Don'T Change My Destiny

Don'T Change My Destiny
33. Bab 33: Nay kecelakaan



"Apa, kenapa bisa Nay kecelakaan?" suara Wendy sangat panik saat mendengar bahwa putri pertamanya kecelakaan.


Dari sebrang telepon terdengar Radit sedang menghela nafasnya. "Pelakunya Bayu,"


"Okey, Ayah akan pulang sekarang, kamu selidiki lebih lanjut keluarga Leksmana," pinal Wendy.


"Iyah, Ayah," sahut Radit lalu mematikan sambungan teleponnya.


"Kita ke Indonesia sekarang siapkan helikopter pribadi, " ucap Wendy kepada anak buahnya.


"Baik tuan,"


Wendy berjalan kearah Istrinya yang sedang membuatkan dirinya kopi. Pria paruh baya itu langsung memeluk tubuh istrinya dari belakang, Daster bunga-bunga itu selalu melekat ditubuh istrinya jika berada didalam rumah dan jika sudah diluar istrinya akan memakai dress dibawah lutut.


"Mas bikin kaget aja," Prita mengusap ubun suaminya mengacak rambut yang sudah mulai beruban itu.


"Nay kecelakaan," lirih Wendy dengan suara beratnya.


"Hah?! Kenapa bisa? Bukannya Radit selalu ada disisi Nay?" Prita langsung membalikkan tubuhnya menghadap suaminya.


"Radit juga nggak tau gimana kronologinya tapi yang jelas pelakunya adalah Bayu,"


"Ayo kita pulang ke Indonesia," Prita menarik tangan Wendy namun suaminya itu hanya diam tak bergerak.


"10 menit lagi helikopternya datang, sayang," ucap Wendy.


"Yaudah ayo sekarang aja nunggu di Teras panggil Tiara," lagi-lagi Wendy hanya diam tak bergerak dan itu membuat Prita kesal.


"Yakin? Kamu masih pake daster,"


"Ihkk... Lagi genting gini masih inget-ingetnya dan-dan," cibik Prita lalu berjalan meninggal Wendy memanggil Tiara.


____***____


Helikopter itu mendarat dengan pas.


Berjam-jam terbang ahkirnya Wendy, Prita dan Tiara Leanding di Indonesia.


"Kita langsung ke rumah sakit aja," ucap Wendy kepada sang sopir.


**


Koridor rumah sakit sangat ramai. Wendy dan Prita berjalan tergesa melupakan Tiara yang sedang berjalan dengan pelan karena perutnya sangat sakit.


"Ya Allah kenapa sakit banget." Tiara menyandarkan tubuhnya memengangi perunya yang begitu ngilu. "Jangan buat Mama sakit dong sayang. Aunty Nay lagi sakit jadi kita juga enggal boleh ikut-ikutan sakit," dam ajaibnya sakit diperut Tiara langsung mereda.


"Loh, Ra. Bunda nyari-nyari kamu dari tadi ternyata disini," Tiara hanya tersenyum membalas ucapan sang Bunda.


"Keadaan mbak Nay gimana?"tanya Tiara.


"Nay baik-baik aja, hanya luka kecil saja," jawab Prita.


"Yaudah yuk kesana mbak mu udah nanyain," ajak Prita lalu mengandeng tangan putrinya.


___***___


Nay tersenyum bahagia saat melihat senyum dan tawa adiknya terukir kembali setelah sebulan ini menghilang.


"Jadi mbak kenapa bisa kecelakaan?" tanya Tiara membuat Nay langsung diam dan mengingat kembali.


Nay sedang berjalan menyebrang dan saat hampir sampai trotoar ada seseorang yang memanggil dan mengatakan minggir namun dia hanya diam membeku seolah-olah tubuhnya kaku semua. Saat Nay menoleh kekiri dia melihat ada mobil melaju kencang, sangat kencang. Namun saat mobil itu hampir menabraknya ada seseorang yang mendorong tubuhnya ke depan alhasil Nay terperanjat dan terjatuh. Suara sebuah tanbrakkan itu sangat nyaring Nay langsung menoleh melihat apa itu. Nay melihat sebuah tubuh manusia yang terpental ke pohon lalu terpental kembali ke sebuah mobil hingga membuat kaca depan mobil itu retak, Darah sudah mengalir ditubuh pria yang menyelemati Nay.


Nay memincingkan matanya saat merasa mengenali pria itu namun karena kepalanya merasa pusing dan pandangannya pun buram Nay langsung tak sadarkan diri tapi Nay melihat siapa penyelemat itu.


"Mbak,"tegur Tiara dan Nay langsung tersadar.


"Gimana kamu ingat?" tanya Radit.


Nay merunduk tak mampu bekata apapun lagi karena pria yang menyelamatkan dirinya adalah.....


✨✨✨✨✨


Bersambung.....