Don'T Change My Destiny

Don'T Change My Destiny
S2- Topik News




Topik News



Note. Biar enggak terlalu panjang dan muter-muter kita percepat aja biar terungkap semuanya.


*****


... "Orang yang kuat bukanlah dia yang tidak pernah menangis, tetapi orang yang terus istiqomah di tengah godaan."...


*****


"Hiks, hiks .... Kenapa? Kenapa malah kaya gini," isak Nay memedamkan wajahnya dibantal.


Dia bingung dengan hatinya yang selalu mengatakan bahwa itu Radit namun logikanya yang mengatakan itu bukan Radit. Nay bingung, kenapa saat Nay ingin bangkit melupakan semuanya termasuk Radit Tuhan malah memberikan ujian lagi.


Menghadirkan Aditya yang begitu Mirip Radit, jika Nay tidak bisa mengontrol dirinya pasti saat dia melihat wajah Aditya Nay pasti akan langsung memeluk tubuh lelaki itu, menyurahkan keluh kesah Nay yang terjadi seminggu ini.


Perasaan Nay sudah terlalu dalam kepada Radit hingga membuat wanita cantik itu sering terpuruk seperti ini, seperti kejadian lima tahun yang lalu Nay sangat terpuruk saat Radit mengatakan talak kepadanya.


Tanpa Nay sadari seseorang yang sadari tadi mengikutinya, mendengar tangis Nay yang seperti tertahan karena tak ingin keempat anaknya mendengar.


"Hanya beberapa hari lagi , tolong bersabar,"


****


..."Janganlah kamu berduka cita, sesungguhnya Allah selalu bersama kita." (QS At Taubah 40)...


Tok... Tok...


Nay mengerjapkan matanya beberapa kali, matanya sembab. Setelah tadi puas menangis Nay langsung tertidur. Hidung mancung itu memerah akibat terlalu lama menangis.


"Mbak Nay," suara Tiara membuat Nay langsung berjalan kearah pintu. Tanpa mencuci mukanya Nay membuka pintu.


Tiara--adik perempuan Nay itu membawa paper bag besar. Wanita yang kini sedang mengandung anak keduanya itu menatap Nay dengan tatapan sulit diartikan.


"Mbak nangis?" tanya Tiara mengikuti Nay masuk kedalam kamar kakaknya itu.


"Hmm, mau apa Ra?" tanya Nay to the point. Saat ini Nay hanya ingin sendiri dan menenangkan diri untuk beberapa saat ini.


"Mbak, kenapa sih nangis? Mas Radit udah seminggu lebih loh," ucap Tiara.


"Kamu enggak ngerti Ra,"


"Gara-gara mas Adit mirip sama Mas Radit mbak jadi kaya gini lagi?" tebak Tiara membuat Nay langsung terdiam. "Mbak--"


"kamu, enggak ngerti! Kamu tau gimana rasanya kehilangan orang yang kamu cinta! Apa salah mbak berduka?" seru Nay.


"Maaf mbak, Ara juga pernah rasain itu tapi sampai kapan mbak berduka seperti ini?" balas Tiara.


"Sampai mas Radit kembali." cicit Nay.


"Mbak... "


"udah lah, mbak mau sholat dulu," ujar Nay lalu berdiri meninggalkan adik perempuannya.


****


..."Orang yang terkaya adalah orang yang menerima pembagian (taqdir) dari Allah dengan senang hati."(Ali bin Husein)...


Nay menuruni anak tangga dengan perlahan. Wanita yang memakai Piyama panjang berwarna maroon dengan hijab senada itu hendak untuk bergabung makan malam bersama keluarganya.


Langkah Nay terhenti saat kedua netranya bertabrakkan dengan Aditya. Kenapa setiap Nay bertemu Aditya rasanya selalu ingin menangis? Menangis lalu menceritakan keluh kesahnya.


"Nay ayo makan malam bersama," ajak Prita lembut.


Nay mengangguk pelan lalu berjalan menduduki kursi yang biasa ia pakai.


Tepat dihadapannya ada Aditya.


"Mom, are you okey? Mommy nangis lagi?" bisik Melody saat Nay sudah duduk kursinya.


"Adit kamu malam ini menginap saja." ucap Wendy yang masih nampak tenang.


"ahk, tidak usah Yah-- emm maksud saya tidak usah pak,"ucap Aditya.


