
Plakkk.....
Satu tamparaan mendarat dipipi kanan Radit oleh Nay.
Nay yang berniat memberikan kejutan dengan diam-diam datang ke kantor suaminya malah dikejutkan oleh Ranti— sekertaris Radit yang sedang menangis. Awalnya Nay tidak tau namun saat melihat taspack dan sebuah foto membuat Nay marah.
Foto itu menunjukkan seorang laki-laki dan perempuan sedang melakukan hubungan suami istri dan Ranti mengatakan bahwa itu dirinya serta suaminya yang sedang melakukan itu dalam keadaan mabuk.
"Kemarin mas bilang ke Nay kalau mas enggak akan tergoda sama Ranti tapi sekarang dia sampai hamil mas. Nay bener-bener kecewa sama kamu, Mas. Nay kira mas bisa tepatin ucapan mas waktu itu," Nay terisak saat mengatakan itu tak peduli lagi sekarang dia ada dimana yang jelas perempuan itu benar-benar kecewa. Kecewa dan tak menyangka jika suaminya bisa melakukan zina seperti itu.
"Demi Allah Nay saya enggak melakukan itu. Dia berbohong," bantah Radit mencoba mendekati Nay namun sekali lagi istrinya malah mundur.
"Saya tidak berbohong pak. Waktu itu kita benar-benar melakukannya jika pak Fauzan ada dibisa menjadi saksi. Kita sama-sama mabuk waktu itu," sahut Ranti sama hal nya dengan perempuan itu sedang terisak.
"DIAM!!" bentak Radit kepalang emosi sama seperti Nay.
"Nay kira dengan adanya janin dirahim Nay mas udah cukup sama kita berdua dan tidak akan melakukan itu dibelakang Nay," Nay menghapus air matanya mencoba tidak menangis karena ini.
Radit langsung memeluk Nay tidak peduli dengan perempuan ******* itu karena menurut Radit Nay segala-galanya dia tidak mau kehilangan wanitanya. Apalagi sama Nay meminta berpisah setelah anaknya lahir Radit tak bisa membayangkan jika itu terjadi.
"Saya berani bersumpah jika itu adalah kebohongan. Nay dengarkan saya, Saya tidak pernah bersulingkuh atau bermain api dengan di apalagi apalagi sampai membuat dia hamil," Nay ingin terus berontak untuk melepaskan dekapan Radit namun tenaganya sudah terkuras menangis tadi jadi hanya diam sembari terisak dalam dekapan Radit namun tangannya tak membalas dekapan Radit karena masih kecewa.
"Tolong percaya saya Bu... Saya benar-benar sedang mengandung anak pak Radit disin saya juga memang salah namun saya tidak mau dicap ****cur oleh semua orang karena hamil diluar nikah apalagi keluarga saya pasti akan sangat kecewa," Ranti mendekat kearah Nay lalu bersimpuh setelah mengatakan itu sembari terisak.
"Kamu tau jika kamu sudah membangungkan serigala yang sedang tertidur yang itu artinya kamu sudah membuah saya emosi. Kalau kamu terbukti berbohong atau mengompori istri saya kamu akan tau akibatnya," bentak Radit membua Ranti terdiam kaku.
Sedangkan Nay menatap tak percaya saat melihat emosi suaminya yang sangat menyeramkan. Sisi gelap suaminya sudah bangkit, Nay sebenarnya takut namun dia memberanikan diri mendekat kearah suaminya karena tidak mau jik Radit menyakiti orang lain apalagi ini perempuan sedang hamil pula.
"Mas," Nay menyentuh tangan Radit mencoba melepaskan jambakkan.
"Tidak akan! Dia sudah ingin berniat menghacurkan rumah tangga kita, saya tidak akan melepaskannya sebelum dia mengaku," cetus Radit menyentak tangan Nay dengan sedikit kasar.
"Sa_kit pak..." ringis Ranti namun Radit menulikan pendengarannya. Tidak peduli dengan ringisan ucapan Ranti atau pun Nay.
"Mas, jangan kaya gini. Nay emang kecewa sama Mas tapi Nay lebih kecewa kalau Mas nyakitin orang lain apalagi Ranti itu perempuan," Mendengar itu Radit langsung menyentak Ranti hingga tersungkur lalu tubuhnya merosot dihadapan Nay.
Nay terdiam menatap Ranti lalu beralih kearah suaminya namun alih-alih berbicara Nay malah melongos pergi untuk menenangkan dirinya. Perempuan berhijab itu butuh ketenangan untuk beberapa saat.
Radit yang melihat itu tambah frustasi karena pikirannya sudah melayang kemana-mana. Dia benar-benar takut jika Nay meninggalkannya apalagi ini bukan masalah ini besar.
Apakah ini awal permasalahan rumah tangganya?
Jika benar kenapa harus disaat mereka hampir bahagia. Benar kata orang jika rumah tangga itu tidak akan semulus jalan aspal pasti akan rintangannya yang entah itu apa dan rintangan itu pasti akan datang kapan saja.
B E R S A M B U N G . . . . . .