
"Untuk obat kami belum menemukannya...Tapi untuk Rehabilitasi masih bisa di lakukan"
"Jika tuan ingin melakukan rehabilitasi itu lebih baik beritahu orang rumah anda tuan terlebih dahulu"Ucap sang dokter.
Aiden yang mendengar itu ia pun terdiam beberapa saat dengan tatapan yang kosong,Sedangkan sang dokter yang mendiagnosa Jia tadi ia hanya memperhatikan.
"Apa adik saya boleh pulang dok ???"Tanya Aiden
"Untuk pulang kami tak sarankan untuk saat saat ini...mungkin lebih baik rawat inap disini saja terlebih dahulu atau pindahkan ke rumah sakit yang lebih besar terlebih dahulu"Jawab sang dokter.
"Memangnya ke aoa dengan rumah sakit ini Dok??"Ucap Aiden.
"Untuk sekarang fasilutas rumah sakit kami sangatlah kurang tuan...jadi saya sarankan untuk merawat di rumah sakit lebih besar"Jelaskan Dokter itu.
Aiden hanya menganggukkan kepalanya, "Oke...nanti akan saya urus semua saya akan pergi dulu"Ucap Aiden.
Aiden pergi meninggalkan ruangan sang dokter itu,Dan berjalan ke sebuah lorong dengan langkah yang berat dan terasa letih untum Aiden.
"Sebenarnya ada apa hari ini.."
"Sangat terasa berat"Ucap Aiden.
***
Temoat berpindah pada Dara yang sampai di depan rumah yang Damar tempati itu,Dara pun membantu Damar untuk masuk ke dalam rumah itu.Sedangkan, Untuk sopir itu ia membawakan masuk semua barang barang di kemasi oleh Damar.
Damar dan Dara masuk ke dalam rumah dan damar duduk di sofa ruang tamu,Sedangkan Dara ia berdiri hanya memperhatikan seluruh interior rumah Damar.
"Selera orang kaya gini semua ya...rumahnya hampir kebanyakan sama"Batin Dara.
Dara terus menatap semua ruangan tamu itu,Sedangkan Damar hanya memperhatikan Dara dengan duduk di sofa nya.
"Kenapa Lu ngeliat rumah gw kayak gitu??Awas jangan kelamaan ntar leher lu patah gimana"Ucap Damar.
"Kayak deja vu "Batin Dara.
"Kenapa diem aja???Sini duduk"Suruh Damar.
"Engga ada...Terus ini udah kan,Lagian kamu juga udah kek baikan tuh aku mau pulang udah mau sore"Tanya Dara dengan melipat kedua tangannya ke dada.
Damar yang mendengar Dara berbicara begitu,Ia langsung menurunkan kakinya dan menatao ke arah Dara.
"Apa???.."Ucap Dara.
"Pulang ntar aja...S sekarang lu ambilin gw minum ke dapur sana bentar lagi jam gw minum obat"Suruh Damar.
"Apa sih kan si Dyan cuma nyuruh ngejemput kamu sama nganterin kamu pulang...Nggak ada dia nyuruh buat jadi pembantu kamu"Jawab Dara.
"Itu di Cafe apaan???Gw sempet liat lu ko beberapa kali"Ungkap Damar.
"Itu beda...Waktu itu aku kasir bukan pelayan..Terus memang kenapa kalo aku kerja di cafe salah gitu"Ucap Dara.
"Udah jangan debat...Senemg banget lu debat sama gw sekarang mending ku ambilin dulu gw minum buat obat.."Perintah Damar.
"Iya iya...Tuan raja yang pemalas...Terus dimana dapurnya???Jadi minta gue minum ga sih "Ucap Dara.
"Lurus aja ke sana terus belok kiri...itu dapur gw dasar bawel.."Tunjuk Damar.
Dara yang tak terima akan Danar yang mengataikanya bawel ia pun nyeletuk.
"Emang kenapa bawel salah begitu...Bawel bawel gini aku udah bantuin kamu ya jadi bersyukur kamu.."Ucap Dara.
"Yang harusnya bersyukur itu lu "Tepis Damar.
Dara pun terdiam lalau ia pergi ke dapur yang di tu juk oleh Damar itu,Sedangkan Damar yang .elihat wajah kesal Dara yang begitu imut baginya itu ia sedikit terkekeh Lalu ia kembali menselonjorkan kakinya di sofa.
Dara yang masuk ke dapur itu ia sangat terkejut dengan interiornya,Interiror dapur yang membuatnya teringat akan seseorang.
"Wahhhh"
"Dapurnya bagus banget lebih bagus dari punya siapa ya aku pernah memakai dapur itu perasaan..."Ucap Dara sembari ia mengingatnya.
"Omg...ternyaat ifu Dapur Aiden"
"Hmmm..aku belum cek dari dia ya sejak kemarin..kira kira dia ngapain ya sekarang.."Ungkap Dara yang lalu ia mengambil ponsel dan mengecek ponselnya.
"Wait???Panggilan sebanyak ini lebih dari yang kemarin kemarin ada apa sebenarnya nya??"
"Tumben banget dia nge spam???dia juga cuma Chat P doang"
"Apa aku telfon aja dulu ya???"
Dara mengambilkan gelas lalu ia meletakka yadi atas meja,Lalu ia pun menggenggam ponselnya dan menaruhnya di dagunya.
"Dia telfon ada apa sih??...itu hal yang penting engga apa aku telfon balik aja ya??Lagian aku juga jarang nerima telfon dari dia jadi kurang enak buat ngebiarin aja..."Ucap Dara.
