
"Jadi kapan kita bisa berangkat ke puncak?" tanya bu Sari.
"Besok aja buk, pagi kita berangkat sampe sana nantikan siang" seru salah satu siswa.
"Nanti malam aja bu"
"Jangan malam bu, besok pagi aja jam 9 atau jam 10"
Bu Sari berpikir sejenak sembari manggut-manggut.
"Boleh juga kalo besok, ok deh besok pagi jam 10 kita kumpul semua ya di depan deket gerbang sekolah" ucapnya.
"Iya buk" sahut semua siswa.
Pandangan bu Sari beralih pada Karin dan Aldi yang hanya diam saja tanpa bersuara.
"Kalian berdua bagaimana? apa jadi ikut Aldi Karin?"
"Kamu mau ikut?" tanya Aldi pada Karin di sampingnya.
"Iya" sahut Karin tersenyum pada Aldi.
Aldi melihat ke depan di mana bu Sari dan yang lainnya malah melihat mereka berdua.
"Kita ikut bu" ucap Aldi datar yang memang sejak awal sudah datar, hanya pada Karin saja dia bersikap manis dan mau bicara panjang lebar walau tidak penting.
Bu Sari menghembuskan napasnya panjang kala suara dan wajah Aldi kembali datar saat menghadap depan. Sedangkan pada Karin tadi Aldi berbicara dengan suara lembut walau wajahnya biasa saja.
"Gak papa Karin ikut? udah bisa jalankan Karin?" tanya Bu Sari memastikan lagi.
"Sudah bu" senyum Karin yang membuat siswa lain menatapnya kagum karena baru melihat pertama kalinya senyuman Karin itu.
"Wwaaahh" ucap para laki-laki kagum melihat senyuman Karin.
Aldi berdecak kesal mendengar dan melihat kekaguman mereka itu. Tangan besar Aldi di naikkan menutupi wajah Karin.
"Apa yang kalian lihat?" seru Aldi dengan nada dinginnya membuat semua laki-laki balik menghadap depan lagi.
Bau-bau falling ini love nih siswa kaku batin bu Sari yang melihat sikap Aldi.
"Kalau begitu besok kalian jangan lupa ya untuk dateng ke sini, jam 10 kita berangkat jadi sebelum jam itu kalian udah kumpul semua" seru bu Sari.
Setelahnya mereka keluar dari kelas dan langsung pulang karena memang datang hanya untuk membahas itu.
Aldi dan Karin berjalan pelan menyusuri lorong koridor sekolah di lantai dua itu untuk pulanh. Karena Karin belum bisa berjalan cepat dan masih harus banyak berhenti jadi mereka cukup lama baru sampai di lantai bawah. Ketika menuruni tanggapun Aldi memegangi lengan Karin dari belakang dengan Karin yang berjalan di depan dan Aldi di belakang.
Pemandangan itu membuat para adik kelas yang melihatnya jadi iri akan keromantisan sederhana yang di lakukan Aldi dan Karin. Pada hal menurut Karin dan Aldi itu biasa saja.
Ketika melewati lapangam bola basket Aldi dan Karin berhenti sejenak. Mereka duduk di kursi yang ada di pinggir dekat dinding menghadap lapangan basket.
"Capek ya?" tanya Aldi.
"Sedikit, tapi gak papa kok udah lebih kuat kakinya buat jalan" senyum Karin membalas tatapan Aldi.
Aldi tersenyum tipis sembari mengelus kepala Karin.
AWAAASS
BUGH
Karin mendarat di pelukan Aldi dengan rangkulan erat di pinggang dan punggungnya. Mata Karin mengerjap-erjap kaget karena tiba-tiba Aldi menariknya kepelukan. Belum lagi suara teriakan dan benda yang menghantam kerasnya dinding di belakang Karin.
"Maaf kak maaf, aku gak sengaja" ucap adik kelas dengan pucat takut pada Aldi yang terkenal datar bin dingin itu.
"Kesini kalian yang di lapangan" ucap Aldi dengan nada dingin juga wajah datarnya.
Yang di lapangan keluar mendekati Aldi yang diam menunggu mereka. Karin yang penasaran ada apa ingin melepaskan pelukan Aldi tapi tidak bisa. Aldi menahannya setiap bergerak ingin lepas.
"Siapa yang lempar bolanya?" tanya Aldi setelah adik kelas yang main basket di dekatnya.
