DO YOU LOVE ME ?

DO YOU LOVE ME ?
Bonchap (Rayu aku)



Usai menidurkan putranya Yuna kembali berjalan ke kamarnya, kali ini ia harus meminta maaf dan membujuk suaminya untuk makan.


Krek, begitu pintu terbuka Yuna terkejut lantaran melihat keadaan lampu yang temeram, ia melihat suaminya sudah meringkuk memunggungi pintu. Yuna berjalan mendekat dan merangkak naik ke tempat tidur, ia mencolek-colek punggung suaminya.


"Daddy makan yuk? Kamu belum makan lho dari tadi,"bujuk Yuna pada Nanda yang sama sekali tak bergeming.


"Yakin ni udah tidur? Masa sih secepat itu,"dengus Yuna. Ia menyadari bahwa suaminya itu tengah merajuk.


"Gak lucu lho mas udah tua kok ngambek, jadi mirip Alley saja.."dengus Yuna sebal.


Nanda membuka sedikit selimutnya, ayo coba aja rayu aku gak akan mempan, apaan tuh nyamain aku kaya Alley.gumamnya kesal.


Yuna menarik nafasnya, ia kembali memutar otaknya mencari ide. Kini ia terdiam membaringkan tubuhnya di sebelah suaminya.


Lho kok berhenti? jadi cuman segitu doang merayunya.


Grepp, Nanda tersentak saat sebuah tangan lembut istrinya melingkar di perutnya.


"Daddy.."lirihnya, namun Nanda masih tak bergeming, "maaf ya, makan yuk.."


"Gak lapar.."sahutnya, Yuna terkikik geli.


Yuna melepaskan lingkaran tanganya, "Ya udah kalau mau ngambek-ngambekan, aku mau balik aja ke kamar Alley tidur sama dia.."ancamnya.


Srettt.. grep.. bugh..


Yuna tersentak kaget saat tubuhnya kembali limbung di tarik suaminya, ia membulatkan kedua matanya.


"Dad.."pekiknya, saat kini tubuhnya sudah berada dalam kungkungan suaminya. Tak sempat untuk kembali membuka bibirnya untuk bicara, Nanda sudah membungkam bibir istrinya dengan ciuman yang memabukan. Pria itu terus memaksa masuk lidahnya untuk menjajahi isi dalam bibir Yuna.


Sampai sepersekian detik Yuna merasa membutuhkan pasokan oksigen ia memukul dada suaminya, Nanda melepas pangutan bibirnya menatap wajah istrinya penuh damba.


"Kamu sudah bangun, ayo turun makan.."ucap Yuna dengan nafas yang masih terengah-engah, Nanda mendelik di saat gairah suaminya sudah meninggi, bagaimana istrinya masih berfikir makan.


"Aku tidak lapar.."


"Lalu kamu bangun mau apa...?"


"Makan kamu lah.."


Yuna mendelik saat ia hendak membuka mulutnya untuk bersuara, Nanda sudah kembali mendaratkn bibirnya di sana, mengecupnya lalu ********** secara halus dan lembut.


"Aku akan makan tapi nanti, sekarang aku mau memberi makan yang lain dulu.."serunya dengan suara serak menahan gairah.


Dan kini Yuna hanya pasrah, percuma membangkang toh sekarang tubuhnya sudah di bawah kendali suaminya. Kecupan demi kecupan terus Nanda berikan, tak lupa pria itu meninggalkan jejak kepemilikan di sana.


Sret.. dengan satu tarikan gaun yang kini Yuna kenakan sudah Nanda tarik dan ia lemparkan secara asal. Kini hanya ada dua kain penutup area sensitif istrinya.


Tatapan mata Nanda beralih menatap gunung kembar istrinya yang masih terbungkus, dengan satu kali tarikan Nanda berhasil melepaskan kain itu.


Setelah itu, Nanda kembali membenamkan bibirnya di sana, mengecup, mencium, **********, membuat sang empu terus men de sah.


Yuna memegang lembut kepala sang suami, seolah menyuruhnya untuk memperdalam permainannya.


Usai itu Nanda bangkit melepaskan satu persatu pakaiannya. Kembali menindih tubuh istrinya, kali ini ia kembali mengecup pipi istrinya, telinga.


"Kangen tau? kamu cantik, apalagi kalau lagi kaya gini,"bisiknya, membuat wajah Yuna merona, ia memukul pelan dada suaminya.


"Dasar mesum,"cebiknya, apanya yang cantik saat ini dirinya dalam keadaan polos.


"Jangan merusak suasana ih.."seru Nanda. Yuna kembali terdiam menikmati setiap sentuhan-sentuhan lembut dari sang suami pada tubuhnya. Leguhan demi leguhan terus ia keluarkan, menikmati setiap sensasi yang memabukkan.


Kini Nanda menatap area inti sang istri di balik kain segitiga, lalu ia menariknya pelan. Usai itu ia pun mempermainkannya di sana.


"Dad, ih buruan cepetan.."sentak Yuna kesal saat sang suami terus saja bermain di bawah sana.


"Sabar, kan pemanasan dulu.."ucapnya santai.


Yuna mendelik sebal, apanya yang pemanasan bahkan sejak tadi suaminya hanya terus bermain di bawah sana menggukan jarinya.


"Aku masukin sekarang ya.."ucap Nanda, Yuna hanya mengangguk pasrah.


Sedikit mengangkat tubuhnya, Nanda memposisikan dirinya pada istrinya, bersiap menuntun mi*liknya me*masuki istrinya.


tok... tok.. bugh.. bugh...


"Huawwwwa Daddy Mommy.. Alley takut..."


••


Kangen mereka jadi bikin bonchap lagi.