FIVE PROMISES

FIVE PROMISES
Series 93



Dengan wajah yang tamoak ragu itu Agu mulai menceritakannya apa yang di bicarakan dirinya dengan orang tuanya,Waktupun kembali pada saat Ayu menelfon sebelum nya.


"Hallo..Ayah"Panggil Ayu.


"Iya sayang??Ada apa kamu telfon ayah sedang sibuk sekarang dengan kerjaan ayah dan juga bukannya ayah sudah kirimkan uang buat biaya hidupmu"Jawab Ayah Jia dari telfon.


Ayu yang mendengar ayahnya berbicara seperti itu dirinya pun sejenak terdiam,Hingga Ayahnya oun memanggil nya beberapa kali di dalam telfon itu.


"Ayunda??Ada apa kamu diam aja"Pamggik Ayah Ayu.


"Anu sebelumnya makasih ya ayah udah kirim uang ke Ayu...tapi ini bukan masalah uang ayah ada hal yang perlu Ayu bicarain sama ayah"Ucap Ayu.


"Apa itu??Tentang apa cerita aja ke ayah dan apa itu hal penting??"Ucap Ayah Ayu.


"Iya ayah ini tentang hubungan pertunangan Ayu dan Surya"Jawab Ayu.


"Kenapa??Hubungan kalian baik baik saja kan??"Ucap Ayahnya Ayu.


"Aku dam Sur--"Ucao ayu tetapi terpotong.


"Tunggu sebentar Sayang"Potong ayah Ayu.


Saat mengatakan hal itu tiba tiba saja Ayah Ayu memotong pembicaraan nya itu,Dan tiba tiba terdengar ada suara seseorang yang Ayu dengar dari telfon itu.


"Tuan kita ada mitting di mohon agar tuan segera datang ke ruang metting "itu lah suara yang di dengar oleh Ayu di dalam ponselnya itu.


"Lagi lagi seperti ini...kenapa mereka lebih memenringkan perkerjaan sih dari pada aku yang anaknya"Batin Ayu saat mendengar suara itu.


"Ohh baiklah saya akan segera kesana silahkan keluar saya akan segera menyusul..."Terdengar suara ayah Ayu yang menyuruh karyawan itu pergi.


Sedangkan Ayu wajahnya kini sedikit terlihat muurng karna hal itu,Dan seperti akan tahu sesuatu yang akan terjadi.


"Sayang...maaf ya"Ucap Ayah Ayu.


"Iya engga apa apa lain kali saja..."Jawab Ayu.


Tanoa menunggu jawaban balik dari sang ayah itu,Ayu oun langsung menutup kembali telfonnya itu.Diribya pun sedikit menghela nafas laku mengacak acak dambutnya itu,Sekali lagi dirinya mencari sebuah nomor dan menelfon nomor itu dan tak lama kemudian panggilan Ayu di ada yang mengangkatnya.


"Hallo Honey??"Terdengar dari ponselnya seseorang wanita memanggil ayu dengan sebutan Honey.


"Mama...Ada suatu hal yang ingin Ayu bahas dengan Mama"Ucap Ayu.


"Tapi sekarang mama sibuk sayang dan apakah ayahmu sudah mengirimkan uang padamu??Mama menyuruh nya kemarin"Tanya ibu Ahu dari panggilan telfon itu.


Mendengar kedua orang tuanya yang hanya memperdulikan sola uang iti,Ayu sedikit geram tetapi dirinya masih menahannya dan mencoba untuk tetap tenang.


"Ayah sudah mengirimnya makasih ya..Tapi bukan tentang hal itu yang ingin Ayu bahas sekarang ada hal lain.."Lontar Ayu.


"Apa itu??Mama ingin sekali mendengarnya sayang tetapi Mama sedih tidak bisa mendengarnya sekarang karna mama sibuk lain kali saya ya atau tidak nanti Mama akan menolfon mu kembali...oke"Ucap Ibu Ayu dari telfon itu.


"Tapi Ma Ini pent-"Potong Ayu.


Tuuuuuuttttt


Ayu yang mendengar itu dirinya pun ingin membalasnya perkataannya,Tapi saat ingin membalas perkataannya Ibu terlebih dahulu memutuskan sambungan telfon nya itu.


"Lagi lagi mereka mementingkan pekerjaan"


"Lagi lagi mereka mengabaikan ku tak ingin mendengar apa yang ingin aku katakan....Mereka mengacuhkan ku padahal mereka orang tuaku"Batin Ayu.


Perlahan tangan Ayu menggenggam erat ponselnya itu,Matamya kembali mememerah saat mengingat perlakuan orang yang ia sayangi terhadapnya.Dengan emosi Ayu menelfon kedua orang tuanya kembali dengan menggabungkan telfonnya antara ayah dan ibunya itu,Mata ayu sudah mulai meneteskan air mata.


Dengan mengigit kukunya itu Ayu terus menghubungi keduanya dan akhirnya panggilan telfon nya itupun dia angkat oleh orang tuanya,Melihat oanggilan telfinnya diangkat kedua nya itu langsung berbicara tanpa menunggu orang tuanya bertanya padanya.


"KALIAN EGOIS KALIAN LEBIH MEMENTINGKAN PEKERJAAN KALIAN DI BANDING MENDENGARKAN CERITA ANAK KALIAN INI...KENAPA KALIAN SELALU MENGACUHKAN AKUUUU!!!!"Teriak Ayu dengan tangisan di matanya.


