Don'T Change My Destiny

Don'T Change My Destiny
S2- Hyperarousal



Sebenarnya kamu kenapa? Ada apa dengan kamu? Hatiku selalu resah memikirkan kamu yang tak ada kabar, putra-putrimu sudah besar dia merindukan kamu.


*****


"Reymond kenapa?" tanya Nay panik. Saat ini Reymond sedang diperiksa dokter. Tubuh anak laki-laki itu sangat panas sampai saat ini Reymond masih belum bangun.


Fauzan tidak mungkin memberi tahu yang sebenarnya, bisa-bisa Nay panik dan akan langsung bertindak tanpa memikirkan nyawanya sendiri.


Tiara yang sudah diberi tahu oleh Fauzan, tadi. Dia hanya diam. Dia cemas kepada keadaan Reymond yang sangat memperhatin kan.


"Fauzan! Jawab, Reymond kenapa? Kenapa dia bisa kaya gini?" desak Nay menguncangkan tubuh Fauzan meminta penjelasan.


"Saya enggak tau, Reymond sudah pingsan seperti ini saat saya datang," Bohong Fauzan. Lebih baik berbohong untuk kebaikan Nay. Pikirnya.


"Ya Allah kenapa semuanya seperti ini," tubuh Nay luruh kebawah, kenapa harus anaknya bukan dia saja yang mengalami semua ini. Jika seperti ini Nay benar-benar merasa dirinya tidak becus menjadi seorang ibu..


"Maaf, saya ingin berbicara serius," ucap dokter tersebut baru saja keluar dari kamar Nay.


Nay langsung berdiri mengikuti dokter masuk begitupun dengan Tiara dan Fauzan.


Nay mengepalkan tangannya, andai saja tadi Nay tidak membentak Reymond pasti semuanya tidak akan seperti ini. Reymond tidak akan sakit kembali.


"Tuan muda mengidap Hyperarousal," ujar dokter.


Fauzan, Tiara dan Nay kontan menoleh menatap dokter bernama Reza itu. Dokter Reza adalah dokter keluarga Handoko, sudah turun temurun keluarga Reza bekerja dikeluarga Handoko.


"Maksudnya?" tanya Nay.


"Dokter Silla pasti tau prihal Post traumatic stress disorder atau yang lebih dikenal PTSD. Hyperarousal juga semacam PTSD.


"Apa bisa disembuhkan?" tanya Fauzan mewakili Nay, wanita itu masih menangis sesegukkan. Nay masih mengira menyebabkan Reymond seperti ini adalah dirinya.


"Bisa, namun harus ada dukungan tertentu dari orang yang benar-benar tuan muda sayangi atau berpengaruh dalam hidup tuan muda, seperti ......."


"Dad--dy,"


Kontan semuanya langsung menoleh kearah Reymond. Mata Reymond masih tertutup namun bibir mungilnya itu terus menyembut Daddy.


"Sorry, tadi anda belum menyelesaikan omongannya," ucap Fauzan memecahkan keheningan.


"Ya, maksud saya orang berpengaruh untuk tuan muda adalah Daddy nya," sahut dokter Reza.


Nay menghapus air matanya lalu mendekat kearah Reymond mendudukkan tubuhnya dibibir ranjang agar dekat dengan putranya. Tangan Nay terulur mengusap surai hitam milik Reymond.


"Kenapa harus dia yang berpengaruh dihidup kamu Rey?" tanya Nay. Demi apapun siapa saja yang mendengar itu hatinya akan teriris.


Nay merasa selalu tidak becus menjadi seorang ibu jika Reymond seperti ini.


Sebagai sesama ibu Tiara ikut menangis.


Nay tidak salah, Radit juga tidak salah lalu siapa yang harus salahkan?


Jawabannya adalah, tidak ada.


Ya, jawabannya tidak ada karena ini bukan kesalahan apapun. Ini adalah garis tangan tuhan yang ditakdirkan untuk hidup Nay dan Radit sebelum menuju bahagia. Mungkin.