Don'T Change My Destiny

Don'T Change My Destiny
6. Bab 6:Pergi



Mas Radit melambaikan tangannya. Senyum diwajahnya terukir, sepertinya dia sangat senang saat Ayah mengatakan akan membawanya naik pesawat.


Ya, hari ini Mas Radit dan Ayah berangkat ke Jerman dan aku?


Aku akan mengurus perusahaan Ayah dan karir ku disini serta menunggu Mas Radit datang dengan keadaan yang berbeda sebelumnya.


Dulu aku selalu berdoa pada Allah untuk memberikan Mas Radit kesembuhaan. Dulu saat guna-guna itu selalu dikirimkan Mas Radit selalu kesakitan tapi Mas Radit lebih sering memuntah kan darah dan juga Mas Radit akan berteriak serta kasar kepada ku jika hal mistis itu dikirimkan.


Konyol bukan?


Hanya karena ingin balas dendam mereka membuat Mas Radit menderita. Semua keluarga bahkan orangtuanya selalu memanfaatkan Mas Radit.


Tapi aku cukup mengerti dengan kemampuan Mas Radit yang diluar orang normal. Dia dapat menyelesaikan soal-soal ujian hanya dalam satu menit dan dia juga dapat membuat perusahaan Papa nya maju hanya dalam satu bulan. Kinerja otaknya sangat berbeda dan Mas Radit juga termasuk orang terjenius di Asia.


"Non kok ngelamun?" suara Bi Sri membuat iu langsung tersentak.


Aku memang mengajak Bi Sri untuk menjadi asisten di rumah Ayah karena aku tau jika Bi Sri sudah tidak punya siapa-siapa. Suami dan anak-anaknya sudah meninggal karena kecelakaan maut beberapa tahun lalu.


"Kangen Mas Radit ya?" Aku hanya tersenyum. Ucapan bibi memang benar, saat ini aku memang sedang merindukan mas Radit padahal baru saja beberapa menit yang lalu dia pergi.


"Bibi tau aja," kekeh ku dan Bi Sri pun terkekeh mendengarnya.


"Bibi tau jika Mas Radit sudah menjadi bagian orang terpentin dalam hidup Non selain Pak Wendy," Bi Sri mengusap ubunku dengan lembut.


"Iyah, Bi..." aku hanya tersenyum namun senyum ku luntur seketika saat sesuatu dalam pikiranku menganjal sejak bertahun-tahun.


"Bi, Ayah pernah bilang kalau Bibi udah kerja sama keluarga Nay itu sebelum Nay lahirkan? Berarti bibi tau dong dimana dan siapa Bunda Nay?" air muka Bi Mina tiba-tiba berubah sedih. Aku semakin bingung dengan semua ini. Setiap aku bertanya tentang Bunda kepada Ayah pasti Ayah akan diam dan mengalihkan pembicaraan. Aku bertanya kepada Nenek atau kakek sama seperti Ayah diam dan mengalihkan pembicaraan. Aku bertanya kepada Bi Sri pun sama hanya diam.


"Sebenarnya Bibi ingin bercerita sejak lama namun Bibi takut bapak marah Non," lirihnya. Wanita paruh baya itu langsung merunduk.


"Ayo Bi.. Cerita aja," desakku. Namun lagi bibi hanya diam.


"Dulu saat Non Nay baru saja berumur 4 tahun Ibu tiba-tiba menghilang dan pergi meninggalkan Bapak dan non Nay. Kehidupan bapak dan ibu selama 5 tahun sebelum non lahir baik-baik saja, tentram, dan harmonis namun saat usia pernikahaan Bapak dan Ibu yang ketujuh ibu tiba-tiba pergi tepat dimana ulang tahun pernikahaan Bapak dan ibu.


"Bunda pernah kembali?"


"Pernah, saat itu umur non Nay sudah 12 tahun namun bapak melarang akses untuk ibu menjenguk enon,"


Aku tidak pernah menyangka jika apa yang selama ini ingin ku ketahui malah membuatku menangis dan membuat hati ku sakit.


"Apa Bibi punya foto Bunda?"


"Punya. Ibu adalah wanita yang baik, ramah, dewasa dan peduli kepada semua orang." aku hanya tersenyum. Aku memang belum pernah tau sosok Bunda seperti namun saat mendengar cerita Bi Sri aku yakin jika Bunda adalah wanita yang sangat sempurna hingga membuat Ayah jatuh cinta.


Ayah memanh sangat sulit untuk didekatkan. Sudah banyak wanita yang mendekati Ayah namun Ayah selalu menolak dan berkata hanya fokus kepadaku saja.


"Ini non," Bi Sri memberikan beberapa lembar foto.


Disana terlihat seorang wanita tengah tersenyum. Wanita itu memakai dres selutut dres itu berlengan panjang berwarna orange. Lesung dipipi kirinya dan gigi ginsul di kanan menambah khas cantik. Mata bulat, bulu matanya lentik, alis tebal dan rambut pirang sebahu membuat aku tau jika Ayah sangat mencintai Bunda bukan karena ahlak saja namun karena fisik juga.


"Mirip sekali dengan Tiara,"gumamku menginggat seorang suster dirumah sakit tempatku bekerja.


✨✨✨✨✨


Penasaran siapa Tiara?


Penasaran juga tentang alasan Bundanya Nay pergi?


Tunggu part selanjutnya ya.


Ouh iyah, maaf jika cerita-cerita Ayu enggak akan banyak komplik karena Ayu enggak bisa bikin alur yang banyak komplik :)


Dan satu lagi untuk beberapa part selanjutnya Radit dan Ayah Nay enggak muncul dulu yah.


Selamat hari Kamis.