Nay masih tak bergeming seolah tak peduli dengan topik pembicaraan itu. Nay tahan diri kamu jangan menangis terus. Batin Nay terus mengoceh kata itu.


Bohong jika hati Nay tidak bergetar saat melihat wajah Aditya. Bahkan saat ini jantung Nay berdetak lebih cepat dari sebelumnya.


"Nay," suara Wendy membuat Nay segera mengerjapkan matanya.


"Iyah? Ayah manggil Nay?" tanya Nay menatap wajah Wendy.


Wendy menghela nafasnya. "Kenapa?"


"Enggak papa, Nay cuman lagi enggak enak badan," ucap Nay.


"Ada masalah?"tanya Wendy, lagi.


"Banyak,"


Nay tidak mengerti dengan dirinya sendiri bahkan Nay bingung kenapa dia bisa seperti ini.


Wendy dan Prita saling melemparkan pandangannya, lalu pandangan Wendy berlatih kepada Aditya seolah mengatakan sesuatu dari tatapan itu.


'Seperti yang kita tahu bahwa sudah lima tahun belakangan ini perusahaan Radit entertainment sudah beralih nama menjadi Reka entertainment. Namun dua hari yang lalu perusahaan itu sudah beralih nama kembali menjadi; Radit entertainment. Dan kita semua juga tahu sudah lima tahun ini bapak Radit Mahendra menghilang namun dua hari lalu setelah pelantikan kembali perusahaan itu kembali. Seorang wartawan melihat bapak Radit Mahendra Disebuah pusat perbelanjaan.'


Nay menatajamkan pendengarnya, suara itu berasal dari ponsel Rayen. Tatapan nya berubah nafasnya menjadi sedikit memburu.


"Bodoh," samar-samar Nay mendengar itu.


Prang....


Nay tak sengaja menjatuhkan sendok yang ia pegang. Dia tidak mengerti lagi dengan semua yang terjadi.


*****


"Ikut aku,"


"Aws, sakit Rey,"


Seolah tuli Reymond tidak mengubris ringisan dari Nada, entah kenapa sampai sekarang Reymond membenci Nada. Setiap melihat wajah Nada dia selalu teringat kepada wanita iblis yang telah menghancurkan rumah tangga dan kebahagiaan Mommy dan Daddy nya.


"Kenapa?" tanya Reymond saat keduanya sudah berada ditaman belakang.


"Apanya?"


"Kenapa kamu tidak angkat kaki kamu dari rumah ini? Kamu bukan siapa-siapa disini! Apa kamu tidak punya malu? Apa kamu tau Ibu kamu yang udah hancurin semuanya?!" walau usia Reymond masih balita tapi pikirannya sudah mengerti dengan Setiap kejadian ini. Saat Reymond tau bahwa Nada akan tinggal dirumah megah milik Opah nya dia merasa kesal. Ingin rasanya dia menolak dan mengusir Nada namun Nay selalu menyuruh Reymond selalu bersikap baik Kepada Nada.


"Maaf," Nada merunduk takut. Entah lah dia takut kepada Reymond padahal usianya dan Reymond lebih tua dia.


"Ck, aku enggak butuh maaf kamu, aku mau kamu pergi dari kehidupan Mommy dan kita semua," seru Reymond.


Anak itu menatap wajah pucat Nada, ada rasa aneh dalam diri Reymond ketika dia selalu melihat wajah pucat Nada.


"Maaf Nada enggak bisa, Nada enggak punya siapa-siapa lagi," ucap Nada.


Reymond menatap Nada dengan tajam menurutnya Nada sampai kapanpun akan menuruni sikap Ibunya. Seperti iblis.


"Kamu kan masih punya nenek dan ayah kamu,"cetus Reymond.


"Aku enggak tau siapa Ayah aku," ucap nada.


Reymond menghentakan kakinya merasa kesal kepada nada.


"Gavin, kak Nad kalian ngapain disini? Kalian lagi. Main ya kok engga ngajakin Mel sih," suara cempereng Melody membuat nada dan Reymond kontan menoleh menatap anak perempuan itu.


"Gavin kamu jahatin kak Nad lagi ya?" tanya Melody memincingkan matanya menatap kesal kepada kakak kembarnya itu. Kenapa Reymond sangat tidak suka kepada Nada?


Melody dapat melihat raut sedih diwajah pucat kakak perempuannya. Tidak akan jauh pasti ini ulah Reymond.