
Alarm Fefe berbunyi menunujukan pukul 06.00 segera tangan Fefe mematikan bunyi brisik yang dikeluarkan oleh alarm.
"Astaga nih alarm brisik banget ganggu orang tidur aja," sambil merenggangkan tangannya ke berbagai arah, "enaknya," ucap Fefe pada dirinya sendiri.
Setelah merenggakan tubuhnya ia berdoa dan langsung segera ke kamar mandi karena sudah tidak tahan lagi menahan rasa buang angin besar "huhh leganya," ia pun langsung mandi karena memang jam 7 sudah harus turun kebawah ke ruang makan untuk sarapan bersama. Kamar Fefe berasa di lantai atas, sedangkan orang tua nya berasa di bawah dekat dengan dapur. Setelah selesai mandi seperti biasa Fefe menggunakan lipbalm dan handbody. sesudah itu ia segera turun karena orang tua dan adiknya sudah di ruang makan.
"Pagi pa, pagi ma, pagi dek Vina," sapa Fefe. "Ayo segera makan Fe, mama masak nasi goreng kesukaanmu," ajak mama. "Trimakasih mamaku sayang," ucap Fefe. "Fe kamu tumben cantik hari ini, wangi juga emangnya kamu mau pergi sama siapa? emang kamu punya cowo wkwkwk," ejek papa. "papa ini ya malah ngejek Fefe terus, ma ini lho papa nyebelin banget, nanti kalo Fefe punya cowo papa nglarang aku buat pacaran," sahut papa. "Siapa emang ada yang mau sama kamu wkwkwk, kamu kan galak hahaha," sambil menunjuk kearah wajahku. "udah ayo segera sarapannya di habisin," suara lerai mama.
Setelah sarapan ia kembali ke kamar ngambil Hpnya agar bisa bertanya pada Digo apakah dia mau atau tidak. Sesampainya ke kamarnya Fefe pun segera mengambil Hp nya diatas kasur. Kemudian Fefe memberi kabar dan mengajaknya untuk camp di gunung.
*WA
"dik?".
" iya ada apa fe?."
"camp di gunung kuy, aku sama temenku pengen banget kesana, tapi bingung mau sama siapa lagi kalo bukan sama kamu."
"oalah ya gapapa Fe, aku temenin, tapi aku ngajak temen-temenku ya, gapapa kan Fe?."
"siap-siap dig, nanti aku kabarin enaknya kapan kita muncaknya."
"oke Fe siap-siap aku tungguin kabarnya."
Setelah chatingan dengan Digo senyum Fefe mengembang, perasaanya benar-benar bahagia, bahkan ia tidak menyangka kalo digo mau diajak muncak olehnya.
"Ya Tuhan benarkah ini tidak mimpi bahwa aku akan muncak bersamanya, sumpah gue bener-bener nentuin tanggal secepatnya, gue bener-bener ga sabar," sambil memeluk Hp nya yang walpaper fotonya bersama dengan Digo.
Setelah itu Fefe segera menghubungi Lia untuk diskusi soal muncak, pada akhirnya Lia meminta Fefe untuk mengajak Digo ketemuan secara langsung agar enak untuk berdiskusi. Fefe langsung memberi kabar kepada Digo agar bisa ketemuan nanti sore di rumah makan Seafood Colomadu. Digo pun mengiyakan ajakan Fefe.
"btw kamu nanti ke colomadu sendirian? mau aku antar?"
"engga Dik, aku nanti sama temenku Lia kok"
"oalah yaudah Fe gapapa, tali yakin gamau sama aku aja?soalnya kamu cewe aku kawatir sama kamu Fe"
"yakin gapapa dik aku bawa montor sendiri kok, lagian rumah kamu juga jauh"
" jam 5 biar ya?"
"oke tuan putri".
Setelah itu Fefe merasa sangat senang karena Digo masih perhatian kepadanya, Fefe pun larut dalam kebahagiaannya sampai lupa membantu mamanya mencuci piring di dapur.
" astaga Tuhan aku lupa bantuin mama mencuci, hih ini semua gara-gara Digo sampai aku lupa sama tugasku," sambil memukul pelan kepalanya.
Fefe pun segera turun ke dapur dan segera melaksanakan tugas mencucinya.
"abis ngapain kamu Fe daritadi?,mainan hp terus,"tegur nya dengan nada sindir. "aku abis ngabarin Digo ma, kami nanti sore mau keluar bahas soal muncak," jawab Fefe dengan tenang. "kamu mau muncak, pokoknya mama larang, mama ga mau kenapa-kenapa, digunung bahaya Fe, nanti kalo kamu sakit gimana?terluka gimana?terus kalo disana ada macan gimana?," dengan nada sinis dan seakan-akan tidak mau dibantah. "aku aman ma, ada Digo yang jagain aku kok ma," dengan nada menyakinkan agar mama percaya bahwa akan baik-baik saja dan tidak akan akan terjadi apa yang tidak di ingkan terjadi. "iya mama percaya kalo ada Digo aman, tapi apa semuanya yang ngurusin kamu itu Digo?emang Digo juga ngga cape apa," jawab mama. "iya ma nanti aku diskusiin kok, dengan memperlihatkan senyum pepsodent kepada mamanya.
***
Lia nampak bingung dengan perasaannya, bagaimana tidak ayahnya melarang keras anak semata wayangnya muncak dan Lia juga senang karena ia akan melihat negeri diatas awan, Lia sudah menginginkannya sejak kecil.
" bilang ayah ngga ya, ahh nanti kalo bilang papa marah-marah sama aku, tapi aku pengen muncak. Yaudahlah aku coba chat papa, "tanya batin.
"ayah sama ibu apa kabar?Lia kangen banget."
" ayah sama ibu baik, kamu gimana sehatkan?, nanti kalo kerjaan ayah udah selesai ayah sama ibu akan pulang."
"siap yah, yah aku muncak bareng Fefe sama temen-temennya gapapa?."
"yaudah kali ini ayah ijinin kamu udah besar, waktu kamu SMP ayah ga ijinin karena kamu masih kecil."
"trimakasih ayah ku tercinta"
"iya, hati-hati kalo muncak."
"siap yah."
"yessss akhirnya ayah ngijinin aku," dengan nada girang sambil memeluk guling yang berada didekarnya.