Dara memikirkan hal itu berulang kali dan beberapa menit berlalu,Dara pun memutuskan untuk menelfon kembali Aiden.Namun,Saat Dara sudah menekan nomor Aiden tiba tiba Damar berteriak memanggil namanya itu.
"DARAAAAAA...MANAAA MINUMANNYA BURUANN!!"Teriak Damar.
Dara yang mendengarnya itu,Dirinya memutuar mata dengan malas.
"EENGGA BISAAAA SEKARAMG BURUAN KAMU LAMAAAA"Ucap Damar.
"TERSERAH!!"kekeh Dara.
Damar yang mendengar jawaban Dara itu dari ruang tanunya,Dirinya sedikit terkekeh dan tersenyum karna berhasil menggoda Dara.
"Why??"
"Entah kenapa suka banget buat dia marah...gemass"Batin Damar sembaria tersenyum.
Sedangkan Dara yang mengambil Air dan memgisi gelas itu,Dirinya memutuskan untuk memutuskan panggilan telfonnya itu.
"Udah lah nanti aja kalo sampe di rumah"
"Lagian dia bilang kan dia sibuk sekarang kan...Sekarang urusin anak itu dulu"
"Engga habis pikir aku..kok bisa bisa nurut sama dia"Gumam Dara.
Dara pun selesai dengan ia mengambil minumnya itu,Lalu ia pun membawanya ke ruang tamu dan memberikan minuman yang ia bawa itu kepada Damar.Tetapi pada saat itu Dara kedapatan Danar yang tengah tersenyum membuatnya merasa aneh.
"Ngapain kamu senyum senyum ga jelas kayak gitu."Ucap Dara.
Mendengar itu Damar langsung terkejut dan mengubah ekpresi nya lalu ia pun menoleh ke arah Damar.
"Senyum senyum apaan"
"Mata lu keknya salah lihat...ngapain gue senyum senyum sendiri kayak orang gila.."Tangkis Damar membalas ucapan Dara.
"Ya emang kamu udah gila...buktinya aku liat kamu senyum gajelas atau jangan jangan kamu..."Ucap Dara sembari ia menyilangkan kedua tangannya ke dadanya.
Danar yang tak mengerti itu,Dirinya menunjukkan Dara dengan dagunya dan bertanya sembari ia meminum air yang di ambilkan oleh Dara itu.
"Jangan jangan kenapa???gw??Wajah gw Ganteng kok tinggi kaya juga...Mending lu jadi pacar gue aja mau ga"Ucap Damar dengan kepercayaan diri yang tinggi.
Dara yang mendengar ucapan Damar yang mengajak pacaran,Ia pun mengangkat alisnya dan membuka matanya.
"Muka mu itu...Muka muka orang cabul kamu tau engga Dan pacar??engga tertarik sama om om pedofil"Ucap Dara dengan nada lantang.
Damar yang terkejut itu ia menyemburkan minumannya itu,Dan langsung menoleh ke arah Dara dengan tatapan tajam.
"Yaaa...kenapa kamu nyemburin airnya!! kan jadi basah gimana sih kamu ihhhh"Teriak Dara yang kakinya basah terkena air.
"Maksud lo apaaan ngomong gitu ke gue terus ngatai kalo muka gue muka cabul...emang pernah gw nya bulin lu"Tanya Damar.
"Hmmm...engga sih tapi muka kamu emang kaya om om pedofill yang jelas ga mau"Jawab Dara dengan mengangguk Anggun kan kepala.
"kamu!!!"Ucap Damar.
"Masa muka gw kayak om pedofil sih....kan umur gw ama Dara engga tertalu jauh jaraknya cuma 5 tahun kan.."Batin Damar.
Damar yang mendengar itu dirinya mencoba untuk berdiri tetapi tak bisa,Justru ada Rasa nyeri yang ia datang di ulung hatinya.
"Arghhhhh..."Lirih Damar menahan sakit.
"Udah bangun kamu...jangan pura pura engga akan ngaruh"Uacp Dara.
Dara yang melihat Danar seeprti itu awal nya biasa saya,Tetapi karna Damar yang terus merintih ke sakitan ia beralih menjadi khawatir.Dara pun menghampiri Danar yang sedang terkulai lemas di atas sofa menahan sakitnya.
"Damar woi..jangan nakutin aku lah serius ini"
"Jangan sampe lu baru keluar dari rumah sakit harus masuk lagi...ntar aku ga bisa laporan sama dosen gimana skripsi ku "Ucap Dara.
Dara yang mengatakan itu,Membuat Damar membuka matanya dan menatap ke arah Dara.Dara yang melihat ia dirinya juga melototkan matanya dengan tataoan polosnya itu.
"Kenapa???Melotot kayak gitu??"Tanya Dara.
"Bisa bisa nya...Ente nih ya"
"Keadaan gw yang kek gini lu masih mikirin Skripsi lu...awas aja lu mati karna Skripsi lu"Ucap Damar.
"Ya engga apa apa aku sih pasrah aja...Mungkin karna itu Aku bisa ketemu Ayah"
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...----------------...
...SAMPAI DI SINI DULU YA GUYS...
...Terimasih ya udah baca ,Jangan lupa untuk dukung ya author bakal semangat kalau kalian suka...
...KOMENTAR jangan lupa lIKE,FAVORIT and VOTE...
...Muach...Muach...Muach Cium jauh ya...
...----------------...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...