"Bolanya gak di lempar kak tapi sengaja di pukul ke arah kakak sama dia" tunjuk laki-laki yang tadi di lapangan.
"Maaf kak aku beneran gak sengaja, tadi dia lempar bolanya ke aku kuat pas aku lagi lengah jadi aku repleks aja pukul bolanya, aku juga gak tahu kalo itu bakalan ngarah ke kakak karena aku gak lihat" lirih laki-laki yang di tuduh menunduk takut.
Aldi melirik laki-laki yang sejak tadi menunjuk temannya sebagai tersangka, terlihat jelas kalay wakahnya itu terkihat sangat luas akan ketakutan temannya. Pasti dia yang suka bully di kelas 11 pikir Aldi.
"Lain kali hati-hati" ucap Aldi lalu berdiri bersama Karin yang masih di dekapannya.
Aldi membawa Karin pergi meninggalkan adik kelas yang melongo dengan sikap Aldi yang justru hanya mengatakan itu saja. Biasanya Aldi akan sangat anti dengan orang yang mengganggunya, apa lagi hampir saja bola mengenai perempuan yang bersamanya.
Adik kelas yang sejak tadi menunjuk temannya sebagai tersangka bersalah jadi melongo kaget. Bukan begitu yang di harapkannya dari Aldi, laki-laki itu berharap temannya yang di tunjuk akan mendapat amukan dan kemarahan Aldi bukan malah di tinggal pergi.
Sedangkan yang di tunjuk bersalah dan memang merasa bersalah itu bernapas lega karena Aldi tidak memarahinya.
Melihat temannya yang senang karena bebas dari masalah besar membuat yang menunjuk tadi tidak senang.
"Jangan senang dulu karena kak Aldi pergi gitu aja, tunggu aja nanti panggilan selanjutnya dari dia kalo kak Aldi gak sama kakak perempuan tadi" smirknya lalu pergi.
"Ck memangnya kak Aldi itu kayak dia apa yang penuh dendam, dasar makhluk pendendam" gerutunya lalu pergi juga.
Aldi melajukan mobilnya keluar dari lingkungan sekolah bersama Karin. Karena hari yang mulai siang membuat keduanya merasa lapar.
"Kamu mau makan apa?" tanya Aldi melihat Karin sejenakk sembari tetap fokus.
"Aku pengen makan ayam goreng krispi deh kayanya" gumam Karin melihat Aldi.
"Ok, kita makan ayam goreng krispi" seru Aldi ceria yang membuat Karin tersenyum.
Mobil berhenti di sebuah restoran sederhana yang menyediakan ayam goreng krispi. Setelah turun Aldi menggandeng tangan Karin masuk ke dalam.
"Kamu mau pesen apa? biar aku yang ke sana" ucap Aldi melihat tempat pesan yang lumayan ngantri.
"Ayam krispi pedes satu sama cola aja" sahut Karin.
"Ok, kamu tunggu di.." Aldi melihat tempat duduk yang kosong di dekat jendela, tapi belum lagi Aldi meminta Karin ke sana matanya sudah melihat duo ulet tidak jauh dari meja yang di lihat Aldi.
Dimana-mana ada mereka terus perasaan, kaya dunia selebar daun kelor aja gumamnya dalam hati dengan perasaan malas. Tapi kalau pergi justru Karin akan banyak bertanya.
Akhirnya Aldi membawa Karin duduk di pojokan di mana ada satu meja kosong dan cukup tertutup untuk tidak terlihat duo ulet pengganggu.
"Tunggu sini ya, aku pesen dulu" ucap Aldi di angguki Karin.
Aldi tidak mengantri saat pesan karena ketika tiba pemesan sebelumnya sudah pergi dan di belakangnya kosong. Jadi tidak butuh waktu lama bagi Aldi untuk mendapatkan pesanannya.
"Ini dia pesanannya" ucap Aldi memberikan nampan kecil berisi pesanan Karin.
"Makasih" senyum Karin.
"Ada kentang gorengnya juga ya?" lanjutnya saat melihat kentang goreng di dekat minumannya
"Iya, kata mereka kalo pesen yang paket pasangan ada bonus kentang gorengnya, kan lumayan gratis jadi ku ambil, untung aja menu ayamnya ada pesenan kamu juga" ucap Aldi.
"Jadi lebih hemat ya" seru Karin dan merekapun tersenyum bersama.