First Kiss

First Kiss
Bikin baper



"Apa-apaan sih kamu hah?" marah Aldi karena Neli mendorong Karin hingga hampir jatuh.


Aldi mendorong balik tubuh Neli agar menjauh lalu meraih tubuh Karin yang langsung di gendongnya di kedua lengan kokoh Aldi. Beberapa orang berbaju santai berlari mendekat saat melihat nonanya di sakiti.


"Nona baik-baik saja?" tanya seorang dari mereka.


Sedangkan tiga orang lagi menatap tajam dan sangar pada Neli yang langsung menciut karena ngeri dengan tatapan orang-orang itu.


"Ayo nalik ke vila" ajak Aldi pada para pengawal Karin agar tidak terjadi keributan yang dapat memancing kerumunan.


Sedangkan begitu saja sudah banyak orang yang melihat mereka dengan pandangan penasaran. Seperti sedang melihat adegan live sinetron.


Para pengawal Karin mengangguk patuh pada Aldi dan mulai mengikuti langkah Aldi yang sudah berjalan. Dengan Karin di gendongan Aldi.


Karin sendiri melingkarkan kedua tangannya pada leher Aldi. Karin juga menyembunyikan wajahnya di ceruk leher Aldi seraya menahan ringisannya.


Kakinya yang cedera waktu itu sepertinya terasa sedikit sakit saat tadi Karin menyeimbangkan tubuh akibat dorongan dari Neli. Apa lagi kaki kiri Karin yang menghentak cukup keras sebagai pertahanan tubuhnya.


Teman-teman yang tadi ikut dengan Aldi juga meninggalkan Neli sendirian.


"Huuu dasar nenek lampir, gak bisa apa kalo gak ganggu" kata Mona sambil berlalu.


"Kalo dia berhenti ganggu bukan nenek lampir lagi panggilannya" sahut Bagas santai.


"Trus apa?" penasaran Risti melihat bagas.


"Cebol galak" ucap Boby tepat di samping telinga Mona.


Setelah mengatakan itu Boby langsung ambil langkah seribu demi mengindari amarah Mona yang sudah meledak.


"BOBYYYY, DASAR BUNTELAN KENTUT SIALANNN"


Mona berlari kencang mengejar Boby yang sudah start lebih dulu. Boby tertawa sambil terus berlari dari kejaran Mona di belakangnya.


"Ck ck ck, tom jerry mulai lagi" kata Devi geleng kepala.


"Ck ck ck, iya gak pernah capek mereka kejar-kejaran emang" sambung Risti pula.


"Ck ck ck juga" Bagas dan Rudi ikut menirukan ucapan kedua perempuan di depan mereka.


Devi dan Risti hanya melirik malas pada kedua laki-laki di belakang mereka yang bisanya hanya ikutan saja.


Sedangkan Aldi dan Karin yang tadinya berjalan paling depan kini sudah di lewati oleh Mona dan Boby yang kejar-kejadan.


"Dasar cebol galak, singa betina buas" ejek Boby lagi sambil berlari.


"Boby kurang ajar buntelan kentut, awas kalo dapet yaaa" teriak Mona kesal masih berlari di belakang Boby.


Karin yang tadinya menahan sakit dan menyembunyikan wajahnya. Kini mengangkat kepalanya demi melihat pasangan unik yang melewatinya.


Sepanjang kedua orang itu berlari mereka masih saling mengejek. Karin terkekeh kecil melihatnya yang membuat Aldi melihat ke arah gadis remaja di gendongannya itu.


"Kenapa?" tanya Aldi penasaran ketika mendapati senyum manis Karin.


"Kamu lihat mereka kan!" tunjuk Karin pada kedua temannya yang mulai menjauh.


"Iya, kenapa?" tanya Aldi lagi.


"Mereka lucu banget ya! dari tadi tuh mereka ribut aja kerjaannya, pada hal yang di ributin itu masalah sepele tapi bisa jadi masalah besar sampe adu mulutnya gak selesai-selesai, tapi yang bikin lucu itu ekspresi wajah mereka yang slaing ejek itu" sahut Karin lalu kembali terkekeh pelan.


Aldi tersenyum melihat kekehan Karin yang baru di lihatnya, biasanya hanya senyuman Karin saja yang di lihat Aldi. Sedangkan tawa lepas dan kekehannya belum, dan kali ini Aldi melihat salah satu dari dua poin itu.


