
Gubuk tua.
Akan ku usaha kamu kembali kepadaku lagi walaupun banyak sekali rintangannya.
******
Nay berjalan dengan pelan, sebisa mungkin dia tidak mengeluarkan suara agar orang-orang rumah tidak mendengarnya.
Tekadnya sudah bulat untuk menyelamatkan Radit dari gubuk tua itu, hutan itu ternyata hutan sempat akan dipakai terbakar. Nay tau letaknya dan Nay yakin pasti gubuk tua itu pasti akan ia temukan.
Nay harap semoga anak buah Veronika dan Reka tidak terlalu banyak. Ya harapannya hanya tu agar Nay lebih mudah membawa Radit pergi.
Dengan membawa mobil hitam milik Wendy Nay tidak menyadari seseorang ada dimobil itu.
*****
Nay menepikan mobilnya dibalik semak-semak, perempuan cantik itu berjalan menelusuri hutan dengan keberanian yang telah dikumpulkan. Lama, jika harus mengikuti arahan Wendy atau Fauzan. Nay takut apa yang diramalkan oleh haji akan terjadi.
Sedangkan disisi lain ditempat berbeda dengan waktu yang sama, Veronika sedang tersenyum sinis kearah Radit yang tertulis lemas dengan darah terus keluar dari hidung dan mulutnya. Sesekali pria yang pernah dia cintai itu terbatuk karena akibat darah yang terus mengalir.
Tatapan meremahkan Veronika berikan kepada Radit, dulu pria itu selalu dingin dan irit bicara kepadanya sekarang yang Veronika lihat adalah Radit yang lemah dan tak berdaya akibat ulahnya.
"Apa kamu tau apa yang akan terjadi selanjutnya kepada kamu karena berani melawanku lagi," ucap Veronika mengisyaratkan kepada bawahan agar menumpahkan bensin disekitaran luar gubuk.
"Ini akhir dari semuanya Raditya Mahendra," ucap Veronika saat api sudah ada dari belakang tubuh Radit.
Dengan angkuh perempuan itu berjalan meninggalkan Radit bersama kobaran api yang sudah mulai merambat membakar gubuk tua itu.
*****
Nay berhenti saat melihat beberapa mobil melewatinya. Dengan segera dia menyembunyikan tubuhnya dibalik pohon besar tak jauh darinya.
Apa dihutan ini ada kehidupan? Apa dihutan ini ada rumah hingga banyak mobil yang berkeluaran dari dalam hutan sana?
"Apa itu yang dimaksud Rayen." gumam Nay mengikuti jejak ban mobil yang sempat terpijak.
Nay membulatkan matanya saat melihat sebuah gubuk yang terbakar, kakinya melemas saat kobaran itu semakin besar, entah keyakinan dari mana jika ini gubuk tempat Radit disekap oleh Veronika dan Reka.
Nay menatap nanar kobaran api itu, semakin lama gubuk itu hangus termakan api itu.
Nay ambruk begitu saja diatas tanah kotor itu karena tak bisa menahan berat tubuhnya lagi, kakinya lemas sekali.
"Mom," suara itu membuat Nay langsung mendongkak.
"Reymond? Astagfirullah kenapa kamu bisa ada disini? Kamu sama siapa disini?" Nay bertanya secara beruntun, wanita itu mengusap air matanya dengan cepat.
Kini kepanikannya semakin menjadi kala mengetahui anak laki-lakinya ada disini.
Apa Reymond mengikuti Nay hingga sampai sini?
"Mom, aku sendiri," ucap Reymond dengan lirih.
"Tapi kenapa kamu ada sini? Kenapa kamu ngikutin Mommy,"
"Aku khawatir sama Mommy,"
'Ya Allah Rey,' Nay langsung memeluk tubuh Reymond.
Kobaran api itu sudah sedikit padam bersamaan dengan hangus n ya gubuk tua itu.
"Maafin Mommy Rey," lirih Nay bersamaan air matanya turun meluncurkan dipipinya.
Reymond membalas pelukan ibunya yang terasa hangat, ini memang salahnya karena diam-diam mengikuti ibunya.
Tadi, saat Reymond hendak mengambil minum matanya tak sengaja melihat Nay yang berjalan mengendap-gendap, karena rasa penasarannya yang tinggi Reymond mengikuti Nay dan masuk kedalam mobil hitam milik kakeknya tepat dibagasi mobil sedan itu.
"Enggak Mom, harusnya aku yang minta maaf karena ngikutin Mommy diem-diem,"ucap Reymond.
"Mommy ngapain kesini sendirian?" tanya Reymond.
Nay melepaskan pelukanny lalu menangkupkan wajah mungil Reymond.
"Mommy mau cari Daddy," ucap Nay mengecup puncuk kepala putranya dengan penuh kasih sayang.
"Daddy? Mommy mau cari Daddy? Terus sekarang Daddy nya mana?" tanya Reymond berdiri mencari Daddy nya.
Nay mengusap air matanya menatap Reymond yang tampak bersemangat, apa sebesar itu rasa rindu Reymond kepada Radit?
Bibir Nay hendak berucap.
"Uhuk... Uhuk... "