FIVE PROMISES

FIVE PROMISES
Series 65



Tampak Dara yang tengah keluar dari kamar mandi,Lalu ia pun berjalan dan membuka lemari yang ada di kamar itu.


"Baju mana yang harus aku pakai.."


"Aku tidak ada baju formal selain...baju..."Ucap Dara sembari pandangannya yang tertuju pada gaun yang ibunya kirim beberapa minggu lalu.


"Apa aku harus pakai gaun ini saja???..."Gumam Dara.


Di tengah renungannya ia itu ia melihat sebuah gaun berwana putih dan hitam,Dara pun mengambil gaun utu dan mencobanya di depan kaca.


"Aku pakai ini saja???..."


"Gaun ini cantik pemberian dari Aiden...Ohh iya tumben dia sehari emgga ngabarin??.."Ucap Dara.


Dara pun meletakkan gaun itu ke kasur,Lalu ia mengambil ponselnya yamg ada di meja.Saat ia tengah mengetik pesan untuk Aiden,Tiba tiba Dara mengurungkan niatnya.


"Kenapa aku ingin menghubungi nya??..."Tanya Dara pada Dirinya.


"Aishh...Tidak tidak..lupakan...jangan hubungi Dia..."Ucap Dara sembari ia ingin meletakkan ponselnya.


Dara pun mengambil kembali Gaun yang ada di atas kasur itu,Lalu ia membawa kembali ke kamar mandi. Saat itu hampir saja saat Dara mau masuk ke kamar mandi,Terdengar suara ponselnya yang berdering.Mendengar suara ponselnya yang berdering itu,Dara langsung berlari ke arah ponselnya dan melihat siapa yang menelfon.


"Siapa ini???.."


"Aidenn..!!"


Teriak Dara saat ia melihat Aiden tengah menelfonnya, Melihat itupun Dara menarik nafasnya perlahan agar ia bisa tetap tenang.


"Tenang Dara...jangan gugup ayo angkat tenang fyuhhh..."


"Angkat saja dam bilang haloo...oke..janngan Gugup dia hanya manusia yang ferikat ama kamu oke..."Ucap Dara.


Karna Dara yang terlalu lama untuk mengangkat panggilan telfon itu,Akhirnya panggilan itupun terputus di saat ia ingin mengangkatnya dan itu membuat Dara frustasi.


"Haaaa...ko mati....hhhaaaaaaaa...Why..!!"Teriak Dara sambil ia berguling guling menatap ponselnya itu.


Karna panggilan telfon yamg terputus itu membuat nya kesal,Dara pun bangun dari ranjang dan ia pergi ke kamar mandi.


Sedangkan di tempat lain ada Aiden yang tengah duduk di sebuah kursi kantor,Ia tengah menatap dan memperhatikan ponselnya yang sendari tadi dirinya itu menelfon Dara tetapi tak ada jawaban.


"Kenapa dia engga angkat telfonnya??.."


"Ini baru jam 7 malam bukan...masa dia tidur...Atau dia Sibuk...Ck..aku ingin cepat cepat kembali aku akan segera menyelesaikan semua ini lalu pergi..."Ucap Aiden sbari ia menutup ponselnya,Lalu ia melihat ke mejanya dimana banyak berkas yang menumpum disana.


"KAPAN AKU BISA MENYELESAIKAN INI ...!!!!!"Teriak Aiden sembari ia mengusap kepala dengan kasar karna ia frustasi.


*Cjlekkkkkkkk


Di tengah tengah dirinya yang frustasi itu tak lama kemuadian, Terdengar suara pintu terbuka dari kantor itu,Lalu Aiden pun melibat ke arah pintu itu.


"Kenapa???..."Ucap Aiden dengan raut dingin.


"Semangat bosss....semoga anda bisa menyelesaikan suami tumpukan berkas ini...ini kopi buat boss dan saya mau pulang dulu silahkan menikmati lemburannya bos"Ucap Seorang bawahan dari Aiden yang meletakkan kopi yang ia bawa itu di mejanya Aiden,Lalu ia pun pergi dari sana.


"Punya Karyawan kenapa harus kayak gini sih...Engga ada sopan santunnya..."Keluh Aiden pada bawahnnya itu,Dengan wajah yang pasrah*.


Aiden pun sedikit meminum kopi yang di bawakan bawahannya tadi,Lalu mengerjakan kembali beberapa proposal yang di tinggalkan olehnya selama beberpaa hari itu karna menumpuk.


"Aku harus menyelesaikan kan dan pulang besok"Gumam Aiden.


***


Tempat berpindah di rumah Frass yang tengah ramai,Disana ada Bibi Mirna berserta suami dam amaknya yaitu Alan.Mereka tengah berbincang bincang di ruang tamu yang sudah berhias indah itu,Dara pun turun dari lantai 2 dan mendatangi mereka.


"Bibi Mirna..!!"Panggil Dara.


