Don'T Change My Destiny

Don'T Change My Destiny
35. Bab 35: Positif Hamil



Tak Mungkin Bersama—Judika.


Lagu cocok buat part ini.


___***___


Tiara membuka matanya dengan perlahan. Kepalanya sangat pening dan perutnya terasa sakit.


Kedua netranya kembali berkaca-kaca saat menginggat beberapa jam yang lalu dimana pria yang kini— mungkin sudah pergi untuk selama-lamanya.


"Kak Fau..." lirih Tiara dengan pelan sangat pelan lalu mengubah tubuhnya menjadi menyamping. Perempuan itu terisak pelan menangis sesegukkan.


"*Ra, Ara. Kalau nanti kita punya anak aku mau ngasih namanya itu Faura—Fauzan-Ara,"


"Nanti kalau nikah, Gak pa-pa ya tinggalnya diapartemen,"


"Nanti udah nikah aku mau punya anak 2 aja dan jaraknya harus jauh-jauh aja kalau deketan nanti gangguin kita berduaan*,"


Tiara semakin terisak saat menginggat kembali setiap kata-kata Fauzan yang selalu menyelipkan kata 'nanti'


"Jangan nangis nanti tambah cantik kalau tambah cantik banyak yang suka dan aku cemburu lalu terlupakan,"


"Kalau ada yang bikin kamu nangis bilang sama aku biar aku abisin dia,"


"Kak Fau... Sekarang Ara udah maafin kakak. Tolong kembali," isak Tiara semakin pilu.


Sekarang atau pun nanti Fauzan benar-benar tidak akan pernah kembali lagi namun apa salah jika Tiara berharap jika Allah mengubah ini hanya mimpi bukan Nyata.


Bahkan Tiara saja tidak tau dimana tempat Fauzan dikebumikan karena tadi dia pingsan saat merasakan perutnya sakit.


"Ra..." Prita menatap iba kepada putrinya, baru kali ini Tiara sesedih ini bahkan sampai menangis sesesugukkan.


Wanita paruh baya itu lalu mendudukkan tubuhnya dibibir ranjang mengusap kepala putri keduanya.


"Ikhlaskan Fauzan ya... Dia sudah tenang dan bahagia seluruh rasa sakitnya sudah hilang.


Kamu tau jika saat malam itu Fauzan melakukannya karena efek dari alkohol yang dia minum dan saat dia mengatakan itu hanya kebohongan ...


... Seminggu sebelumnya Fauzan divonis oleh dokter mempunyai penyakit tumor otak stadium akhir dan hidupnya tak lama lagi.


Fauzan awalnya menganggap itu biasa saja namun saat dia setelah mengatakan bahwa kalian akan menikah seminggu lagi tubuh Fauzan semakin drop apalagi Om Hermawan perusahaannya bangkrut …


… Fauzan luapin itu semua dengan alkohol.


Adiknya Fauzan yang mengirim pesan itu karena dia tau hanya kamu yang bisa menangkan Fauzan. Namun karena alkohol dan setan itu yang membuat Fauzan khilaf …


… Nak, Bunda tau jika kamu sedih dan berduka namun jangan berlebihan karena jika kamu seperti ini Fauzan juga akan bersedih.


Tiara hanya diam tak menyauti ucapan Prita karena dia saat ini benar-benar sedih dan kehilangan.


Prita hanya bisa menghela nafasnya saat tak ada sahutan dari sang putri. Mungkin Tiara butuh sendiri namun sampai kapan?


Sudah satu jam Tiara menangis dan sekarang menangis lagi.


"Jangan strees dan banyak pikiran satu jam lagi Bunda akan kesini lagi kamu harus makan," Prita mengecup kening Tiara dengan lembut lalu berjalan keluar.


Semeninggal Bundanya Tiara langsung menangis lagi, menangis dengan pilu dan tersedu-sedu. Kesedihannya bertambah saat setelah mendengar cerita dari Prita.


"Kalahkan ego mu jika kamu tidak ingin orang yang kamu sayang pergi,"


___***___


"Jadi istri saya kenapa?" tanya Radit kepada dokter yang menangani Nay, istrinya.


Dokter itu hanya tersenyum lalu menepuk pundak Radit. Radit yang kesal langsung melongos masuk melihar istrinya yang terus mengeluh sakit dibagian perut dan sejak tadi Nay muntah-muntah terus tapi Radit mengira itu efek karena kecelakaan.


"Sayang kamu enggak pa-pa kan?" Nay hanya tersenyum menanggapi pertanyaan suaminya lalu perempuan itu menyuapkan mangga muda ke mulut dengan santai.


Radit yang melihat menautkan alisnya tubuhnya sedikit ngilu saat melihat Nay memakan mangga muda itu dengan santai seperti rasanya manis saja.


"Naysilla..."


"Mas, Nay enggak pa-pa tapi kalau mas Peka Nay kenapa mas pasti tau..."


Radit terdiam memikirkan apa yang dimaksud oleh Nay, istrinya. Mata Radit memincing kearah benda pipih panjang tipis diatas nakas detik kemudian pria itu membulatkan matanya.


"Nay, kamu hamil?" Nay hanya mendengkus kesal saat mendengar itu.


"Iyah, Nay positif hamil mas..."ucap Nay.


"Ahkirnyaaa..." Radit langsung memeluk Nay dengan erat mengucapkan terima kasih kepada istrinya saat ini dia bahagia namun pikirannya tetap kepada Fauzan—sahabatnya.


"I love you my hummy," bisik Radit lalu mengecup bibir ranum istrinya.


"Love you too my hubby," balas Nay lalu memeluk suaminya.


Do'a nya sekarang sudah terkabul semuanya bahkan saat ini Allah mengabulkan dia untuk menitipkan anugrahnya.


'Jika kamu bahagia ingatlah kesedihaan dan jika kamu bersedih ingatlah kebahagian sebelumnya,'


✨✨✨✨✨


Bersambung....