
"Ranti saya ucapkan selamat atas akting kamu, sangat luar biasa," Nay menepuk pundak Ranti dengan sedikit kasar.
Para tamu, Radit, Wendy, Prita dan Tiara semakin tencengang saat mendengar itu apa yang dikatakan Nay barusan.
"Apa maksud anda? Saya sedang tidak berakting,"
"Ups! Saya salah dong," Nay menutup mulutnya dengan tangan seolah dia benar-benar salah mengatakan itu.
"Coba kamu katakan kapan suami saya meniduri kamu?" tanya Nay dengan suara yang sedikit meledek.
"Tanggal 23 April,"
"Hahahahahaaa....." Diluar dugaan semuanya, Nay malah tertawa keras saat mendengar itu dan itu membuat bisikkan negatif itu berkurang apalagi saat tak ada raut sedih diwajah Nay.
"Nyalakan,"
Seketika lampu menjadi gelap dan hanya ada penerangan saja layar besar itu menyala.
Disana menunjukkan Radit yang sedang memeluk Nay tanggal dan waktu yang diucapkan Ranti tadi.
"See? Kamu tau kan bahwa pada saat itu suami saya sedang bersama saya bahkan kami sempat melakukan itu," ucap Nay membuat suasana semakin panas. "Dan ya foto ini memang seperti kamu dan suami saya namun ini adalah foto kamu dan Bayu,"
"BOHONG!!"
"Anak Itu bukan anak suami saya atau Bayu tapi anak Hengky, kekasih kamu yang tidak mau bertanggung jawab,"
"STOP!!!"
"Ah iyya asal kamu tau jika Hengky sudah saya temukan dan sekarang dia sedang berada di rumah orang tua kamu—"
"HENTIKAN!!"
"Dia akan membongkar semuanya jika kamu itu sedang hamil anaknya dan kamu selama ini selain bekerja di kantor suami saya kamu bekerja di sebuah Club,"
"HIKS..... HIKS... SAYA MOHON HENTIKAN,"
" Kamu juga yang menyuruh Bayu menabrak saya namun bukan saya yang kena namun Fauzan yang malah tertabrak mobil itu. Saat kamu tau Fauzan yang meninggal dan itu membuat kamu semakin leluasa memainkan akting kamu,"
Tiara yang mendengar nama Fauzan dibawa dalam masalah ini langsung ingin mengahampiri namun Wendy dan Prita yang mencegahnya.
"Enggak nyangka ya bisa senekad itu,"
"Ternyata hanya pelac*r,"
"Sekertaris merangka jadi pelac*r,"
"Pelakor,"
Ranti berlari keluar karena mendengar cibiran dari para tamu wanita yang sedanh menonton dimana Ranti sedang melayani para tamu diclub.
Nay menghela nafasnya karena merasa tubuhnya sangat lemas apalagi saat dia harus bicara dengan lantang seperti tadi sangat menguras energinya.
Tubuh Nay hampir ambruk namum Radi dengan cepat berlari lalu menahan tubuh istrinya yang akan jatuh.
"Kamu hebat," bisik Radit lalu mengendong Nay menuju kursi.
"Kan Mas sendiri yang bilang bahwa kita harus saling percaya dan terbuka." balas Nay.
"Untuk para tamu mohon maaf karena tadi ada drama sedikit dan kita akan lanjut ke acara inti," ucap MC.
Kini acara berlanjut ke acara inti yaitu acara tiup lilin dan do'a.
"Makasih," ucap Radit lalu mencium puncuk kepala Nay tangan dan kanannya terus mengusap perut sang istri.
"Mas, Ayah pernah bilang kalau masalah suami adalah masalah istri juga jadi seberat apapun badai atau rintangan dalam rumah tangga kita, kita lewatin sama-sama ya,"
"Iya , sayang,"
Disisi lain Ranti yang sedang menangis dijalan karena merasa harga dirinya terinjak apalagi sekarang dikehilangan pekerjaannya.
Radit pasti tidak mau memperkerjakan dirinya lagi setelah kejadian ini. Kejadian dia mencemarkan nama baik Radit setra berniat merusak rumah tangga Radit dan Nay.
Benar kata Bayu jika Nay dan Radit tidak akan pernah terpisahkan. Mungkin karena mereka sudah berjodoh jadi sekeras apapun dia berusaha menghacurkan rumah tangga mereka pasti tidak akan runtuh atau goyah.
B E R S A M B U N G . . . . . .