FIVE PROMISES

FIVE PROMISES
Series 75



"Dara selalu berharap bagaimana jika ayah masih hidup sekarang,Apakah keluarga Kita masih bersama dan bahagia "


"Kalau boleh jujur Beberapa hari sebelum ayah meninggal dulu Dara pernah melihat ayah dan ibu bertengkar tapi karna dara masih terlalu takut buat tanya ke ayah Dara tak tahu harus berbuat apa"


"Jia hanya diam meringkuk di samping kasur sembari menutup telinga disana dengan gemetar saat itu suatu kejadian yang sangat membekas di kepala Dara Ayah apa ayah mau memberi tahu Dara apa yang terjadi???" Ucap Dara.


"Dunia sulit sekali ayah untuk Dara bahagia saat ini hal yang buat Dara bahagia itu kalung dari Ayah tapi manusia cabul itu mengambilnya dari Dara dan engga mau ngembaliin sama Dara kesel banget Dara sama dia"Gumam Dara.


Dara terus bergumama danmenatap nisan sang ayah itu,Dara pun mengelap air matanya itu hingga matanya sebab karna menangis.


Setelah ia Mengelap matanya yang basah karna air matanya,Dara berdiri daru temoatnya itu dan mengambil keranjang bunga yang ia bawa tadi.


"Entah apa yang Dara harapkan bisa terjadi atau tidak Hanya takdir Dara saja yang tidak bagus tentang keluarga"


"Ayah Dara pergi dulu ya besok besok Dara akan kunjungi ayah lagi paman dan bibi pasti menunggu Dara sekarang" Ucap Dara.


Setela setelah mengatakan hal itu dara Ia pun berbalik dan meninggalkan makam sang ayah, darah menghampiri paman dan bibinya yang sedang menunggu di mobil itu. Paman Dara yang melihat Dara kembali dengan mata yang bengkak itu ia keluar mobil,Dara yang melihat paman nya keluar dari mobil itu ia bingung.


"Kenapa paman??Ko oanas keluar mobil??"Ucap Dara.


"Paman hanya menunggumu" Ucap Paman Arwin.


"Ohh begitu yaudah ayok pulang Dara udah selesai ko" Ucap Dara sembari ia mengajak pamannya untuk pergi.


"Yaudah ayok,itu juga udah nulai siang dan panas Bibi mu juga waktunya minum obat" Ajak paman Arwin pada Dara kalu ia kembali masuk ke dalam kobil dan duduk di deoan samping sopir.


Melihat pamannya yang sudah masuk ke dalam mobil itu,Dara segera membuka pintu mobil dan bermaksud ingin masuk ke dalam.Tetapi sebelum ia masuk ke dalam tiba tiba ponselnya berdering,Dara phn segera mengambil ponselnya itu dan mengangkat panggilan telfon itu.


"Nomor siapa ini???" Gumam Dara.


"Ada apa Ra??Ponsel kamu nyala tuh siapa yang telfon??Kamu engga ada niatan buat angjat telfonnya kah??" Ucap Bibi Arumi.


"Kuramg tahu ini nomor engga ada namanya tapi Sebentar ya Paman,Bibi Dara mau angkat telfon dulu" Ijin Dara.


"Oh iya engga apa angkat aja dulu"Ucap Bibi Arumi.


Dara yang mendengar jawaban sang Bibi itu,Ia segera sedikit menjauh dari mobil lalu ia pun mengangkat telfon.Entah telfon itu dari siapa tapi,Dara mengangkatnya telfon itu dan terdengar suara seorang laki laki.


"Hallo Ra"Ucap suara seseorang itu dalma telfon.


"Halo ini siapa ya anda kenal saya?? Ada perlu apa menelfon saya?"Jawab Dara.


"Ah aku Ryan temennya Damar,sorry ini pake telfon umum ga bisa telfon pake nomor hp"Ucap Ryan.


Mendengar nama seseorang yang menelfonnya itu Dara sedikit mengerutkan keningnya itu.


"Ohh Kamu...ada apa??Kenapa telfon aku lagian kamu dapet dari siapa nomor ini??...Aku jarang ngasih nomor ini ke orang.."Jelas Dara.


"Ah itu,Aku minta dari Ayu engga apa apa kan"Ucap Ryan.


Mendengar hal itu pu Dara mengubah ekspresi wajahnya menjadi sedikit lebih tenang.


"Ohh dari Ayu...emang ada apa telfon siang siang gini kamu ada keperluan apa sama aku??.."Tanya Dara pada Ryan.


"Itu aku boleh minta bantuan engga???Sekali ini aja.."Ucap Ryan dengan nada sedikit memohon.


Dara yang mendengar yang di katakan Ryan di telfon itu agak sedikut mencurigakan,Ia sedikit meningkatkan kewaspadaan nya kalu ia menajwab apa yang di kataka Ryan.


"Bantuan apa dulu???Dan seperti apasoalnya aku juga lagi diluar..."Ucap Dara sembari ia melihat ke arah lain.


