
Setelah istirahat Aldi dan yang lainnya memutuskan untuk melanjutkan perjalanan pulang kota. Kapi ini Neli di ungsikan ke mobil belakang. Tepatnya di mobil para pengawal Karin yang berbadan besar dan sangar.
Jelas saja Neli menolak hal itu karena ia sudah merasa takut duluan melihat para pria itu.
"Kamu kok tega banget sih sama aku Al! mereka serem loh! aku takut" rengek Neli manja pada Aldi yang tidak perduli.
"Kalo gak mau jalan" gertak pria yang paling seram membuat Neli meringis ngeri dan merapatkan dirinya pada Aldi.
Aldi tidak perduli dengan Neli dan lebih membukakan pintu mobil untuk Karin. Aldi hanya tidak ingin mendengar semua ocehan Neli yang pastinya tidak akan ada diamnya kalau satu mobil lagi dengannya.
Sudah cukup perjalanan tadi membuatnya tidak ingin lagi Neli membuat keributan di jalan. Melihat pintu mobil di buka Aldi, Neli segera maju dan mendorong Karin agar minggir. Akhirnya Neli lah yang masuk ke dalam mobil Karin dan dengan senyum cerahnya ia duduk manis di dalam menunggu Aldi masuk.
Aldi geram dengan tingkah Neli yang selalu saja sembarangan dalam melakukan apapun yang di inginkannya. Meskipun harus mencelakai orang lain, ia tidak akan perduli.
Karin mencegah Aldi yang akan memarahi Neli dan justru tersenyum smirk melihat Neli duduk dengan senyum manis dan penuh kemenangannya itu.
Karin juga menahan para pengawalnya yang akan masuk menarik Neli.
"Apa kamu senang?" tanya Karin tersenyum manis pada Neli yang juga tersenyum padanya.
"Tentu saja aku senang, cuma aku yang boleh duduk sama Aldi di sini, kamu itu gak pantes tahu" tunjuk Neli pada Karin dengan nada mengejek.
Karin semakim tersenyum manis pada Neli yang membuat perempuan itu mengerutkan keningnya bingung. Begitupun dengan Aldi yang juga merasakan keanehan pada ekspresi Karin.
"Kalian masuk ke dalam, temani nona Neli selama perjalanan, kami yang akan di mobil belakang" kata Karin tidak terduga pada pengawalnya.
"Iya nona" sahut pengawal itu.
Tiga orang dari mereka masuk ke dalam mobil Karin dan mengapit Neli di tengah. Sedangkan satunya lagi di samping supir. Neli yang berada di antara para pria kekar dan seram seketika mati kutu tidak bisa berkata apa-apa dan berbuat aneh.
Karin tersenyum mengejek pada Neli yang duduk bagaikan patung di antara para pengawalnya.
"Selamat menikmati perjalananmu nona Neli" ejek Karin lalu menarik Aldi untuk menaiki mobil di belakang.
Melihat kepergian Aldi dan Karin membuat Neli berang dan dengan kekesalannya ia berteriak.
"Karin cupu sialannn keluarin akuu!" ucapnya tanpa ingat siapa yang berada di sampingnya.
EKHEM
Dehem pria di samping Neli yang merasa sangat terganggu dengan teriakan perempuan itu.
Mata pria berbadan besar itu mendelik menatap Neli kesal.
"Berisik" ucapnya dengan nada rendah tapi mengerihkan.
Neli menciut seketika dan duduk beringsut dengan tenang di tempatnya bahkan saat mobil melaju mengikuti mobil yang di naiki Karin di depan.
"Kenapa kamu malah minta pengawal di mobil itu? bukannya nyuruh Neli keluar" penasaran Aldi.
"Maksa dia keluar juga percuma, jadi lebih baik di gituin aja supaya dia tenang juga duduknya di mobil, gak berisik" ucap Karin santai sembari menikmati perjalanan.
Selang beberapa jam kemudian mereka tiba di kediaman keluarga Banu.
Karin dan Aldi keluar dari mobil langsung di sambut oleh Tati yang sudah merindukan putrinya.
"Akhirnya putri mama pulang juga, kangen mama tuh sama kamu sayang" ucap Tati memeluk Karin yang baru saja turun dari mobil.