"Sayang kamu kenapa??Kenapa kamu berteriak pada kami"Ucap Ayah dan Ibu Ayu secara bersamaan.


"AKU UDAH MULAI GILA KALIAN TAHU...AKU HAMPIR MATI KARNA KALIAN TAK PERNAH ADA DI SAMPINGKU DAN MENEMANI KU SAAT AKU SEDIH ...KENAPA!!!!!.. KENAPAA!!!"Teriak Ayu.


"Sayang kamu kenapa beritahu kami???Kamu menangis jangan berteriak saja"Tanya Ibu Ayu dengan suara di dalam telfon itu demgan nada khawatir.


"Sayang Ayunda katakan pada Papa kenapa kamu begini kamu engga seperti biasa...kamu kenapa"Sambung Ayah jia yang tak kalah khawatir pada putri.


"Tuan tuan"


"Maaf sebelumnya metting kali ini kita undur...silahkan keluar sana ada urusan dengan putri saya sekarang.."Ucap Ayah Ayu pada orang orang di ruangan itu.


Oramg orang yang ada di ruangan itu pun keluar satu persatu dan hanya tersisa ayah Ayu sendiri,Dengan raut wajah yang cemas.


"Maaf putriku menelfon...saya akan menyusul nanti"Pamit ibu Ayu.


Begitu pula dengan Ibu Jia dirinya juga pergi ke tempat yang sepi untuk berbicara pada putrinya itu,Ayu yang di kamar itu dengan pi sel yang masih dekat di telinga. Dirinya perlahan terjatuh dan meringkuk di lantai kamarnya,Dengan suara tangisan yang keras itu membuat orang tuanya cemas.


"Sayang Bicara jangan menangis..."Suruh Ayah Jia.


"Sayang katakan jangan begini katakan apa yang terjadi pada kamu...kenapa akmu menangis "Tanya Ayah Jia.


Ayu pun perlahan mengangkat kepalanya itu dan menyadarkan nya pada ranjang nya itu,Ayu dengan sesegukan durinya mengelap air matanya dengan kasar.


"Mama sama Papa kenapa engga pernah peduli sama Ayuu"Lirih Ayu dalam Telfon.


"Kami peduli sama kamu sayang...Buktinya kami kerja nyari uang buat kamu"Ucap Ibu Jia.


Ayu yang mendengar perkataan sang Ibu itu dirinya hanya tersenyum miris sambil dirinya masih sesegukan larna tangisannya.


"Uang uang uang uang uang"


"Itu yang kalian terus pikirin ya selama ini...Demi uang kalian tak pernah memperdulikan ku ya"


"Demi uang semuanya demi uang ya...Kalo Ayu mati apa yang kalian pikirin juga Uang nantinya"Ucap Ayu.


Kedua orang Tua Ayu yang mendengar putrinya mengatakan hal itu mereka beruda sama sama mengerutkan dahinya.


"Apa yang kamu bicarain ini Ayu...Kenapa kamu tidak mengerti kami???"Ujar Ayah Jia.


"Apa kalian tak mengerti anak kalian ini hiks....kenapa kalian tak pernah mengerti anak kalian ini Hiks"Potong Ayu.


Ayu mengatakan hal dengan sesegukkan di dadanya dna menhan sakit di dadanya itu,Sedangkan Ibu Jia yang mendengar Ayu yang menangis sampai sesegukkan itu dirinya bertambah tambah khawatir pada anaknya itu.


"Sayang tenang kan dirimu dulu...Kami berdua minta maaf jika kami kurang mengerti dirimu tapi sekarang katakan pada kamu apa yang terjadi sama kamu..."Tutur Ibu Jia.


Ayu yang mendengar ibunya mengatakan hal itu,Dirinya sedikit memegang kepalanya dan menjambak rambutnya itu karna terlalu lama menangis membuat kepalanya sakit.


"Ma..Pa"Panggil Ayu dengan nada yang Lirih.


"Iya sayang...ada apa cerita ke kami"Jawab Ayah dna Ibu Ayu.


"Kalian jangan marah ya"Lontar Ayu.


"Tidak kami tidak akan marah padamu cepat cerita apa yang terjadi.."Tanya Ayah Jia.


"Aku ingin mama sama papa mutusin hubungan pertunangan Ayu sama Surya...Ayu engga mau ada hubungan apapun sama dia dna keluarga nya"Ucap Ayu dengan sesegukan.


Kedua orang Tua ayu yang mendengar apa yang di katakan sang putri itu mereka berdua menjadi bingung bersamaan,Sedangkan Ayu dirinya hanya diam setelah mengatakan hal itu.


"Kenapa sayang???Bukannya kalian sudah berhubungan lama ya??Kenapa tiab tiba ingin memutuskan pertunangan kalian??Apa yang terjadi"Tanya Ibu Ayu.


Mendengar ibunya bertanya dengan hal itu dengan memejamkan matanya itu Ayu menjawab, "*Surya selingkuh ma di belakang aku selama ini*..."


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...----------------...


...SAMPAI DI SINI DULU YA GUYS...


...Terimasih ya udah baca ,Jangan lupa untuk dukung ya author bakal semangat kalau kalian suka...


...KOMENTAR jangan lupa lIKE,FAVORIT and VOTE...


...Muach...Muach...Muach Cium jauh ya...


...----------------...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...