Don'T Change My Destiny

Don'T Change My Destiny
S2- Dunia ini enggak adil & Titipan





Dunia ini enggak adil & Titipan.


"Dunia ini ibarat bayangan. Kalau kau berusaha menangkapnya, ia akan lari. Tapi kalau kau membelakanginya, ia tak punya pilihan selain mengikutimu." (Ibnu Qayyim Al Jauziyyah)




*****


Setiap makhluk hidup pasti akan kembali kepada sang pencipta, Tuhan akan mengambil miliknya kembali dengan cara yang berbeda-beda.


Manusia terbuat dari tanah dan akan kembali kedalam tanah saat malaikat yang diutus Allah telah menjemput dan membawa kita. Dunia hanya sementara namun akhirat yang abadi.


Kita semua ada didunia ini ibaratkan sedang bertamu sebelum kita benar-benar pergi kembali kerumah kita yaitu; Akhirat yang kekal abadi.


Jodoh, maut, dan rezeki sudah Allah atur. Bahkan tidak ada satupun yang bisa menebak ketiga kata itu selain Allah.


Titik tertinggi mencintai adalah melepaskan bukan? Tapi jika sampai saat ini kata 'melepaskan'' itu yang membuat seseorang terpuruk apa bisa?


Allah memang tidak melarang untuk bersedih kala orang yang kita cintai telah kembali kepada Allah namun Allah melarang kita untuk terlalu larut dalam kesedihan.


Kini, angin semilir masuk kedalam celah jendela. Keterpurukkan lima tahun yang lalu kembali ia rasakan. Rasa sedihnya terialu mendominasi saat ini.


Terkadang kita hanya perlu untuk mengikhlaskan tapi apa dengan kata-kata saja itu cukup?


Jawabannya; Tidak.


Nay, menatap kearah langit yang bertaburan bintang, malam ini Nay masih merasakan kesedihan yang teramat. Boleh Nay berharap bahwa ada keajaiban bahwa Allah mengambil kan Radit-nya?


Walau harapan itu akan menimbulkan rasa kecewa, lagi. Tapi Nay tetap ingin berharap. Berharap keajaiban itu datang. Tapi apa itu akan adanya setelah Nay melihat gundukan tanah yang menutupi tubuh Radit dan nisan bertulisan nama Radit yang membuat Nay masih tidak percaya.


Dunia ini enggak adil. Kenapa, saat aku merasakan kebahagiaan beberapa saat malah langsung diambil dalam waktu sekejap. -- Batin Nay.


Air matanya terus turun. Helaian anak rambut panjang Nay membuat wanita cantik itu segera menyingkirkan dengan jemari lentik miliknya.


"Mom," suara Melody membuat Nay segera menghapus air matanya lalu membenarkan letak duduknya.


Melody masuk kedalam kamar Ibunya yang nampak gelap hanya cahaya bulan yang menerangi alunan lagu Judika-- Tak Mungkin Bersama terdengar nyaring dikamar ini.


"Mom, Mel rindu Mommy. Mommy masih sakit ya? Udah seminggu lo Mommy didalem kamar enggak pernah keluar," ucap Melody memeluk tubuh ibunya.


Sisi dewasa Melody keluar jika melihat ibunya seperti ini, terpuruk.


"Mommy hanya tak ingin saja," ujar Nay menatap kearah luar namun tangannya mengusap punggung mungil Melody.


"Mommy tau, Daddy enggak pernah datang dimimpinya Mel, jahat ya Daddy padahalkan Mel masih kangen sama Daddy," kata Melody.


Mommy juga sama sayang. Mommy rindu sama Daddy-mu.


Nay tampak tak bergeming, piyama panjangnya ia benarkah dengan pelan lalu membimbing Melody untuk tertidur bersamanya.


"Mel, temani Mommy ya?"


Melody mengangguk cepat memang itu tujuan dia kemari, menemani Mommy nya tidur.


"Too sayang,"


Perlahan kedua bola matanya tertutup begitupun dengan Melody. Keduanya tertidur saling berpelukan.


******


'Penguaha bernama Reka Mahendra ditahan dengan tuduhan penganiayaan.'


'Telah ditemukan mayat di salah satu apartemen terkenal di Jakarta diduga mayat tersebut gantung diri karena depresi. '


Nay melemparkan koran yang baru saja ia baca. Nay tau mayat itu adalah Veronika. Setelah kejadian dirumah sakit Veronika memang tidak ada kabar lagi dan sekarang berita itu sangat mengemparkan dunia maya. Veronika gantung diri akibat depresi.


Wanita itu berjalan kearah luar rumahnya berniat berkeliling diperumahannya. Dia merasa jenuh lama-lama didalam rumah. namun saat Nay membuka pagar rumahnya dia kaget saat melihat anak perempuan berusia 8 tahun tertidur dengan memeluk sesuatu.


"Siapa dia," gumam Nay.


"Hai, kamu siapa? Kenapa ada disini?" tanya Nay mengusap punggung anak perempuan itu. Setelah ia berjongkok.


Anak perempuan itu mendongkak menatap Nay. "Tante dingin," Tubuh anak perempuan itu nampak mengigil.


Nay segera melepaskan jaketnya memakainya itu ditubuh anak kecil yang tidak tau namanya siapa.


"Kamu siapa? Kenapa ada dirumah tante?" tanya Nay.


"Na--Ma a-ku Nada tante, udah tiga hari aku disini, kemarin om satpam sama opah-opah udah ngusir aku tapi balik lagi karena aku enggak tau harus kemana lagi, Nenek aku buang aku disini setelah Mama pergi," ucap Nada memberikan sebuah kertas kepada Nay.


Nay menerima kertas itu. "Ini apa? Emang siapa Mama kamu?"


"Itu surat dari Mama, Tante .... Buka aja. Mama aku nam--"


"Nay, kamu ngapain diluar gini?" tanya Prita baru saja datang bersama Reymond.


"Mom, ayo masuk," ajak Reymond.


Nay mengangguk menyauti ajak putranya. "Ayo kamu masuk dulu."


Prita dan Reymond menatap Nay dengan tatapan penuh tanya namun yang ditatap malah tersenyum.


******


...Untuk kamu, Naysilla Handoko. ...


...Aku meminta maaf untuk sebesar-besarnya karena telah menghancurkan rumah tangga kamu, aku juga udah ikut andil menyiksa dan mengurung Radit serta Rayen. ...


...Nay, Aku mau minta tolong, tolong urus Nada. Anakku. ...


...Sekali lagi aku minta maaf sama kamu Nay, karena aku, kamu dan Radit menjadi seperti ini. Aku mengaku salah atas semua ini. Tapi tolong urus dan asuh Nada seperti anak kamu sendiri. ...


...Sejak dia bayi aku tidak mengurusnya, Aku selalu menelantarkan anak itu. Aku titip Nada sama kamu, satu hal yang harus kamu tau salah satu Ginjal Nada aku jual. ...


...Tertanda; Veronika. ...


*****


Nay menatap iba kearah Nada, anak perempuan itu sangat cantik dan imut. Sangat mirip dengan Veronika.


Kenapa harus Nay? Kenapa tidak orang lain saja?jujur Nay masih ada marah kepada Veronika. Namun apa bisa Nay berbuat tega kepada anak yang tak berdosa dan tak tau apa-apa seperti nada?