
"Hah kenyang banget perutku" ucap Karin setelah menghabiskan dua mangkuk bakso.
"Rakus" ucap Aldi melihat Karin yang duduk bersandar di seberangnya.
"Bukan rakus, aku tuh udah lama gak makan bakso lagi tahu" protes Karin yang tidak terima di bilang rakus.
"Kenapa?"
"Mama gak ngijinin, katanya gak baik makan bakso sering-sering, apa lagi bakso itu dari daging pasti berlemak banget, padahal anaknya suka banget"
"Saran tante bagus"
"Iya sih, tapi sejak aku pindah ke kota gak pernah makan bakso lagi, kalo minta sama mama selalu ada aja alesannya buat gak ngasih makan bakso" gerutu Karin yang merasa sebal kala ingat mamanya yang selalu mengalihkan ucapannya kalau Karin ingin makan bakso.
Lain dengan Aldi yang merasa penasaran saat mendengar karin mengatakan pindah kekota.
"Sebelumnya kamu dimana?" tanya Aldi mencoba mengendalikan dirinya yang sangat ingin tahu masa lalu Karin.
"Sebelumnya aku tinggal di desa.."
"Pantes aja kelakuannya kampungan, rupanya memang dari kampung" ejek seseorang yang berjarak tiga meja dari Karin.
Pandangan perempuan itu penuh ejekan dan sangat meremehkan Karin.
"Makan bakso aja sampe dua mangkuk, apa di kampung gak ada bakso? atau baksonya yang gak mau dimakan sama kamu?" ucap Neli dengan wajah songongnya.
"Mangkuknya gak sekalian di makan tuh? lumayankan masih ada rasa sisa-sisa baksonya juga" sambung teman Neli yang pernah membuly Karin di toilet.
"Kuahnya juga masih ada sisa di mangkuknya tuh, sekalian sendoknya jangan lupa" ucap Neli lagi.
Neli tidak pernah jera akan kejadian yang pernah menimpanya beberapa bulan lalu yang di cekik Karin. Ia merasa pasti Karin berani melakukan itu karena dia sendirian, sekarang Neli bersama kedua temannya yang terkenal badgirl.
Jadi Neli berani melakukan apa saja dan mengatakan apa saja tanpa takut ada yang menghalanginya kalau tidak ada guru.
"Untukmu aja kalo mau" ucap Karin santai tanpa melihat Neli dan teman-temannya.
"Heh cupu! jangan sok hebat cuma karena sama Aldi ya" marah Neli melihat Karin yang tidak melihatnya sama sekali.
Bahkan Karin dan Aldi asik menghabiskan minuman mereka.
"Wah bener-bener si cupu" ucap teman Neli.
"Minta di hajar dia" sahut yang satunya lagi.
"Heh cupu! kesini kamu kalo berani! lawan kita" ucap Neli yang masih duduk di bangkunya tanpa bergerak.
Tidak ada respon apapun dari Karin juga Aldi yang malah berdiri akan pergi meninggalkan kantin itu. Neli yang tidak terima di abaikan langsung meraih botol air mineral di meja yang masih baru.
"Rasain nih" ucap Neli.
Botol itu di lemparkan begitu saja oleh Neli ke arah Karin yang berjalan di samping Aldi. Menyadari bahaya mengancam Karin, Aldi hendak berbalik tapi di tahan Karin.
Karin sendirilah yang berbalik dan meninju botol itu keras hingga berbalik arah pada Neli sendiri. Akhirnya Neli lah yang terkena lemparan botol darinya sendiri.
Karena pukulan Karin yang keras membuat tutup botol itu lepas begitu saja, dan air tumpah tepat di tubuh Neli yang memang menjadi tujuan botol itu melayang.
Seluruh penghuni kantin tertawa melihat adegan itu, bahkan tidak sedikit yang mencemooh Neli sebagai orang yang ceroboh.
"Rasain tuh, makanya jangan jahat jadi orang" ejek seorang perempuan pada Neli.
"Kalo ada mereka berdua aja berani, sendirian gak berani"
"Tahu tuh, dasar ketiak bisanya cuma cari aman doang"
"Temannya juga mau-manunya di jadiin tameng"
"Digaji kali sama si Neli makanya mau nuruti apa yang di bilang Neli"
Neli mengeram marah mendengar hal itu, sedangkan kedua geman Neli mengeratkan genggaman tangan mereka marah juga.
