First Kiss

First Kiss
Nikungan



Di tengah acara makan Aldi dan Karin yang sama-sama menghadap dinding restoran supaya tidak kelihatan duo ulet. Malah terjadi kegaduhan dari arah belakang mereka yang datangnya justru dari dua orang yang malas di lihat Aldi.


Karin yang penasaran dengan keributan itu menoleh kebellakang dan melihat Neli juga Sopia yang kembali ribut di kursi mereka dengan slaing tuding siapa yang menikung siapa.


"Mereka lagi? semalam juga ketemu ribut sekarang berduaan lagi ribut, ngapain berduaan coba kalo cuma mau ribut doang" gumam Karin masih melihat keributan Neli dan Sopia.


Aldi yang melihat Karin masih menoleh kebelakang langsung mengarahkan kepala Karin ke depan lagi.


"Gak usah di lihat, nanti kalo mereka lihat kamu jadi semakin ribut" ucap Aldi di angguki Karin yang memang malas ribut dengan kedua perempuan itu.


Apa mereka nguntit Didi ya makanya bisa ada di sini juga pikir Karin tapi akhirnya gadis remaja itu mengangkat bahu acuh dan meneruskan makannya.


----


Di meja yang di hindari Aldi awalnya Sopia sendirian di sana. Karena tidak ada temannya yang luang dan Sopia sendiri merasa bosan akhirnya dia menghubungi Neli untuk datang menemuinya.


Lumayan juga untuk meluapkan kekesalannya pada Neli yang sudah menikungnya dengan menyukai Aldi. Dan lagi karena keributan mereka semalam yang di rekam beberapa orang yang ternyata salah satunya mengenal Sopia dan keluarga.


Papa Sopia melihat rekaman dari temannya yang ada di restoran tempat Sopia dan Neli ribut. Akhirnya Sopia di marahi orang tuanya habis-habisan karena buat malu keluarga.


Belum lagi uang jajan Sopia yang di kurangi hingga baginya hanya pas-pasan untuk kebutuhannya dan tidak bis bersenang-senang Sopia menyalahkan Neli dan Karin yang sudah menyebabkan dirinya kekurangan uang jajan.


Tapi karena ia tidak kenal Karin jadi dia menyalahkan Neli dulu sekalian bertanya tentang orang yang di ejek Neli semalam itu.


Tidak butuh waktu lama bagi Neli untuk datang, Neli memesan makanan dulu baru menghampuri Sopia yang menatapnya kesal. Tapi Neli tidak perduli karena ia sudah tahu kekesalan Sopia pasti karena semalam.


Yang tidak di tahu Neli kalau temannya itu marah bukan cuma karena masalah semalam saja.


"Udah lama?" tanya Neli sembari makan.


"Lumayan" sahut Sopia dengan wajah betenya melihat kesantaian Neli di tengah kekurangannya.


"Ntar ya aku makan dulu, nanti baru ngomong" kata Neli melihat Sopia dengan senyum mengejeknya.


Sopia berdecak semakin kesal melihat itu, tidak sabar rasanya ingin segera memukul Neli lagi seperti semalam ia berhasil melukai wajah dan tangan Neli yang masih terlihat jelas bekasnya.


"Pinter juga kamu nutupin tuh bekas luka" seru Sopia saat Neli sudah selesai makan.


"Langsung ngomong aja jangan banyak basa-basi, mulutmu udah bau basi" sarkas Neli membuat Sopia geram.


"Gara-gara kamu Neli aku marahin sama papa mamaku tahu gak!" tunjuk Sopia marah pada Neli.


Neli menunjukkan wajah polos tidak bersalahnya yang semakin membuat geram Sopia. Dan pada saat mereka mulai berdebat Aldi dan Karin masuk ke tempat yang sama tanpa di ketahui mereka yang sedang mulai adu mulut.


"Apa salahku? apa pula yang ku lakukan sampe kamu bisa di marahin sama om dan tante?" ucapnya.


"Gak usah sok polos deh Nel, kamu tahu gak kalo keributan kita semalam itu viral di media sosial dengan judul duo perebut yang saling tuduh berakhir ribut dan di tinggalkan" ucap Sopia lalu menunjukkan layar ponselnya di mana akun stagramnya terdapat berita mereka berdua.


"Bukan cuma itu aja, di media aplikasi lain juga ada"


Neli melihat sekilas judulnya lalu melihat Sopia lagi.


