Don'T Change My Destiny

Don'T Change My Destiny
Pantas tidak bisa move on.



Pantas tidak bisa move on.


Boleh aku memilih untuk mundur saja ketika aku melihat bagaimana wujud cinta pertamamu?


*****


Malam ini Nay sudah siap dengan pakaian couple, Radit dan Rayen juga sudah siap. Mereka akan pergi ke pesta pernikahan rekan bisnis Radit.


Sebenarnya Nay belum mau untuk pergi keluar rumah apalagi melihat jalan raya, rasa trauma melihat deretan mobil banyak membuat Nay teringat kejadian kecelakaan itu. Memang tidak patut untuk diungkit lagi namun Nay bukan orang yang mudah melupakan sesuatu.


Radit menatap kagum kearah istrinya, ada rasa bersalah menyerang Ulu hatinya kala mengingat kembali jika dia lah penyebab keguguran Nay.


Perempuan itu memang sudah bersikap seperti sebelumnya lagi tapi Radit yakin jika dalam diri Nay pasti masih menyimpan kepinggan ingatan tabrakan itu.


"kenapa ngeliatin kaya gitu?" tanya Nay, Radit hanya tersenyum simpul.


"Emang enggak boleh?" Radit menarik tangan Nay dengan lembut agar duduk di sisi nya.


Nay tersenyum. "boleh dong, tapi aku ngerasa kaya diawasi. Mas ngeliatinnya kaya mau nerkam Nay." ujarnya. Mengusap rahang suaminya dengan lembut.


Radit menikmati sejenak ucapan lembut dari tangan istrinya. "jangan tinggalin aku, ya." pernyataan itu terlontar begitu saja tanpa Radit sadari, Radit merasa jika akan ada badai yang menerjang rumah tangganya sesaat lagi.


Entah itu dari orang luar atau kesalahan yang sangat fatal yang akan Radit lakukan hingga membuat perempuannya meninggalkan tanpa kabar.


Nay tersenyum. "kita ikutin skenario allah saja, ya, mas?"


Radit memeluk tubuh Nay dengan erat. Radit takut jika skenario Allah itu tidak seperti ekspetasinya.


*****


"kita telat, ya, Dad? Pestanya udah mulai," ujar Rayen. Anak laki-laki itu mengeratkan genggaman tangan Ibu sambungnya.


Radit Mengusap puncak kepala Rayen. "kita tamu VIP."


Mendengar itu Nay dan Rayen berdecak pelan secara serempak karena ucapan dari laki-laki yang mereka cintai.


Radit tertawa renyah mendengar decakkan serempak itu. "fakta sayang,"


"udah ah ayo masuk, " ajak Nay melengang pergi bersama Rayen meninggalkan Radit yang masih diam ditempat.


Radit menatap Nay dan Rayen dengan tahapan memuji. Hatinya menghangat karena melihat kedekatan itu.


*


Nay menangkupkan wajahnya dengan bosan. Rayen bergabung dengan anak-anak rekan bisnis Radit sedangkan Radit sendiri sedang berbincang dengan pemilik pesta..


Mata hanzelnya melirik arloji yang melingkar di pergelangan tangannya, waktu sudah menunjukkan pukul sebelas malam namun acara ini belum juga selesai.


"hai, boleh duduk di sini?" tanya seorang wanita cantik dengan gaya modisnya .


Tanpa berpikir panjang Nay langsung mengaguk setuju. "boleh,"


"kamu istrinya kak Radit, ya?" tanya nya saat sudah duduk disisi Nay.


Nay menautkan alisnya . "kenapa kamu tau?"


"seluruh dunia pasti tau siapa kamu, kak Radit sepertinya sangat mencintai kamu ya?"


"kamu siapa?"


"namaku Veronika , "


Nay menelan salivanya dengan pelan. 'pantas saja Radit tidak bisa move on ternyata bentukkan Veronika sangat sempurna. Jauh sekali dengan Nay yang mungkin tidak ada apa-apanya.


"jika perlu diperjelas , aku adalah mantan terindah kak Radit yang bahkan sampai sekarang belum bisa dilupakan. "


Nay dapat melihat seringai iblis dari bibir wanita cantik itu. Hatinya tiba-tiba tak enak, memikirkan hal-hal yang tidak-tidak .


"owh salam kenal aku Naysilla." Nay memaksakan untuk tersenyum tulus kepada Veronika.