Don'T Change My Destiny

Don'T Change My Destiny
S2- Foreigners





Foreigners


"Barang siapa yang bersungguh-sungguh berjalan pada jalannya maka pasti ia akan sampai pada tujuannya."




*****


Nay sudah siap dengan gamis berwarna tosca begitupun dengan hijabnya yang senada. Sepatu high hiels yang tidak terlalu tinggi menambah kesan cantik dalam diri Nay.


"Nay, mau kemana?" tanya Prita lembut, dia memperhatikan anak perempuannya dengan detail.


"Mau ke rumah sakit," ucap Nay mengecup punggung tangan ibunya.


"Nay pamit ya Bun, nitip anak-anak juga,"pamitnya membuat Prita mengangguk kecil.


"Titip Nada juga Bun,"


*****


Reymond menatap anak perempuan berwajah pucat itu, Melody dan Faura nampak Asyik bermain dengan anak perempuan itu dan juga Rayen ikut mengawasi sekali-kali ikut bermain.


Ananda Ylona La-gue, anak dari perempuan yang telah menghancurkan rumah tangga orang tua Reymond, anak dari perempuan yang telah menyakiti kakak dan Ayahnya. Reymond benci itu.


Nada, perempuan yang akan Reymond benci. Reymond tidak suka dengan keberadaan Nada sekalipun Nay memaksanya.


"Gavin, tatapan kamu bikin Mel takut," Melody mengusap wajah kakaknya. Mereka hanya selisih 5 menit dan yang lebih duluan keluar adalah Reymond.


Reymond hanya diam menatap Melody dengan tatapan intimidasi.


"Mel, bilang Daddy loh," ancam nya membuat Reymond langsung mengalihkan pandangannya.


Rayen berjalan menghampiri kedua adiknya. "Jangan berdebat," ujar Rayen singkat.


Melody menghentakan kaki nya, kedua kakak laki-laki nya sama saja. Irit bicara namun entah kenapa jika bersama kedua orang tua mereka kedua kakaknya itu akan cerewet.


"Aku benci kalian," seru Melody meninggalkan Rayen dan Reymond dengan kesal.


Melody kembali bergabung bersama Faura dan Nada.


"Adik kamu tuh," ucap Rayen mendudukkan tubuhnya disisi Reymond.


"Adiknya abang juga" balas Reymond.


"Tapi enggak pernah satu prekuensi sama kita," ujar Rayen.


Reymond terkekeh lalu menatap wajah tampan kakaknya, kata Paman Fauzan. Rayen itu dulu anak yang riang namun semenjak menghilang atau semenjak kejadian itu Rayen langsung berubah menjadi seperti Reymond.


"Abang jadi nanti sekolah di luar negeri?" tanya Reymond.


"Daddy enggak ngizinin, Mommy juga. Katanya khawatir kalau tinggal dinegara asing sendirian," ucap Rayen.


"Kenapa enggak di Jerman aja? Disana kan ada nenek," ucap Reymond.


"Daddy galak ya?"


"Enggak galak, Daddy itu tegas, dia mau anak-anaknya ke jaga dan enggak sampai kekurangan kasih sayang. Kalau Abang sekolah di luar negeri pasti akan jarang ketemu Daddy maupun Mommy,"


"Jadi kangen sama Daddy,"


*****


Entah pukul berapa Nay baru sampai dirumah, hari sudah gelap. Nay terlalu asyik dengan pasien-pasiennya hingga lupa bahwa dirumah ada keempat anak yang harus ia urus juga selain pasien-pasiennya.


Mungkin ini efek Nay terlalu lama merenung dan mengunci diri dari luar. Dukanya terlalu lama hingga Nay lupa bahwa masih ada kehidupan selanjutnya.


Dunia Nay sekarang seakan mati, tidak ada Radit lagi seperti 5 tahun yang lalu.


Kening itu berkerut saat melihat mobil mewah yang tampak asing.


"Assalamualaikum," salam Nay memasuki rumah mewah milik Ayahnya.


Tak ada sahutan sama sekali, namun samar-samar Nay mendengar sebuah gelak tawa anak-anaknya dan anggota keluarga Nay.


Langkah kaki Nay terhenti saat melihat orang asing dihadapannya. Wajahnya tertutup masker dan kaca mata hitam serta satu lagi orang itu memakai topi.


"Kamu siapa?" tanya Nay menunjuk orang asing itu.


"Nay, udah pulang." suara Wendy terdengar membuat Nay langsung mengalihkan pandangannya.


"Udah, Yah, ayah dia siapa?" tanya Nay.


"Asisten baru kamu," jawab Wendy.


Nay menatap ayahnya dengan aneh, kenapa Nay harus memakai asisten padahal Nay masih bisa melakukan segalanya sendiri. Namun pertanyaan itu Nay pendam. Dia memilih untuk hanya mengangguk tanpa protes.


"Kalau gitu Nay langsung keatas aja, mau bersih-bersih," ucap Nay lalu pergi meninggalkan Wendy dengan orang asing itu.


"Dia memang seperti itu akhir-akhir ini sampai seperti Yang saya ceritakan kepada kamu waktu itu," ujar Wendy mengajak orang asing itu masuk kembali.


"Hmm, tapi saya tidak yakin jika ini akan berhasil."


"Lakukan saja. Hanya beberapa hari saja Kita semua kan sedang mempersiapkan semuanya dari awal hingga akhir," ucap Wendy.


"Nay tidak akan curiga?"


"usaha kan jangan sampai curiga,"


"Ya sudah saya kembali ke apartemen, besok pagi-pagi saya kemari. Saya pamit Yah ... Titip anak-anak dan Nay,"


"Itu pasti, Kamu juga hati-hati,"


*****




...Gambaran Visaulnya Rayen, Reymond dan Melody. ...