
Sebenarnya apa yang terjadi?
*****
"Bun, Yah, mbak. Diluar ada Rama dan Winda,"ucap Tiara.
Nay tersentak, tubuhnya meremang hampir saja dia ambruk begitu saja jika Prita tidak menahan tubuh Nay.
"Saya mohon percaya mbak, mbak harus waspada. Akan ada badai yang menerjang kehidupan mbak sebelum kebahagiaan menghampiri mbak dan keluarga. Beberapa hari lagi akan ada sepasang suami istri datang kerumah ini memberikan kabar buruk kepada mbak. Jika ucapan saya benar mbak bisa datang kerumah saya,"
Tubuh Nay tak sanggup lagi menompang tubuhnya, dia benar-benar lemas. Kata-kata Hani sangat tergiang diotaknya.
"Nay, kamu enggak papa?" tanya Prita.
"Bun," lirih Nay. Tubuhnya semakin lemas saat melihat Winda dan Rama sudah masuk kedalam.
"Beberapa hari lagi akan ada sepasang suami istri datang kerumah ini memberikan kabar buruk kepada mbak."
Apa ini yang dimaksud Hani tempo hari?
Nay menyesal tidak mempercayai Hani waktu itu.
Hatinya tiba-tiba tak enak saat melihat Rama dan Winda seolah akan ada sesuatu yang buruk menghampiri telinga Nay.
"Rama? Winda?" Wendy tersenyum menyambut kedatangan Winda dan Rama.
Tiara dan Fauzan kompak menoleh, hati mereka benar-benar tidak enak. Apalagi Mereka juga mendengar apa yang dikatakan Hani tempo hari.
Rasanya hari ini akan ada masalah yang besar, masalah yang mungkin akan berat untuk dilalui.
Rama dan Winda terlihat sangat kacau, mereka seperti tidak terurus bahkan pakaian mereka sangat kotor.
"Tolong Radit,"
"Ada apa? Maksud kalian apa?" tanya Wendy.
"Maksud kalian apa? Saya tidak mengerti?"
Winda berjalan kearah Nay. "Mbak, percaya kan? Kalau sebenarnya mas Radit itu enggak ada hubungan apa-apa sama Veronika," Winda menghentikan ucapannya. "Mbak, percaya kan? Kalau mas Radit itu--"
"WINDA,"
******
Nay menatap nanar foto pernikahannya dengan Radit yang sudah lama ia simpan didalam gudang. Tangannya bergetar saat mengingat kembali cerita dari Rama.
Isakkan Nay masih terdengar, kenapa mereka semua menyembunyikan sesuatu hal yang besar seperti ini?
"**percaya atau enggak semua Ini hanya rekayasa papa sama Veronika. Radit enggak pernah mencintai Veronika, apa kamu masih ingat saat Radit masih dalam keadaan drop? Dia selalu mengalami hal diluar nalar tapi tidak ada penyakit serius yang menyerang tubuh Radit?"
"Veronika dan Papa memakai cara musyrik lagi. Dia yang sudah mengatur semuanya hanya untuk merebut semua harta milik Radit. Papa tidak mau Radit memiliki kehidupan yang enak sedangkan dia hidup sengsara hanya karena ulah Cahya dan Dini."
"Saya pernah melakukan kesalahan yaitu mencintai Veronika. Saya dulu pernah menghamili Veronika namun karena dulu saya masih bodoh saya tidak mau bertanggung jawab."
"Veronika kembali untuk balas dendam dan ambisinya,"
Nay mengusap air matanya yang terus mengalir dengan bebas di pipinya. Gejolak didadanya kian besar, kenapa dia tidak peka. Kenapa saat Ranty, Nay langsung peka dan mencari tau sendiri tapi saat masalah besar seperti ini Nay tidak peka dan malah mementingkan diri sendiri.
"Pasti berat ya mas? Maafin Nay ya mas, Nay malah mementingkan diri Nay," isak Nay. Disaat dia dan Radit sedang Bahagia-bahagia nya berumah tangga malah masalah yang besar ini menerpa membuat kebahagiaan itu berlebur dalam waktu sekejap.
"Nay, enggak peka sama keadaan. Nay malah mementingkan diri Nay seolah Nay yang tersakiti padahal mas juga sama, maaf Mas..." suara parau Nay membuat Tiara yang sadari tadi mengintip kakaknya ikut menangis.
Ini yang Tiara takutkan selama ini jika Nay tau yang sebenarnya, bukannya Tiara tidak mau menyelamatkan Radit tapi ini semua juga akan berimbas kepada Nay juga.
Lalu siapa yang salah?
Jawabannya tidak.
Karena ini adalah takdir yang sudah digariskan oleh Allah. Tiara hanya menyerahkan semuanya kepada Allah saja.