
Beberapa Minggu Kemudian....
Rumah megah milik Wendy sudah disulap menjadi rumah bak istana. Dekorasi warna pink dan silver dengan balon-balon mengelilingi rumah itu.
Memang terkesan seperti anak kecil tapi Wendy hanya ingin yang terbaik untuk sang putri apalagi Nay mengatakan jika malam ini akan ada kejutan yang sangat menarik.
Dengan mengundang 500 orang Wendy membuat rumah itu sangat ramai. Acaranya pun digelar siang hari.
Dan kini Tiara, Nay dan Prita sedang didalam ruang rias. Tak tanggung-tanggung Wendy membawa MUA terkenal di Asia hanya untuk acara ini saja.
"Cantik, Pantas saja putri-putrinya cantik sekali dan juga pasti Tuan Wendy sangat mencintai nyonya," puji MUA yang merias dan Prita hanya tersenyum membalas ucapan sang MUA tersebut.
Tak berapa lama Radit datang dengan wajah ditekuk mungkin pria itu belum juga mendapatkan bukti yang membuat kepercayaan istrinya kembali.
Nay yang melihat suaminya datang langsung menyuruh MUA pergi lalu melanjutkan make up nya sendiri.
"Kenapa wajahnya ditekuk gitu sih Mas?" tanya Nay menatap sekilas lalu kembali melanjutkan aktifitasnya.
"Hffttt.... masalah itu... Masalah Ranti saya belum menemukan bukti,"
Nay menyudahi meriasnya lalu membenarkan sembentar penampilannya. Saat ini jangan dulu dirinya dan Radit melibatkan Wendy, Prita serta Tiara dulu.
Perempuan itu membawa suaminya keluar jauj dari sana.
"Mas dengerin Nay, apapun nanti masalahnya Nay akan tetep disisi Mas. Masalah Ranti jangan sampai buat Mas strees atau jangan sampai membuat berpikiran terlalu berat," ucap Nay saat dirinya dan Radit berada ditaman belakang.
Radit melingkarkan tangannya dipinggang sang istri lalu tangan satunya mengusap perut Nay.
"Maafin Daddy ya kalau udah bawa kamu ke masalah rumit ini Daddy janji setelah ini enggak akan ada masalah lagi yang buat Mommy kamu terlibat," ujar Radit membuat Nay tersenyum.
"Jadi panggilannya Daddy sama Mommy aja enggak akan Ayah sama Bunda?" tanya Nay mengalihkan pembicaraan prihal Ranti.
"Hmm,"
"Ya udah yuk acaranya udah mau mulai dan pastinya ada kejutan yang luar biasa,"
_____***_____
Suasana yang tadinya ramai karena alunan musik serta suara orang tertawa bahagia terhenti kala seorang perempuan menangis diantara ratusan orang itu.
Ranti, menangis ditengah-tengah para tamu sembari membawa selembar foto yang ia akui itu dirinya dan Radit yang sedang melakukan hubungan suami-istri.
Komentar negatif menghujami Radit dan keluarga Handoko. Para tamu mulai berbisik yang aneh-aneh namun itu semua tidak berpangaruh kepada Wendy serta Prita malahan sekarang mereka sedang memikirkan agar Radit jangan dulu mendengar komentar negatif itu.
"Hiks...Hikss... kalian semua kelakukan menantu keluarga Handoko sangat tidak terpuji," isak Ranti dengan suara lantang membuat Radit yang baru saja datang langsung ingin meluapkan emosinya.
"Kamu disini aja Mas, Biar Nay yang selesain semuanya. Inget jangan sampai emosinya naik," ucap Nay lalu berjalan mendekat kearah Ranti memunguti lembaran foto itu.
"Jangan menangis nanti janin kamu ikut menangis," Nay membantu Ranti berdiri dan hal itu membuat semuanya tercengang.
Seorang istri yang tau suami menghamili wanita lain bisa setenang ini? batin para tamu. Nay masih bisa tersenyum dan membantu Ranti.
"Ranti saya ucapkan selamat atas akting kamu, sangat luar biasa,"
B E R S A M B U N G . . . . . .