mengusap usap punggung Dara.
"Dara sudah pernah melihat ibu..."Ucap Dara yang semakin menunduk.
Di tengah menunduknya itu,Mata Dara berubah merah dan perlahan air matanya itu keluar dan membasahi pipinya itu.Paman Arwin yang melihat itu ia segera memeluk keponakan nya itu,Sedang kan Bibi Arumi yang melihat itu ia memilih untuk pergi danmembiarkan mereka berdua bersama di ruangan itu.
"Di saat kau melihat ibumu itu...apa ibumu pernah melihatmu Ra??..."Tanya Paman Arwin.
Dara yang mendengar itu,Ia menggeleng gelengkan kepalanya yang berada di pelukan sang paman.
"Saat itu...Ibu ada di dalam mobil...Kaca mobilnya tertutup..."
"Hiks...Dara mengejar mobil itu..tetapi karna Dara terjatuh..Mobil itu menghilang dari mata Dara...Hiks...Dara kehilangan mama lagi.."Ungkap Dara yang menyembunyikan kan wajahnya di dalam kemeja pamannya.
"Apa kau melihat nomor plat mobil yang membawa ibumu itu??..."Tanya Paman Arwin.
"Tidak...begitu jelas plat nomor mobil itu paman.."Ucap Dara.
Paman Arwin itu pun memejamkan matanya itu dan berusaha memikirkan sesuatu,Karna Diamnya sang paman Itu Dara pun melepaskan pelukannya dan menatap sang paman.
"Kenapa Paman diam saja??"
"Dara begitu bodoh ya...sampai nomor plat mobilnya saja Dara tidak mengetahuinya.."Ucap Dara.
"Tidak...Dara itu Cerdas...jangan merasa Dara itu bodoh Dara.."Ucap Paman Dara.
"Gapi Buktinya Dara memabg Bodoh paman...Dara tidak bisa menahan sesuatu yang berharga di hidup Dara...samoai sampai hal berharga memilih meninggalkan Dara.."Ucap Dara dengan perasaan yang tak karuan.
"Sudah...Dara jangan bersikap seperti itu...Jika Dara ada apa apa..Dara cerita aja ke paman atay Bibi..."Ucao Paman Arwin sembari menawari Dara.
"Tidak paman..Tidak ada yang bisa mengerti perasaan Dara...selain Dara..."Ucap Dara.
Mendengar perkataan Dara itu membuat diri Arwin sedikit membeku,Dara yang masih sedih itu ia pergi dari bangku itu meninggalkan pamannya di ruang makan dan pergi ke kamarnya.
"Entah apa yang sedang kamu pikirkan sekarang Dara.."
"Paman dan Bibi tidak berbuat apa pun...kami juga sudah mencari nya selama ini...tapi kami tak bisa menemukannya juga..."Batin Paman Arwin.
***
Tempat berpindah pada Aiden yang sudah turun Dari pesawat dan sekarang ia tengah berada di bandara,Ia berjalan keluar bandara dengan menyeret sebuah koper di tangannya.
"Dimana dia...Kenapa lama sekali..."
"Bukannya aku menyuruhnya untuk menjeputku dalam 20 menit..."Gumam Aiden dengan kesal.
Di tengah gumamnya itu,Ada sebuah mobil yang berhenti tepat di depannya.Kaca jendela mobil itu terbuka,Lalu Aiden yang melihatnya itu ia sedikit membungkukkan badannya.
"Kenapa kau lama sekali??.."Tanya Aiden.
"Ya maaf Kak...tadi Jia lupa kalo harus jemput kakak karna semalam Jia nyiapin bahan presentasi.."Ucap Jia.
"Yaudah sekarang kakak masuk ke mobil...Panas nih..."Ucap Jia sembari ia menyuruh kakanya untuk masuk ke dalam mobil.
"Sebentar koper kakak taruh bagasi dulu.."
Aiden pun menyeret kopernya ke belakang mobil,Lalu ia membuka bagasi mobil itu dan memasukkan kopernya.Setelah itu Aiden pun masuk ke dalam mobil,Lalu ia duduk di samping Jia.
Sopir yang menyetir mobil itipun segera mrlajukan mobilnya dan meninggalkan bandara,Di dalam mobil itu Jia tengah sibuk dengan ponselnya itu.Begitu juga Aiden yang tengah menckbamenelfon seseorang tetapi telfon itu tak ada yang mebgangkatnya,Jia yang tak sengaja melirik kakanya yang kesal itu pun ia bertanya pada Aiden.
"Kakak kenapa??"
"Wakjah kakak ke marah banget...Kaka marah sama Jia ya karna jempunya telat.."Ucap Jia sembari ia menaikkan Alisnya.
Aiden Pun menoleh ke arah Jia,Aiden melihat pakaian dari Jia dari atas ke bawah.
"Pakaian apa yang kau pakai ini???..Kenapa pendek sekali...sejak kapan kau punya pakaian seperti ini..??"Ujar Aiden.
"Dih kak Aiden ini...Apa kakak tidak tahu Fashion...lagian Oma juga ngebolehin kok..."Ucap Jia.
"Apanya yang boleh...engga engga kamu nggak bolek pake pakain seprti itu..."Ucap Dara sambil ia menunjukkan Jia.
"Aishh kakak apaan sih kuno Banget deh..padahal kakak kan pernah tinggal di luar negeri kek ga biasa aja"Ucap Jia.
Mendengar apa yang dikatakan sang adik itu Aiden pun menoleh dan melotot ke arah Jia.
"Ya kakak kuno...jika kau mau memakai pakaian seperti ini...kakak engga mau dan ga ngebolehin Jia nginep di Apartemen kakak.."Ancam Aiden.
Mendengar ancaman dari kakaknya itu,Jia langsung merubah ekspresinya itu.
"Ya kakak engga bisa gitu dong...Kakak kan udah janji Jia boleh nginep ke Apartemen kakak kalo libur.."Protes Jia.
Mendengar apa yang di katakan sang adik itu,Aiden sedikit memutar matanya dan berdegus.
"Engga bakal kakak bolehin jika kamu engga nurut sama Kakak...lagian oma juga ga mungkin ngebolehin..orang seragam kamu ada yang pendek di buat 10 cm lebih panjang.."Kata Aiden
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...----------------...
...SAMPAI DI SINI DULU YA GUYS...
...Terimasih ya udah baca ,Jangan lupa untuk dukung ya author bakal semangat kalau kalian suka...
...KOMENTAR jangan lupa lIKE,FAVORIT and VOTE...
...Muach...Muach...Muach Cium jauh ya...
...----------------...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...