Karin kembali menyembunyikan wajahnya di ceruk leher Aldi karena wajahnya bersemu malu. Karin mencubit pelan dada Aldi yang di pegangnya.


"Aduh! jangan nyubit dong Nana" kata Aldi pelan di dekat telinga Karin yang semakin membuat gadis remaja itu malu.


Aldi tersenyum tipis melihat tingkah Karin dan semakin mengeratkan dekapannya di tubuh Karin agar tidak jatuh. Aldi juga memberikan kecupan manis di pucung kepala Karin dengan lembutnya.


Keempat pengawal Karin berjalan sedikit berjarak dengan nonanya. Mereka berjalan di samping kanan dan kiri dengan jarak 2 meter.


Di belakang dua gadis remaja lagi yang menyaksikan langsung bagaimana sikap Aldi pada Karin jadi merasa baper sendiri. Bahkan tangan keduanya sudah saling memegang dengan tubuh di rapatkan.


"Ih kok aku yang baper ya lihat sikap manis Aldi sama Karin" ucap Devi dengan wajah ingin.


"Iya, kalo aku yang jadi Karin aku gak bakalan lepasin tuh dekapan" sahut Risti pula.


"Pasti anget tuh dekapan Aldi, apa lagi kecupannya"


"Aku juga mau di kecup dong Al"


"Aku cukup di kasih senyum manisnya aja deh"


Bagas dan Rudi yang mendengar ucapan kedua perempuan di depan mereka saling pandang. Mereka geleng kepala mendengar apa yang di ucapkan Devi dan Risti.


Pada hal hanya perlakuan sederhana saja yang di tunjukkan Aldi pada Karin. Tapi bagi kedua gadis di depan mereka itu sangat luar biasa bikin baper.


"Ris, kalo kamu mau di kecup juga dateng aja ke ragunan" kata Bagas menarik perhatian kedua gadis yang lagi baper-bapernya dengan adegan di depan mereka.


"Maksud kamu apa?" tanya Risti dengan perasaan tidak enak.


"Kamu juga Dev, kalo mau di senyumin ikut Risti sekalian sana ke ragunan" kata Rudi tanpa menghiraukan pertanyaan Risti.


"Apa hubungannya coba pengen di kecup sama di senyumin Aldi sama ke ragunan? gak nyambung banget" ketus Devi dengan perasaan yang sama tidak enak ya dengan Risti.


Bagas dan Rudi terkekeh pelan sebelum menjawab.


"Ya ada lah" kata Bagas.


"Dari pada kalian mengharapkan senyuman Aldi yang gak bakalan di dapetin apa lagi kecupan dari Aldi, mending kalian ke ragunan aja" kata Rudi lagi yang membuat kedua gadis di depan mereka semakin menatap curiga.


"Karena cuma di ragunan kalian bisa dapetin senyuman sama kecupan gratis dari saudara kalian yang suka gantungan di dahan" lanjut Bagas tertawa.


"Kalo mengharapkan dari Aldi pasti cuma mimpi doang, jadi gak usah baper ke ragunan aja sana" kata Rudi di sela tawanya pula.


Devi dan Risti saling pandang dengan wajah kesal mereka dengan ke dua laki-laki yang masih asik tertawa itu. Bahkan mereka sampai memegangi perut.


"Cuma lihat pemandangan gitu aja kalian baper, gimana kalo Aldi kasih perlakuan yang lebih manis lagi sama Karin" ucap Bagas mencoba meredam tawanya.


"Dasar cewek baperan baget jadi orang" kata Rudi.


Devi dan Risti memicingkan mata mereka dengan ke dua tangan di pinggang. Kemudiaaann...


"Aduh ampun ampun sakit" teriak kedua laki-laki itu.


"Makan nih baper makan" ucap Risti mencubiti perut Bagas.


"Kecup sendiri sana tuh monyet di ragunan, kamu kan sukanya yang begituan tipenya" ucap Devi tak kalah geram pada Rudi dengan memukul-mukul tubuh laki-laki itu.


"Ampun nyai ampun" ucap kedua laki-laki itu yang ke sakitan.


Gak lagi deh garain atau gangguin perempuan yang lagi baper, bahaya batin keduanya.