"Jadi kadna aku sedang ada urusan dengan teman ku..aku ingin kamu bantu aku buat Jemput Damar.."Ucap Ryan dengan nada gugub.


Mendemgar suara itu Dara oun sedikit menjaduhka ponselnya itu,Lalu ia mengingat apa masalah dengan Damar di kampusnya.


"Emgga engga...Ga mau"


"Emang dia ngapain di rumah sakit???...lagian kamu juga kenapa nyuruh aku buat jemput dia...aku kan ga deket ama dia..."Terang Dara.


"Ayolah...Plis bantuin aku sekali ini...Damar di rumah sakit karna dia abis operasi tulang rusuk nya yang patah kemarin...dan Hari ini waktunya dia keluar dari runah sakit.."Jelaskan Ryan pada Dara.


"Lalu apa hubungan nya dengan ku dan apa kaitannya??Kenapa kau mau aku yang jemput Di...Kamu aja lah..."Ucap Dara.


"Aku bener bener engga bisa ra...Aku ada kwrjaan mempet...aku ga bisa njeput Damar...Sekarang aku lagi jemput temen aku Ra...pesawatnya ngesot jadi lama banget..."Ucap Ryan


"Raaa..???Lu masih disana kan??.."Panggil Ryan


Mendengar apa yang yang di jelaskan Ryan oadanya itu,Membuat hati Dara sedimit resah.Dara hanya diam saja setelah mendengar apa yang dikatakan oleh Ryan di telfon itu,Karna diamnya itu lah yang Ryan seperti bersalah paham padanya.


"Oke aku anggap kamu setuju...aku akan kirimkan alamatnya segera kamu pergia aja kesana.."


"Makasih Ya bye bye..."


Ryan engucapkan kata kata itu dengan Cepat sehingga Dara tak bisa mendengarnya dengan jelas,Sehingga Ryan pun segerao memagukan ponselnya itu dan menganggap Dara setuju.


"Hah...Tunggu woy..."


"Halo...!!!"


Ucao Dara yang melihat panggilan Ryan yang terlah terputus dengan telfonnya.


"Aishhh...kenaoa anak ini begutu sih..."


"Kenaoa harus aku yang jemout lagian aku juga ga tau gimana dia.."Apa yang harus aku lakukan??.."Ucal Dara.


Dara yang tengah berdecik kesal itu ia membuka pesannya itu,Baru membuka pesannya utu ada zekali banyak soam dari Aiden dan oanggilan telfonnya itu.


Seketika Dara yang melihatnya itu ia sedikut tersengum dan di campuri sedikit Rasa Merinding.


"Apa ada nih anak telfon aku sebanyak 30 kali...Banyak banget lagi spamnya...Ada hal sepenting itu ya..."Gerutu Dara,Lalu Dara pjn Dara hanya diam karna tak memahami situasi saat ini.


Sedagkan untuk paman dan bibinya Dara yang berada di salam mobil itu,Pada akhirnya Bibi arumi menurunkan kaca mobil yang ada disisinya itu.


"Raaaa...udah selesai belom.."


"Ayok kita pergi...Ajak bibi Arumu.


Mende mendengar teriakan dari sang bibi yang memanggilnya itu,Dara ia langsung menoleh ke arah sang Bibi dan menjawabnya.


"Maaf Bi...Bibi sama paman bulang ada duluann..Dara mau ke runag sakut buat jemout temen Dara..engga apa apakan Bu..."Ucap Dara.


"Yasudah kalau begitu hati hati,kami berdua akan pwrgi dahulu jangan lupa pulang jangan malam malam" Ucap Bibi Arumi.


"Iya bi cuma sebentar aja ko,engga lama kan cuma nganteri dia Pulang aja ka" Ucapan Dara.


"Kalau begitu pamam dan Bibi pergi dulu ya,kamu hati hati..." Teriak paman Arwin.


"Iya paman hati hatinya " Lambai Dara saat melihat kepergian keduanya itu.


Mobil paman dan Bibi melaju hingga meninggal kan Dara di TPU itu,Dara Pun berjalan dan memesan sebuah Taksi oline dan menunggunya.Sedangkan di tempat lain itu terdapat aiden yang berdiri di sebuah sana,Ia tampak berbicara dengan scurty di depan rumah Dara itu.


"Ayo lah.pak ijinin Saya buat masuk ke dalam nemuin Dara !!"Pinta Aiden.


"Engga bisa mas,kan udah saya bilang kalo pemilik runah ini namanya Frass mas ngeyel banget sih"Jelas Scrurty itu.


Aiden yang masih setia menunggu dan terus menerus mencoba memberontak itu pada akhirnya ia duduk di bawah dan Satpat itu melihatnya.


"Mau tak kasih kasur engga buat kamu tidur di lantai???.."


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...----------------...


...SAMPAI DI SINI DULU YA GUYS...


...Terimasih ya udah baca ,Jangan lupa untuk dukung ya author bakal semangat kalau kalian suka...


...KOMENTAR jangan lupa lIKE,FAVORIT and VOTE...


...Muach...Muach...Muach Cium jauh ya...


...----------------...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...