First Kiss

First Kiss
eps 5



dengan adanya grup daki-daki mereka semakin antusias untuk segera mendaki. rencana mereka ingin dilaksanakan minggu depan di Gunung Andong, Gunung Andong memang baik untuk pemula karena gunung tersebut seperti bukit, tingginya hanya 1726mdpl. waktu H-7 mereka menyiapkan fisik agar kuat dalam mendaki. mereka sering bertemu untuk berolahraga seperti berlari memutari stadion.


***


6 hari berlalu kini Fefe bersiap-siap mengemasi barang-barang yang dibutuhkan, begitu pun juga dengan Adit yang sedang menyiapkan peralatan outdoor nya, Adit lah yang hanya tau apa saja yang diperlukan.


Mereka tidak sabar untuk mendaki walaupun kurang satu hari pun itu rasanya greget, rencana mereka menggunakan sepeda montor untuk perjalanannya. Adit berbincengan dengan Fefe, sedangkan Dimas dengan Lia.


waktu nya pun telah tiba, hal yang dinanti-nantikan terjadi, bagi Fefe dan Lia ini sangat menggemaskan bisa melihat negri diatas awan. mata pun tak sabar melihat indahnya sun rise diatas gunung.


pukul 5 sore mereka berkumpul dirumah Lia, Fefe dijemput Adit serta bersama dengan Dimas yang membawa motornya sendiri. Bagi Dimas ini sangat menjengkelkan mau menemani pasangan sejoli, jiwa jomblonya meronta-ronta jika melihat mereka begitu sangat dekat. "apaan sih mereka apa gatau disini ada gue, yang juga kepengin kek mereka," cetus dimas. "eh iya kan nanti sama neng Lia andai Lia mau sama gue pasti gue gercep," lanjut dimas mesem


"Liaaaaa," teriak fefe sambil gedhur-gedhur pintu. "iyaa bentar," dengan posisi membawa tas ransel nya. "eh busett gileee, banyak banget bawaan lo," ucap Fefe dengan nada penuh tanya. "lah ini yang banyak makananan bukan malah barang-barang gue", jawab Lia.


sepanjang perjalanan Fefe dengan Adit bercanda ria seolah dunia hanya milik mereka berdua. "mereka apa masih saling suka sih dim, kok mesra gitu bikin sakit mata kalo liat,"sinis Lia. "udah gapapa sapa tau mereka balikan,"jawab Dimas. "hmm," gumam Lia.


sepanjang perjalanan mereka menikmatinya, bagaimana tidak bagi Fefe dan Adit ini pertama kalinya mereka pergi jauh dari rumah bersama dengan seseorang yang spesial. begitu pun dengan Lia, ini momen baginya bisa melihat apa yang di idam-idam kan sejak kecil. Berbeda dengan Dimas ini baginya menyiksa, berboncengan dengan orang yang mungkin sudah punya kekasih, melihat pemandangan orang bermesraan "duh Gusti nasibe wng jomblo," sambat dimas.


***


setelah perjalanan menempuh 3 jam mereka segera ke base camp untuk makan dan beristirahat satu jam. "kok serem ya gaes," ucap mrinding Fefe. "udah jangan berfikiran negatif nanti kita doa bersama ya, tenang Tuhan beserta kita," ucap Adit penuh tenang. "amin," sahut Fefe dengan seulas senyum bibirnya yang manis.


satu jam berlalu kini mereka memulai ke tempat penjualan karcis mendaki, karcis tersebut cukup murah hanya 5 ribu per orang, parkir sepeda montor hanya 5 ribu per malam. setelah mendapat giliran mendaftar mereka sesegera mungkin, karena antrian masih banyak. setelah selesai mereka mampir ke toilet untuk berganti pakaian training agar lebih enak untuk nanjak.