
Ost. Hati tak bertuan by Rossa
*****
**Lepaskan.
Lepaskan apa yang ingin kamu lepaskan, genggam apa yang ingin kamu genggam*.
Melepaskan mungkin bukan hal yang mudah untuk dilakukan namun jika itu mampu membuat orang yang kita sayang merasakan bahagia tanpa kehadiran kita maka lepaskanlah karna percuma jika kamu genggam namun hatinya terus kamu buat terluka.
Ini buka prihal memiliki atau cinta lagi namun ini prihal hati perempuan yang harus kita jaga agar tidak retak.
Hati perempuan seperti kaca, sekali pecah mustahil untuk kembali.
Rasa sakit memang akan ada namun itu akan membuat hati wanitamu merasakan bahagia dan tidak terluka lagi karena ulah mu sendiri*.
*****
Nay mencoba bersikap biasa saja, seperti apa yang dikatakan oleh Prita;"Mau bagaimanapun sikap Radit kepada kamu, kamu harus tetap bersikap baik kepadanya. Tugas mu melayani dan merawatnya bukan mengabaikan,"
Radit keluar dari kamar mandi dengan setengah telanjang, sehelai handuk menutupi bagian pinggang hingga lututnya. Nay hampir terpesona kepada suaminya itu, sejak dulu awal mereka bertemu Radit tidak pernah berubah. Kharisma Radit selalu ada, tak ayal jika wanita langsung jatuh cinta jika melihat Radit seperti apapun.
Mas, Nay rindu.
Nay hanya mampu menatap saja, ingin membuka obrolan terlebih dahulu pun dia bingung harus mengatakan apa, sikap Radit menjadi cuek dan tak acuh kepada Nay.
"Nay? Kamu bengong?" Nay tersentak kaget saat mendengar suara berat milik Radit.
Aroma mint menyeruk kedalam indra penciuman Nay membuat jantung wanita itu berdetak tak karuan karena setelah beberapa waktu mereka seperti orang asing malah sekarang menjadi dekat, lagi. Bahkan Nay tidak sadar jika Radit sudah berpakaian rapih.
Kedua tangan Radit merengkuh tubuh Nay, memeluk istrinya-- untuk terakhir.
"Maafkan saya karena tidak bisa menjadi suami yang baik untuk kamu, saya sangat buruk," suara parau itu membuat Nay langsung memejamkan matanya karena ikut merasakan apa yang Radit rasakan saat ini.
Rasanya Nay berat sekali untuk berkata sesuatu, seperti ini adalah waktu terakhir kebersamaannya dengan Radit.
Entah dia atau Radit yang pergi.
Entah dia atau Radit yang menyerah.
'tahan diri kamu Nay jangan lemah,' Nay berusaha menguatkan dirinya sendiri agar tidak menangis.
"Jika nanti saya bukan jodoh kamu, jangan pernah lupakan saya. Kenang saya sebagai laki-laki bodoh yang menyanyikan kamu ,"
Radit memejamkan matanya berusaha agar tidak menangis.
Dadanya sesak, laki-laki itu menggigit daging bibir bawahnya memendamkan wajahnya dibahu sang istri. Biarkan Radit merasakan kehangatan ini untuk yang terakhir kalinya sebelum dia harus melepaskan Nay demi kebahagiaan Nay dan keselamatan Nay juga.
Tidak ada yang menginginkan Radit hidup bahkan keluarga Radit sendiri tidak mau Radit hidup walau hanya sebentar, mereka mengambil semuanya dalam waktu yang bersamaan saat Radit sedang nikmati untuk bahagia.
Orangtua Radit saja membenci Radit.
Nay dapat merasakan bahunya basah dan dia yakin jika suaminya sedang menangis namun Nay belum mau berkomentar apapun untuk membalas saja Nay tidak.
"Saya tidak akan pernah menemukan kebahagiaan yang sama didalam sosok yang berbeda, setiap orang punya pelukan hangat masing-masing, punya pundak nyaman sendiri-sendiri, punya rumah untuk berteduh begitupun dengan saya. Kamu rumah untuk saya mengadu, pundak kamu tempat saya menyalurkan beban, dan pelukan kamu yang mampu membuat saya merasa hidup kembali. Nay..... Sa-ya melepaskan kamu.... "
Ada rasa berat saat Radit mengatakan kata terakhir itu, dia takut jika semakin lama semua ini ia genggam malah membuat Nay terus terbebani dengan kehidupan Radit.
Mendengar kata itu bukannya membuat Nay marah atau meminta melepaskan pelukan itu. Nay malah melingkar tangannya baru membalas pelukan Radit, kepalanya mengeleng--membantah ucapan Radit.
Bukan ini yang Nay mau, bukan. Nay mendiamkan Radit karena ingin membuat Radit tersadar bukan malah membuat Radit melepaskannya.
"Mas....." lirih Nay saat Radit melepaskan pelukan itu. Nay tidak mau Radit pergi.
"Naysilla Handoko saya melepaskan. Saya mentalak kamu!" Radit berdiri wajahnya sudah tidak berekspresi sama sekali.
"Mas..." suara Nay tertahan kala mengatakan itu. Tenggorokannya terasa tercekat karena ini. Radit mentalaknya hari ini--disaat Nay berniat memperbaiki semuanya.
"MAS RADIT JAHAT!!!!" teriak Nay diiringi dengan tangisannya. Raditnya sudah pergi--benar-benar pergi.
Nay terisak pelan karena ini. Tangannya terkepal--meremas ujung hijabnya . Pelukan hangat Radit masih terasa dan itu membuat hatinya terluka.
Radit menyerah.
Perjuangan Nay hanya sampai sini saja sebagai istri.
Raditnya pergi.
Perjuangan Nay cukup sampai disini saja.
Terima kasih engkau telah hadir walau hanya sebentar, aku percaya kepada takdir dan juga aku percaya kepada Allah. Semoga kita dipertemukan dengan waktu yang berbeda dan semuanya sudah berubah, aku harap semua itu terjadi.
******
Holla, ini chapter terakhir tentang perjuangan Nay dan Radit, untuk selanjutnya aku buat seasoon dua prihal teka-teki semuanya yang akan terjawab .
Semuanya yang terlewat akan terkuak dia part-part selanjutnya.
See you gays.
Jangan lupa tinggalkan jejak. Kasih komentar dan like.
Sembari nunggu jangan lupa mampir ke cerita ku yang lain.