"Karin juga kangen mama, gak ngeliat mama sehari aja rasanya udah kangen" sahut Karin pula membalas pelukan Tati.
"Yakin kami kangen mama?" tanya Tati melepas pelukan mereka lalu memberi tatapan menggoda pada Karin.
"Bukannya kalo mama gak nelpon kamu gak nelpon mama ya karena keasikan sama Aldi" ucap Tati membuat Karin sedikit salah tingkah.
"Ih mama! apaan sih!" ucap Karin lalu pergi membawa kopernya untuk menghindari godaan dari mamanya agar tidak berlanjut.
Tati terkekeh melihat anaknya yang cepat berlalu masuk itu. Lalu tatapannya beralih pada laki-laki yang masih berdiri dengan senyum tipisnya di hadapannya.
"Masuk dulu Al, tante udah siapin makanan buat kalian" ucap Tati.
"Terimakasih tante, tapi Aldi mau langsung pulang aja, udah kangen bunda soalnya, masih ada kerjaan juga yang harus di urus" tolak Aldi halus.
"Ya sudah kalo gitu, kamu hati-hati di jalan ya" ucap Tati menerima uluran tangan dari Aldi yang hendak menyalaminya.
"Iya tante, Aldi permisi dulu"
"Gak pamitan sama Karin Al?" tanya Tati saat Aldi hendak menyentuh pintu mobil.
"Karin udah tahu tante, tadi di jalan juga Aldi udah bilang kalo mau langsung pulang"
"Oh, iya mungkin Karin lupa atau malu karena tadi tante godain makanya langsung masuk aja dia" kekeh Tati lagi yang hanya di balas senyuman tipis oleh Aldi.
"Aldi langsung jalan ya tante" pamitnya di angguki Tati dengan senyuman hangatnya.
Aldi kembali memasuki mobil yang sudah menunggu di sana. Supir dari rumahnya yang ia minta untuk datang sudah ready dan langsung membawa Aldi pergi begitu masuk ke dalam.
Setelah mobil Aldi keluar masuk pula mobil satu lagi dan berhenti di dekat garasi samping. Kedua alis Tati bertaut heran melihat para pria yang di jadikan suaminya pengawal anaknya baru datang. Bukannya mereka barengan sama Karin ya? kok baru sampe! naik mobil Karin lagi pikir Tati.
"Kalian dari mana?" tanya Tati akhirnya saat salah satu dari mereka mendekat.
"Kami habis mengantarkan teman non Karin ke sekolah nyonya" jawabnya sopan.
"Teman Karin? maksudnya teman Karin ada yang ikut sama kalian gitu!" tanya Tati memastikan.
"Iya nyonya, karena kami gak tahu rumahnya di mana jadi kami turunkan di halte dekat sekolah nona muda aja"
"Kenapa gak kalian tanya dimana alamat rumahnya?"
"Maaf nyonya, bukan kami gak mau nganterin temannya nona muda ke rumahnya, perempuan itu berisik cerewetnya ampun, jahat lagi sama nona muda suka ngomong yang kasar" jujur pria itu.
Mendengar ucapan pria di depannya membuat Tati merasa tidak suka dengan teman Karin itu.
"Kalo kalian tahu dia jahat kenapa kalian bawa dia sama kalian hah? gimana kalo dia celakaian anak saya?" marah Tati.
"Maaf nyonya, itu keinginan nona muda sama den Aldi" sahutnya menunduk.
Tati menghela napas kasar.
"Trus kenapa kalian nganterin dia naik mobipnya Karin? sedangkan tadi Karin naik mobil kalian!" penasaran Tati.
"Sewaktu kami singgah karena nona muda laper tadi pagi, perempuan itu masuk gitu aja ke dalem mobil nona muda nyonya, waktu kami mau paksa dia turun nona muda ngelarang kami dan malah minta kami yang naik ke mobil nona muda bawa perempuan itu" jelas pria itu pagi.
Kembali Tati menghela napas kasar, entah apa yang di pikirkan anaknya sampai-sampai mau membawa orang jahat bersamanya. Untung suaminya sejak awal memberi pengawal dan juga dua mobil untuk membawa putrinya pulang.