
***
Dirumah Fefe tidak sabar ingin ketemu dengan Digo, pasalnya mereka akhir-akhir ini belum ketemu karena Fefe tidak datang persekutuan selama test semesteran waktu itu.
"Wah parah gue harus segera mandi nih,"berlari ke arah kamar mandi karena waktu sudah menunjukan pukul 4 sore.
Setelah selesai mandi ia hanya menggunakan lilitan handuk saja, segera ia mencari baju yang cocok untuk nya
" duh pake baju apa," sambil memilah baju. "ah pakai ini aja lah," lanjut Fefe. Ia menggunakan dress bewarna pink segera ia memakainya. Setelah sudah menggunakan dress nya ia segera mengikat rambutnya dengan rapi dan menggunakan lipbalm pink. Ia tidak perlu memakai bedak atau makeup tebal, karena memang Fefe sudah dari lahir cantik.
"Ma aku mau ke warung makan seefood Colomadu," teriak Fefe dari lantai atas kamarnya.
"Hati-hati bawa montornya Fe," ucap mamanya.
"oke ma," sahut Fefe
Segera ia mengeluarkan montornya dari garasi dan cepat-cepat menjemput Lia dirumah nya.
Lia yang sudah menunggunya dari tadi di kursi depan rumahnya sangat jengkel kepada Fefe.
"Sorry, gue telat ayo cepet naik keburu ditunggu Digo," ajak Fefe. "Lo mau kemana? mau kondangan apa kok pake baju bagus,"tanya Lia dengan nada kebingungan. " Gue harus cantik karena mau ketemu Digo wkwkwk,"jelas Fefe. "Inget moveon dia udah jadi mantan lo," ejek Lia. "Yaudah ayo cepetan," karena dari tadi ia masih duduk di montor.
Selama perjalanan Fefe dengan Lia sibuk dengan masing-masing, Fefe sibuk membawa montor sedangkan Lia sibuk mainan Hp karena dia sedang dekat dengan siswa kelas sebelah.
"biasa ajal kali," sahut Digo sambil berjalan masuk kearah meja yang enak untuk ngobrol, dan Fefe, Lia dan dimas mengikuti langkah kaki Digo.
"Ya Lord tambah ganteng juga ni anak," puji dalam batin dengan melihat kearah Digo tidak berkedip.
"Kamu gapapa kan Fe kok liatin aku begitu, apa aku tambah ganteng? wkwkwk,"ucap Digo, Fefe yang mendengar ucapan Digo sontak ia membalas ucapannya " apaan sih lo pede banget, siapa yang liatin kamu ih," spontan tangan Fefe menjambak rambut Digo. "ih kasar banget kamu Fe sekarang, udah tambah cantik, galaknya ngikut nambah," jawab Digo sinis. Fefe yang mendengar ucapan Digo ia pun langsung salah tingkah. " udah jangan debat disini, kami baper liat kalian terus,"sambil menunjuk kearah nya dan kearah Lia yang juga daei tadi liat aksi Fefe dan Digo. "iya maaf kawan ini semua karena Digo yang mulai duluan," dengan senyum pepsodent kearah Digo. "kok aku sih yang jadi salah, kan kamu," menujuk jarinya ke arah Fefe. Fefe yang mendengar langsung menjewer telingan Digo karena duduk Digo dan Fefe bersebelahan, Digo mengeruyutkan alisnya ke arah Fefe.
"ayo pesen apa kalian?," tanya Fefe. "aku lele bakar sahut bersamaan Dimas dengan Lia. " yaelah kalian kompak bener dah,"ucap Fefe. "lo makan apa dig?," tanya Fefe pada Digo. "aku sama kayak kamu aja Fe". " suka nya ikut-ikut ih," dengan melirik matanya ke arah Digo. "ini semua minumnya es teh?", tanya Fefe. " iya,"sahut kompak. "oke," balas Fefe. Fefe segera memberikan kertas yang pesanannya kepada bapaknya.
Sambil menunggu pesanannya mereka berkenalan, dan mengobrol soal bagaimana muncak, dan sekalian membahas apa saja keperluan yang di butuhkan dan pembagian tugas agar semua rata.
Makanan pun sudah datang tepat waktunya karena diskusi sudah selesai. Segera mereka melahap makanan yang mereka pesan. Mereka sibuk dengan makanan mereka, tidak ada sepatah kata lin keluar dari mulutnya.
Sesudah selesai makan mereka bertukar nomor agar bisa membuat grup muncak di whatsapp.
"kamu mau langsung pulang Fe?," tanya Digo. "iya udah malem juga udah ditunggu mama gue dirumah."Aku antar ya Fe?," ucap Digo. "engga usah kamu langsung pulang aja, toh aku juga ditemenin sama ni bocah," sambil menunjukan Lia yang berada di sampingnya. "yaudah hati-hati ya Fe pelan aja jalannya." "oke, duluan ya dik, dim," pamit Lia.
Di jalan Lia bertanya-tanya tentang Dimas dan Digo karena memang Lia tidak pernah melihat Dig, ia hanya tah ceritanya dari Fefe.
"eh apa Digo masih suka sih sama lo, kok dari tadi gue perhatiin Digo ngliatin kamu terus apalagi sampe perhatian berlebihan kek kamu," Fefe yang ditanyai seperti itu di jalan ia menghiraukan ucapan Lia, karena walaupun ia juga terbayang bayang Digo tapi ia juga harus fokus jalan.
Sesampaimya dirumah Lia, Fefe segera pulang ia tidak mampir karena waktu sudah larut malam. Fefe segera berpamitan dan Lia mengucapkan trimakasih sudah mau mewujudkan keinginannya.