"Awas kalian semua, aku bakalan balas kalian" teriak Neli marah.
"Hhuuu dasar gak tahu malu" ucap siswa laki-laki.
"Dasar sok berkuasa"
Kedua teman Neli yang mendengar itu langsung maju mendekati kedua laki-laki yang mengejek mereka itu.
"Udah kuat kalian berani ngejek kami"
"Ngajak berantem kayaknya nih" tantang kedua teman Neli.
"Siapa takut, ayo kelapangan" ajak kedua laki-laki itu.
"Buat apa kelapangan kalo disini juga bisa" perempuan berambut pendek langsung menendang kursi kantin sampai rusak.
"Cih, ciri-ciri orang sok memang begitu, hey memangnya kantin ini punyamu? kantin ini tempat orang cari nafkah jangan sembarangan ngerusak" ucap laki-laki itu.
"Perempuan kok gak ada akhlaknya" sahut yang satunya lagi.
"Bilang aja kalian takut berantem di lapangan" kompor yang lainnya.
"Iya tuh, secara mereka ini badgirl yang merasa paling hebat, padahal beraninya cuma sama adik kelas"
"Badgirl apanya beginian, di tantangin berantem di lapangan gak berani"
"Ayo siapa takut! Mori sama Nori itu jagoan gak pernah takut sama apapun" ucap Neli lantang membanggakan kedua temannya.
Pada hal yang terjadi sebenarnya adalah Mori dan Nori sudah merasa cemas akan tantangan itu. Bagaimana tidak cemas kalau selama ini yang mereka bully itu adalah sesama perempuan bahkan adik kelas.
Lah sekarang yang menantang mereka laki-laki seangkatan mereka. Ditambah lagi badan mereka yang lebih tinggi besar dari kedua teman Neli itu.
"Pasti gak berani itu karena mereka beraninya cuma sama perempuan aja"
"Iya kalo sama kita aja soknya minta ammpun, belagak hebat lagi"
Merasa malu karena tidak berani menjawab tantangan kedua laki-laki itu, Mori dan Nori pergi meninggalkan kantin. Padahal kalau di kantin mereka bisaa menggunakan meja dan kursi sebagai tameng dan alat penyerang.
Tapi kalau di lapangan mereka tidak bisa mengelak dari serangan lawan dengan mudah, apa lagi yang melawan laki-laki. Neli yang melihat kedua temannya peegi menatap tidak peecaya juga gugup karena di tinggal sendirian.
"Nah ini nih bos mereka yang sok kaya, padahal rumahnya aja gak ketahuan dimana" ucap perempuan di dekat Neli.
"Tunggu pembalasanku padamu" ucap Neli kemudian berlari pergi.
Rapi belum mencapai pintu keluar tangan Neli sudah di tarik.
"Gantiin dulu kursi saya yang udah di rusak nak" ucap pak penjaga kantin.
"Jangan pegang-pegang ya, gak level banget di pegang orang susah" Neli menghempaskan tangan wanita tua itu begitu saja dengan kasar.
"Kalo hak sanggup bayar jangan kasar sama orang tua woy" ucap laki-laki yang tadi menantang kedua teman Neli.
Takut dengan keduanya yang berjalan mendekat, Neli ambil langkah seribu untuk menghindar secepatnya.
HHHUUUUU
Terdengar sorakan semua orang di kantin saat Neli lari keluar. Iya benar-benar malu sekarang, tunggu saja pembalasaanku pikirnya.
Sedangkan Aldi dan karin yang sudah pergi dari kantin sejak Neli kesiram air dari botol yang di lemparkannya sendiri, kini keduanya sedang berada di jalan menuju pulang.
Karena akan ujian nasional minggu depan, dan ujian semester sudah selesai minggu yang lewat. Kelas 12 memang di beri waktu rehat selama seminggu sebelum ujian.
Sekolah atau tidak tergantung siswanya asalkan saat waktu pembagian kartu dan ruangan mereka datang saja. Supaya tidak kebingungan lagi nanti ketika akan menghadapi ujian.