FIVE PROMISES

FIVE PROMISES
Series 97



Wajah Restika tampak sangat bingung dan dirinya pun perlahan bangun dan duduk,Saat duduk itu pah dirinya memegang perutnya itu yang perlahan kembali sakit.Akan tetapi dirinya tetap tak menunukkan ekspresi yang kesakitan,Sedangkan Frass yang melihat Restika begitu dirinya menyentil dari Restika.


*Tuuuukkkkk


"Awwww....Kamu ngapain sih sakit tau engga"Teriak Restika sembari dirinya mengelus dahinya yang sakit itu.


Restika pun menatao tajam ke arah Frass,Frass yang melihat tatapan Restika itu dirinya hanya terkekeh saja dan tak takut.Restika yang melihatnya dirinya pun hanya menatap bingung ke arah Frass,Sedangkan Frass idirnya pun duduk di Brankar dan menatap Restika dengan tangan yang perlahan membelai rambut Restika*.


"Udah tau sakit kan,Tapi kenapa kamu engga bilang kalo kamu lagi kram haid??Harusnya tadi siang kamu bilang sebelum kita keluar"


"Kalo kamu bilang aku bakal batalin ko dan pergi lain kali,Dan engga perlu nahan nahan sakit kayak tadi itu dan akhirnya kamu malah sakit kayak gini"Beritahu Frass.


Mendengar apa yang di katakan Frass utu Dan stika hanya mendengus saja sembari melihat ke arah lain,Sedang Frass dirinya yang melihat itu menggelengkan kepalanya itu.


"Udah jangankayak gitu,Perut kamu masih kram kan sebentar akan aku ambil kan obatnya"Ucap Frass.


Frass pun berdiri dan mengambil obat dan mengambil segelas air putih lalu dirinya memberikannya pada Restika,Restika pun mengambil air serta obat yang di bawalan oleh Frass itu lalu dirinya pun segera meminumnya.


"Makasih.."Tutur Restika.


Restika pun memberikan gelasnya pada Frass sembari mengucapkan kata terimakasih, Frass yang mendengarnya itu dirinya hanya kaget sembari menaikan kedua alisnya.


"Kamu ngomomg apa tadi??"Tanya Frass.


"Terimakasih"Gumam Restika.


"Apa??Bisa kamu katakan sekali lagi engga aku engga denger soalnya tadi"Kata Frass sembadi dirinya mendekatkan telinga ke pada Restika.


Restika yang risi dengan sikap Frass itu dirinya mendorong dan menjauhkan Frass dari dirinya.


"Kamu periksa sana kalo tuli,Aku ga mau ngulangin"Tutur Restika.


Frass yang meouhat reaksi dari Restika itu dirinya menjadi terkekeh, "Ck,Padahal aku bener bener emgga denger tau dan kamu engga perlu dorong aku juga kali cih"Jawab Frass.


Frass pun pergi dan menjauh dari Restika untuk meletakkan kembali gelas itu ke meja dan memberekan kotak obat,Sedangkan dari atas Brankar itu Restika terus memperhatikan apa yang di lakukan oleh Frass padanya tadi.


"Di begitu perhatian ya"


"Kenapa dia bisa bersikap kayak gitu ke aku ya??Padahal aku selalu dinginin dia dan sekalu cuek sama dia sejak ketemu kemaren...Apa ini rencana dia buat aku luluh dan nerima dia??"


"Aku aku..."Batin Restika.


Restika membatin hal itu dengan tatapan kosong tamoak di wajahnya,Frass yang sudah selesai dengan apa yang dirinya kerjakan tadi itu.Dirinya pun membalikkan badannya dan melihat Restika dengan tataoan kosomg,Frass yang melihatnya oun dirinya langsung menghampiri Restika dan menepuk bahu Restika itu yang alhasil membuat Restika kaget.


"Res??"Panggil Frass.


"Hah??Iya ada apa kamu manggil aku??"Jawab Restika.


"Kamu kenapa bengong aja??"Tanya Frass.


"Engga apa apa..oh iya sekarang puoang aja yuk aku malas di rumah sakit dan aku ga terlalu suka sama aroma obat di rumah sakit kamu tahu"Beritahu Restika.


Frass pun kembali mengangkat kedua alisnya itu karna bingung dengan apa yang di katakan Restika.


"Kamu ngomong apa sih??Kamu kan lagi engga enak badan gini malah mau keluar...besok aja lah lagian ini udah malam dan perjalanan pulang jauh"Tutur Frass.


