
R A D I T P O V
***
Aku kira Nay tidak akan menerima Rayen bahkan saat merahasiakan Rayen dari Nay itu karena aku takut Nay malah meminta untuk berpisah tapi semua pikiran negatif itu sirna kala kedekatan Rayen dan Nay semakin hari semakin lengket bahkan mereka seperti Ibu dan anak kandung sungguhan. Rayen .... Daddy bangga kepadamu karena telah membuat senyum Mommy kembali setelah beberapa saat hilang karena kesalahaan Daddy. Dipandanginya wajah teduh Nay dan Rayen, mereka berdua sedang tertidur pulas saling berpelukkan. Aku tau Nay adalah perempuan yang dewasa dan tegas dalam menyikapi semua keputusannya namun aku menjadi takut jika Nay tau tentang masalaluku, Veronika. Ya, Veronika adalah cinta pertamaku bahkan dulu aku rela melakukan apapun demi perempuan itu. Jika ditanya apakah aku masih mencintai dia .... pasti aku akan menjawab 'ada sedikit rasa' itu tapi rasa ini yang akan menghancurkan kehidupan rumah tanggaku nantinya.
Kali ini aku merasakan bersalah sekali karena telah mengkhianati cinta wanita yang telah bersabar dengan segala sikapki bahkan saat kejadian bulan lalu dimana Ranti mengaku mengandung anakku, Nay bahkan mencari buktinya dengan sendiri sedangkan aku? Aku sibuk mencari Rayen melupakan istriku yang sedang mengandung juga mencari bukti itu sendiri. Katakan jika Radit Mahendera adalah laki-laki bodoh karena menyakiti wanita sesabar Nay dan sepengertian Nay.
Naysilla Handoko ..... Mas berjanji akan berusaha melupakan Veronika tapi mas tidak yakin jika mas tidak akan menyambut Veronika ketika dia kembali kemari. Maaf telah membuat kamu masuk kedalam kehidupan mas yang rumit.
Jika istri rapuh suami yang menguatkan
Jika suami berjuang istri yang mendo'akan
Namun aku malah tidak pernah menguatkan istriku ketika dia rapuh, Nay selalu mendo'akan kapan saja bahkan saat aku sedang unfal saat itu diat tak pernah lelah mengurusiku.
I love you my wife, I once said I would promise to wait for you to forget your ex but now wait for me to forget my ex
***
"Pagi suami ...." sapaan lembut itu membuat saya langsung membuka mata.
"Pagi,"
Aku hanya membalasnya dengan singkat. Lalu menutup mata kembali karena masih mengantuk, tanganku meraba selimut untuk menutupi tubuh yang telanjang dada.
"Mas, ayo bangun. Hari ini hari pertama Rayen sekolah lagi dan kamu harus mengantarnya,"
Aku dapat merasakan jika Nay mencoba menarik selimut yang menutupi tubuhku dan bahkan perempuan cantik itu sedang mendumel.
"Giliran jatah langsung bangun,"desianya lagi.
Kenapa aku bisa masih mencintai Veronika sedangkan istriku sendiri saja bisa membuatku jatuh cinta dengan segala sikapnya.
"Masss ..... Sana mandi, Nay tunggu dibawah," aku menatap punggungnya yang mulai menghilang dari pandanganku.
****
A U T H O R P O V
***
Sejak kehadiran Rayen Nay menjadi lebih sibuk menyiapkan ini-itu. Apalagi Rayen sudah mulai masuk sekolah lagi setelah beberapa saat cuti karena kemauan anak itu.
Radit yang sadari tadi memperhatikan Nay menjadi sedikit meringis karena menginggat kembali tentang Veronika. Laki-laki berusia 29 tahun itu hanya bisa mengikuti jalan alur scenario Allah saja bahkan saat ini rasanya Radit ingin berdiam diri tak ingin melihat Nay dulu agar rasa bersalah ini tidak terus hadir.
"Veronika lagi Veronika lagi," Radit menoleh saat mendengar itu. Fauzan dengan wajah usilnya menepuk-nepuk bahu Radit.
"Sorry," ucap Radit saat melihat lebam dirahang Fauzan masih terlihat sangat jelas.
"I'ts okey, no problem. Gue tau kemarin lo lagi banyak masalah tapi lo harus inget Dit ..... dengan Allah ngambil calon anak lo itu untuk tamparan buat lo yang yah ..... belum mencintai istri lo dengan sepenuhnya," kata Fauzan lalu meninggalkan Radit.
Tamparan? Bisa jadi Allah mengambil calon anaknya karena ingin menyadarkan Radit, begitu? Ya, Radit sadar pastinya jika calon anaknya lahir pun malah akan terjerat masalah yang lebih besar lagi dan Radit tak mau itu terjadi.
****