Suara Dara yang memanggil Bibi mirna itu sedikit keras hingga membuat semua orang yang ada di ruangan itu menoleh,Termasuk juga Alam dan Frass tetapi tidak dengan Jefri karna memang Jefri tak tahu akan acara ini.


Dara pun segera turun dari tangga dan menghampiri sang bibi,Begitu juga Bibi Mirna yang langsung begitu dan memeluk Dara.


Dara pun melepaskan pelukamnya itu.


"Dara baik baik aja ko bi...Bibi apa kabar Udah hampir 1 minggu Dara engga liat Bibi jadi kagen deh engga denger omelan dari bibi "Ucap Dara.


"Kamu itu ya masih besar begitu aja terus,Dan Bibi baik baik aja sekarang"Jawab Bibi Mirna.


"Liat disini juga ada paman mu dan alan.."Tunjuk Bibi,Sembari ia menunjukan tamgannya ke arah Suami dan anaknya.


"Hai paman Lal lama engga ketemu..."Sapa Dara kepada sang paman,Sembari ia memeluknya bergantian.


"Pamas baik baik saja...lama gidak bertenu dengan kamu Dara.."Ucap Pamas Lal.


"Dara baik baik aja ko...kakak jagain Dara smaa Bibi juga..."Balas Dara sembari ia melepaskan pelukannya itu.


Dara pun berjalan ke arah Alan yang tengah duduk di sofa,Alan yang melihat kakak sepupunya Dara itu di depannya Itu pun ia langsung berdiri depannya. Sedangkan Dara bukannya membari salam ia malah bertanya akan tinggi Alan.


"Berapa tinggimu sekarang....Lihat lah sekarang aku sebahumu padahal ga lama kita ketemu kamu bisa setinghi ini sekarang "Tunjuk Dara,Dengan membadingkan tingginya dengan Alan.


"Hanay 178 cm Kak...Alan juga engga tau.."Jawab Alan dengan malu malu.


"Lumayan juga ya...tapi kamu masih lebih pendek dari Kak Kael dia tidak ada disini.." Ucap Dara sembari ia mencari cari di sekitar.


"Yaudah Ra...Jangan bandingkan tinggu dengan adik mu itu sekarang kamu duduk disini sebentar lagi mereka pasti akan datang dan biarkan paman dan bibi mu mirna untuk duduk sekarang "Ucap Bibi Arumi yang menyuruh Dara Duduk.


Dara pun dirinya menganggukan keoalanya itu lalu dirinya pun duduk di samping Alan,Yang hal itu membuat Alan sedikut bersikap gugup karna terus berada di sambil Dara.


"Tenang Alan..jangan sampe..kamu salting hari ini...Tapi kakak emang cantik banget hari ini.."Ucap Alan dalam batinnya itu.


Frass baru datang dari kamadnya dan pergi ke arah tempat keluarga nya berkumpul iti,Saat ia duduk di samping ayahnya itu ia melihat Alan dengan gerak gerik aneh.


"Nih bocil muka muka cabul,Kenapa dia natap Dara kayak gitu jangan bilang dia suka sama Dara yang berstatus sepupunya."Kata Frass dalam batin.


Kini semua keluarga Frass tengah bebicara Satu sama lain dengan memahas hal yang berbeda beda,Sedangkan untuk Alan dirinya yang tengah melirik Dara dengan akan tatapan penuh perasaan hingga Alan yang mulai mengangkat tangannya demi menggandeng tangan Dara.


"Adek gue ga boleh suka bocil kayak dia!!!..."Batin Frass.


Semua orang yang ada di dalam ruangan itu tengah bercengkrama,Sedangkan Alan dam dara Kini tengah sibuk dengan ponselnya itu.


Dari gerbang pintu masuk rumah Frass terdapat 2 mobil yang behenti dan terparkir di depan rumah,Rombongan orang itu pun perlahan turun dari mobil satu persatu.


Sedangkan untuk Ayah Frass yang mendengar suara itu ia langsung berdiri beranjak peegi dari temoatnya di bareng Paman Dara lal ,Lalu ia berdiri di depan Pintu untuk bermaksud bersalaman.


Semua orang yang masuk satu itu mulai masuk kedalam kelas itu,Begitu juga Dara dan Frass yang mentap orang orang itu dengan tatapan intes untuk mebgamatinya.


Di saat saay itu terdapat Reastika yang memakai gaun berwatna merah muda gelap,Ia tengah menggandeng anak dengan di sampingnya .Begitu membuat Dara terkejut sekaligus syok.


"Dia perempuan yang tadi pagikan kenapa dia bisa kesini??"Batin Frass


"Ko mirip sama Kak Restika sih???Apa dia Restika" Batin Dara


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...----------------...


...SAMPAI DI SINI DULU YA GUYS...


...Terimasih ya udah baca ,Jangan lupa untuk dukung ya author bakal semangat kalau kalian suka...


...KOMENTAR jangan lupa lIKE,FAVORIT and VOTE...


...Muach...Muach...Muach Cium jauh ya...


...----------------...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...