"Ayo lah kita pulang aja ga mau disini...nanti orang tuaku bakal nyariin aku,Apalagi mama aku bakal khawatir nanti karna aku engga pulang pulang"Bujuk Restika.


"Engga engga kita disini aja dulu sekarang dan pulang besok,Nanti aku bakal ngasih tau ayah kamu kalo kamu sama aku dan pulang besok"Jawab Frass.


"Frasss..."Lirih Restika.


Restika memanggil nama Frass dengan nada lirih dan wajah yang di buat buat seperti anak kecil,Frass yang melihat nya pun dirinya menjadi gemas dan hampir salah tingkah.


"Engga kamu disini dulu..kita pulang besok jangan bantah"Kekeh Frass.


"Sial kenapa wajahnya bisa seimut itu,padahal wajahnya biasa tamoak garang dan mau nerkam"Batin Frass.


Frass pun dengan susah payah menyembunyikan salah tingkatnya itu dengan menghadap ke arah lain, Sedangkan Restika yang mendengar tolak kan dari Frass itu dirinya menggebungkan pipinya dan cemberut.


"Kenapa engga berhasil sih..susah banget sih buat dia mau,Biasanya kemampuan ku akan berhasil kalo sama dia"Batin Restika.


Restika itu hanya diam saja sembari cemberut,Frass yang tak mendengar apa pun itu dirinya pun perlahan melirik Restika yang sedang menundukkan kepalanya itu.


"Dia sedih ya??"


"Masa cuma gara gara aku engga mau bawa dia keluar dari rumah sakit ini dia jadi begitu sih??Jadi aku harus apa sekarang ini,Aku engga tega liat dia sedih begitu"Batin Frasss.


Karna Restika terus menunduk sembari memainkan kukunya itu,Frass sedikit merasa bersalah sekarang.


"Ekhem..Ekhem"


"Kamu kenaoa diem aja sekarang??Kamu mau keluar kan dari rumah sakit,Sekarang ayok ganti baju mu dulu dengan yang tadi kita keluar sekarang"Ajak Frass dengan mengemasi obat yang dirinya beli tadi.


Restika yang mendengar ajakan Frass utu didinya ojn sedikit mendongakkan kepalanya itu dan menatap Frass yang sedang memberekan barangnya.


"Kamu bilang apa tadi??"Tanya Restika.


"Aku bilang segera bersiap kita keluar sekarang,Tapi engga pulang sekarang karna jarak rumah kuta cukup jauh nanti kita nginep di hotel terdekat...Cepatlah kali ini aku engga ada penolakan "Beritahu Frass.


Mendengar hal itu pun Frass keluar dari ruangan Restika meninggalkan Restika sendirian,Restika yang mendengar yang di katakan Frass itu pun dirinya sedikit tersenyum di ujung bibirnya itu.


"Berhasil"


"Dia mendengarkan aku,Ya walaupun engga langsung pulang keluar"Gumam Restika.


"Terserah...akhirnya aku pulamg dan engga perlu menhirup udara rumah sakit,Aku benci bau obat obtan rumah sakit"


Restika pun senang dengan itu dan kangsung bermaksud ingin turun dari Brankar.


"Urghhhhhhh"


"Kram sialan ini masih terasa,Kenapa kamu muncul disaat begini sih...bikin oramg malu aja"Ucap Restika.


Restika pun berjalan pelan ke arah kamar mandi dengan menahan rasa sakitnya yang di perutnya itu,Sedangkan di luar ruangan terdapat Frass yang dengan tersenyum melihat tingkah Restika dari luar ruangannya.


"Gadis ini sulit di tebak ternyata"


"Aku semakin ingin tahu sekarang sepeeti apa dirimu yang asli"Gumam Frass dengan senyuman di wajahnya.


****


Tempat berpindah pada Dara dan Aiden yang masih berada di dalam mobil menuju ke suatu tempatnya,Karna lamanya perjalanan itu membuat Dara bosan dan mendengus kesal.


"Aidenn ini kapan nyamoenya perasaan lama banget sih nyampenya kan janjian kita keluar cuma 10 menit"Keluh Dara.


"Udah kamu diam aja sebentar lagi kita nyampe kok, diem sebentar bisa engga sabaran banget sih jadi cewe"Jawab Aiden.


"Ya tapi kan ini udah setengah jam di mobik ga nyampe nyampe,Dan lagian ini di tengah hutan kayak gini gelap nyeremin lagi...kamu engga bakal memperkosa ku kan??"Ucap Dara dengan diringi dirinya menutupi kedua dadanya itu.