"Masalahnya kamu juga harus hapus itu video dari semua media dasar dodol, kamukan punya banyak koneksi apa lagi papamu hacker pasti bisalah" geram Sopia karena Neli masih saja sok polos.


"Bisa sih, tapi buat apa aku hapus itu video?" tanya Neli yang semakin membuat Sopia darah tinggi.


"Astaga tuhan Neli dodol, are you stupid? jelas-jelas di situ yang kelihatan berantem itu kita berdua jadi di sini reputasi kita jadi taruhannya tahu gak sih! harga diri kita bisa nacur kalo itu video sampe di lihat ornag lebih banyak lagi, bisa-bisa saham papamu turun karena itu, papaku juga udah ngalami sahamnya turun"


Neli meraih ponsel Sopia lagi dan..


"Oh iya ya, di video itukan kita berdua yang berantem rebutan Aldi, wah bahaya nih kalo sampe di lihat mama, bisa kena ceramah sehari semalam" ucap Neli yang baru konek kalau di vidio itu ada dirinya.


Tadinya ia mengira kalau video yang du tunjukkan Sopia bukan mereka yang berantem. Tapi setelah Neli melihat lagi videonya karena penasaran barulah matanya melotot kaget saat wajahnya dan Sopia terlihat jelas.


"Dasar lemot" hardik Sopia saat Neli sedang sibuk dengan ponselnya.


"Kamu hubungi om?" tanya Sopia saat Neli meletakkan ponselnya.


"Ya gak lah, bisa berkurang uang jajanku nanti kalo papa atau mamaku tahu" ucap Neli tersenyum mengejek pada Sopia yang langsung masam.


"Kamu tahukan kalo ketahuan orang tua pasti uang jajan di kurangi! dan aku udah ngalami tahu gak, uang jajanku di kurangi papaku, ponselku hampir di sita mama" kesal Sopia.


"Itu mah DL derita loh" santai Neli mengejek Sopia.


"Heh! kamu harusnya minta maaflah sama aku, karena gara-gara kamu sama temen kamu yang kampungan itu uang jajanku di kurangi papa" marah Sopia mendengar ejekan Neli.


"Kok salahku sih, ya salahmu sendirilah sama si cupu itu, sama deritamu karena uang jajan di korting"


"Gak bisa gitulah Nel, kalo bukan karena kamu nikung aku kita pasti gak berantem semalam" ucap Sopia dengan suara mulai naik.


Neli yang di nerasa di tuduh dan teriaki tidak terima dan balik marah pada Sopia.


"Heh sop ayam denger ya, kamu yang nikung aku tahu gak! Aldi itukan cowok idaman aku, kenapa kamu ikutan suka sama dia" sahut Neli tak kalan naik volume suaranya yang menimbulkan tanda tanya dan tontonan orang.


"Nilon kusut, kamu yang dengerin aku ya, aku sama Aldi itu udah lama kenal dan kita itu deket udah lama jadi di sini itu kamu yang nikung aku, temen apa kamu itu heh" sinis Sopia.


"Memangnya aku peduli kalian udah kenal sejak kapan, yang aku tahu Aldi itu punya ku dan kamu jangan coba-coba deketin dia"


"Sembarangan aja kalo ngomong! Aldi punyaku kamu harusnya sadar diri ya, kamu gak pantes buat Aldi dasar pelakor" teriak Sopia yang memancing amarah Neli hingga terjadilah keributan antara keduanya kembali terulang.


"Kamu yang pelakor" ucap Neli menarik rambut Sopia dengan tangan satu dan satu lagi mencakar wajah Sopia sebagai balas dendamnya akan wajahnya yang di cakar semalam.


"Kamu pelakor murahan akh" teriak Sopia.


Mereka terus ribut saling menyalahkan dan menyakiti. Pihak keamanan lagi-lagi menghentikan mereka dan mencoba mengusir keduanya yang sudah buat kegaduhan di tempat umum dan mengganggu ketenangan yang lain.


"Mereka kok hobi ribut di tempat umum ya?" heran Karin saat Neli dan Sopia sudah di usir keluar.


"Biarin aja, gak usah di pedulikan" acuh Aldi tidak perduli dengan keributan duo ulet itu meski namanya di bawa-bawa.


Tunggu aja nanti kalian batinnya geram dan kesal karena terus di jadikan bahan rebutan sampai keributan kedua ulet tidak malu itu.