Don'T Change My Destiny

Don'T Change My Destiny
S2- Tak bisa melupakanmu #terlalucinta



Padahal aku tau kita tak mungkin bersama lagi namun aku yang bodoh ini masih mencintaimu hingga detik ini dan aku yang bodoh ini Tak bisa melupakanmu karena #terlalucinta


*****


"Arghhh kalian bodoh! Sudah ku katakan jangan sampai dia kabur," teriak seorang wanita berpakaian sexy.


"Bodoh! Kalian semua bodoh! Kenapa Rama dan Winda bisa pergi? Kalian tau kan apa yang akan mereka lakukan jika mereka lolos,"makinya, pria paruh baya itu menendang perut bodyguardnya hingga terjungkal.


"Maaf tuan, Rama dan istrinya lolos saat kami tengah lengah," ujar salah satu pria berbadan besar itu.


"Bodoh! Bedebah kalian! Jika mereka lolos dan mengatakan semuanya kepada keluarga Handoko otomatis keluarga itu semuanya apa yang kita lakukan!" teriaknya lagi.


Wanita muda itu mendekat lalu memeluk tubuh pria paruh baya yang sudah memiliki keriput dimana-mana itu.


Mereka adalah Reka dan Veronika. Banyak kelakuan bejat yang mereka lakukan demi ambisi mereka berdua, diotak mereka hanya ada uang, uang dan uang. Setelah lima tahun kelakuan busuk mereka tidak ada yang mengetahuinya bahkan polisi sekalipun tidak ada yang tau.


"Sayang, sekarang kita harus bagaimana?" tanya Veronika manja, tangannya melingkar dipinggang Reka.


"Tidak perlu khawatir kita bisa meminta bantuan dia untuk menarik mereka kembali," ujar Reka mengusap surai milik Veronika.


"Caranya?"


"Kita bisa menggunakan darah Radit untuk sesembahnya, atau kita bisa menyiksa Radit agar dia puas," ujar Reka. Hatinya sudah tertutup oleh nafsu dunia hingga dia lupa akan yang namanya cinta dan belas kasih sayang.


Reka Mahendra, pria paruh baya yang telah mengorbankan semuanya demi ambisi yang tak ada habisnya.


*****


*Mommy jahat! Aku benci Mommy!


Aku hanya ingin bertemu Daddy, apa salah?


Jangan ganggu aku lagi, aku tidak mau berbicara apapun kepada Mommy*!


Tubuh Nay luruh kebawah saat mengingat kembali perkataan Reymond tadi, Nay tidak sengaja menyentak Reymond. Itu diluar kendali Nay, Nay hanya ingin Reymond tidak membahas Radit lagi. Mati-matian Nay melupakan Radit--laki-laki yang kini masih ia cintai padahal apa yang Radit lakukan kepada Nay sangat tidak bisa dimaafkan.


Katakan jika Nay bodoh karena terlalu cinta setelah apa yang Radit lakukan kepadanya.


Sungguh Nay terlalu naif jika mengatakan sudah benar-benar melupakan mantan suaminya itu.


"Mbak, aku mau ngomong," suara Tiara dari luar kamar Nay membuat wanita itu langsung menghapus air mata yang entah kapan menyeruk dipipi nya.


"Masuk aja Ra..." sahut Nay, berdiri berpura-pura sibuk.


Tiara menatap kakaknya yang terlihat sedang membenahi ranjang. Tiara tau jika kakaknya sedang tidak baik-baik saja. Mata Nay terlihat sembab, hidung Nay juga memerah persis seperti habis menangis.


"Hanya merajuk," balas Nay tanpa menatap adiknya.


"Mbak, apa mbak belum kasih tau Reymond yang sebenarnya? Prihal mas Radit dan mbak mbak yang sudah berpisah, aku takut jika mbak terus berbohong malah akan membuat Reymond semakin diam," tutur Tiara. Sebenarnya ada terbesit rasa iba dihati Tiara saat melihat keponakan laki-lakinya itu sering diam bahkan untuk berbicara saja rasanya Reymond jarang.


Reymond selalu berkunci diri didalam kamarnya, tidak ada yang boleh memasuki kamar itu bahkan pembantu sekalipun. Reymond akan keluar jika sudah waktunya makan entah itu makan siang atau makan malam karena jika sarapan anak itu tidak pernah keluar kamar..


Rasa iba itu semakin membuncak kala Reymond *demam panas dia selalu menginggau, memanggil kata; Daddy*. Apa sebesar itu rasa rindu Reymond kepada Ayahnya?


Apa salah jika semuanya menyalahkan takdir karena telah membuat anak kecil seusia Reymond berpisah dengan ayah kandungnya?


Keponakannya butuh figur seorang Ayah.


"Enggak usah dipikirin tentang Reymond dulu Ra... Fokus aja sama kesehatan kamu," ucap Nay mengalihkan pembicaraan, lagi.


"Iyah, mbak, "


Mereka sama-sama terdiam setelah itu. Tiara terus menatap kakaknya, apa benar kakaknya ini habis menangis?


Tiara menarik tangan Nay agar mendekat kearah nya. "Mbak abis nangis ya?" tanya Tiara menatap wajah kakanya dengan lamat.


Nay sedikit risih dengan tatapan Tiara kepadanya, adiknya ini pasti curiga. "Enggak Ra... Mbak cuman kelilipan," imbuh Nay.


"Kelilipan kok matanya sampai sembab terus idungnya juga merah," kekeh Tiara, ia sudah tidak bisa dibohongin lagi sekarang. "Mbak, kalau ada masalah itu cerita ke Aku, kata mbak kita kan saudari jadi harus terbuka" ujar Tiara..


Nay merunduk, tidak mengeluarkan suara apapun. Dia tidak tau harus bercerita dari mana. Nay tidak mau menambah beban pikiran Tiara dan keluarganya jika bercerita.


"Ra, apa salah mbak enggak bisa melupakan mas Radit? Karena mbak terlalu cinta sama dia?"


.


.


.


...


Bersambung....


Jangan lupa tinggalkan jejak okey.


Love you All, makasih buat yang udah mampir walau kalian semua cuman jadi pembaca gelap.