Mendengar hal itu Aiden membuka matanya lebar lebar karna terkejut dengan aoa yang di katakan Dara itu.


"Cih kenapa kamu selalu bilang memperkosa sih??Aku engga doyan kamu ya,Apalgi manusia krempeng kamu kamu begitu"Ucap Aiden.


"Ya karna wajah kamu cabul bangst kalo di liat liat dan kalo di inget kamu juga pernah nyium aku paksa kan masih bilang krempeng Idih"Jawab Dara.


Aiden yang mendengar jawabn dari Dara itu dirinya oun sedikut terkekeh dengan hal utu,Sedangkan Dara yang meouhat Aiden hanya membalasnya dengan tawanya itu durinya di buat bingung akan hal itu.


"Kenapa??"Tanya Dara.


"Kalo diinget ciuman kamu payah sekali,Kayak Anjing mana di gigit lagi ga tau sakit apa "Jawab Aiden tengah tertawa.


"Berati kamu pernah nyium Anjing dong"Ucap Dara.


Mendengar apa yang di katakan Dara itu,Aiden yang tadinya tertawa dirinya pun menjadi diam sekarang.Lalu dengan Dara yang melihat reaksi Aiden pun dirinya mentertawainya balik.


"Ahahahahhaha"


"Beneran pernah nyium anjing ternyata...kapan itu??Terkahir kali kamu ngerasain ciuman sama anjing kapan??Kasih tau dong"Ejek Dara dengan tertawa terbahak bahak.


"Anjing jenis apa itu yang pernah kamu cium hei??Beritahu aku dong sekarang..hmm..ahahah"Ucap Dara.


Auden yang merasa dirinya itu di ejek oleh Dara itu,Dirinya mengerem rem mobilnya dan berhenti di tengah jalan hutan.Seketika Dara yang tadunya tertawa terbahak bahak dirinya pun sejarang terdiam.


"Kenapa berhenti disini sekarang??"Ucap Dara dengan gugup.


Aiden tak menjawab pertanya Dara itu dan perlahan dirnya menoleh ke arah Dara,Dara pun bingung dengan tataoan Aiden itu dan semakin takut.Sedangkan Aiden dirinya sedikit tersenyum di sudut bibirnya.


"Kenapa wajah Dara terlihat berbeda dari sebelumnya ya,Apa larna aku jarang bertemu dengan akhir akhir ini"


"Bibirnya imut banget"Batin Aiden sambil melihat Bibir Dara.


Dara yang melihat tingkah Aiden itu dirinya hanya menatap bingung Aiden,Tanpa perbicara apapun pada Dara itu Aiden pun langsung mendekat wajahnya itu ke arah Wajah Dara yang semakin menbuat Dara bingung dengan tatapan itu.


"Kenapa???Ada yang salah kah??Kamu diem aja ??"Ucap Dara yang gugub karna melihat wajah Aiden yang sangat dekat itu.


"Kamu mau ngapain?"Tanya Dara.


Aiden hanya diam saja tak menjawab pertanyaan dari Dara itu dan terus menatap Bibir basah Dara,Perlahan Aiden menelan ludahnya itu dan langsung menyambar bibi Dara.


Cuuuuuuppppppppp


Dara yang terkejut dengan Aiden yang mencium bibir nya itu dirinya pun melototkan matanya itu.


"Apa yang dia lakukan ini??"


"Kenapa dia melakukan ini dia bertingkah berbeda!!!Ciuman keduaku bahkan dia yang ambil!!!"Batin Dara.


Dara yang kesla itu pun meningat ciumannya yang ke dua diambil oleh Aiden itu sedikit marah dan mendorong pelan Aiden berusaha menjauhkan nya dengan dirinya.


"Engga akan semudah itu"


"Aku suka berciuman denganmu Ra entah kenapa aku tahu apa,Apa karna kemarin itu adalah ciuman pertama ku juga"Batin Aiden.


Dara pun bwrusaha mendorong Aiden,Tetapi satu tangan Aiden memegang tangan Dara yang satu sedikit menarik tengkuk Dara.


"Kenapa ini??Tubuhku bereaksi??"


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...----------------...


...SAMPAI DI SINI DULU YA GUYS...


...Terimasih ya udah baca ,Jangan lupa untuk dukung ya author bakal semangat kalau kalian suka...


...KOMENTAR jangan lupa lIKE,FAVORIT and VOTE...


...Muach...Muach...Muach Cium jauh ya...


...----------------...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...