DO YOU LOVE ME ?

DO YOU LOVE ME ?
Obrolan gaje Rava dan Dinda



🌹Part ini aku bawa Rava dan Dinda, tiba-tiba kangen ama mereka..😊🌹


Rena tengah duduk di sofa dengan memangku laptop miliknya, tangannya sibuk mengetik. Wanita itu sudah kembali masuk kuliah, seperti yang pernah ia katakan pada Nanda jika ia akan kembali mendalami ilmu kedokteran, Rena bercita-cita menjadi Dokter Spesialil penyakit jantung, tidak hanya sekedar menjadi Dokter umum.


Sesekali wanita itu akan mengerutkan keningnya kala ia tengah berfikir ketika di rasa tugas yang ia kerjakan begitu susah.


"Rena, apa kau sedang sibuk.."teguran Dinda dari pintu mengalihkan perhatiannya.


"Sedikit Mommy, ada apa..?"sahut Rena lalu lembali mengalihkan perhatiannya lagi dalam laptop miliknya.


Dinda berjalan masuk dengan senyumnya, ia mendudukan dirinya di sebelah putrinya.


"Bagaimana pendapatmu mengenai Nanda...?"tanya Dinda


Rena melirik ke arah Mommynya yang tampak penasaran dengan jawabannya, "Dia asyik di ajak ngobrol, dan lucu.."jawab Rena, sembari mengingat tingkah Nanda yang beberapa kali menemuinya.


Dinda kembali merubah posisi duduknya menjadi lebih dekat pada Rena, "Apa kau menyukainya..."


Rena menutup laptop miliknya lalu tersenyum tipis pada Dinda.


"Mommy tidak ada maksud tertentu bukan menanyakan hal itu.."selidik Rena


Dinda mencebik kesal, "Kau tidak berniat menikah sekarang Rena, dan Mommy rasa Nanda cocok untukmu..."


"Mommy, please jangan bujuk aku untuk segera menikah. Aku sama sekali belum kepikiran untuk berkomitmen, cukup kak Davis saja yang Mommy jodohin, Rena bisa mencari jodoh Rena sendiri suatu saat nanti, tidak untuk saat ini."ujar Rena dengan lembut, meski menolak dia tetap berusaha untuk tidak menyakiti Mommynya.


"Memangnya kau ingin apa lagi jika tidak menikah.. Keburu kau berumur tua Ren.."lirih Dinda


"Mommy kan tau Rena baru juga kembali masuk kuliah, Rena masih ingin mengejar cita-cita Rena mom.."jawab Rena


Rava yang beridiri di ambang pintu menggelengkan kepalanya ketika mendengar obrolan Dinda dan Rena, lagi-lagi istrinya itu tidak kunjung menyerah untuk menyuruh putrinya segera menikah.


"Mommy, kau di sini.."tegur Rava, sengaja untuk mengalihkan perhatian keduanya.


Entah kenapa kedatangan Daddy Rava bagai dewa penyelamat bagi Rena, ia merasa panas dan gerah kala Mommy nya selalu berbicara tentang pernikahan.


"Ada apa...?"cetus Dinda dengan kesal, Rava tergelak.


"Ayo kembali kamar istirahat.. Jangan ganggu putrimu, dia sedang belajar.."seru Rava, ia menghampiri keduanya.


"Aku hanya mengajaknya ngobrol di bilang ganggu, dasar gak anak gak Daddy sama saja.."decak Dinda kesal, ia bangkit meninggalkan Rava dan Rena.


"Kenapa dengan Mommymu..."tanya Rava pada Rena.


Rena mengedikkan bahunya, "Entahlah Daddy.. Mungkin lagi pms.."


🌹🌹🌹


Dinda memandang balkon kamarnya dengan muka muram, lalu ia di kejutkan dengan sepasang lengan kekar yang memeluk dirinya.


"Kenapa hem.."tanya Rava pada Dinda


"Entahlah..."jawab Dinda cuek


"Apa aku melakukan kesalahan.."tanya Rava


"iya, kau sengaja bukan menghampiriku di kamar Rena.."


Dinda memalingkan mukanya, "jangan mencoba menjodohkan putrimu, biarkan dia menentukan kehidupannya sendiri. Rena itu tidak seperti Davis, meski dia terlihat ramah, lembut namun aslinya dia sangat keras kepala. Aku tidak mau tekananmu yang menyuruh dia untuk segera menikah akan membuat ia tidak nyaman, lalu ia memutuskan untuk keluar dari rumah ini. Kau tidak mau bukan hal itu terjadi.."ujar Rava


Dinda menggelengkan kepalanya, Rava kembali menarik Dinda ke dalam pelukannya.


"Tapi Daddy, apa Rena sama sekali tidak tertarik pada Nanda, dia kan pria yang manis, tampan, lucu, ramah, dan yang jelas ia punya kerjaan yang mapan kan.."seru Dinda


"ehem.."dehem Rava


"Kau memuji pria lain di hadapan suamimu, memangnya suamimu ini kurang tampan.."sambungnya dengan nada tak suka.


Dinda mencubit pinggang Rava hingga ia mengaduh kesakitan, "tentu saja tampan, makanya aku susah move on. Jauh-jauh ke Paris tetap saja menikahnya dengan dirimu...."ucapnya


Rava terkekeh, "Lucu ya takdir hidup kita. Aku gak nyangka juga bakal menikah dan punya istri sahabat aku sendiri. Tau menikah denganmu seenak dan seasyik ini sejak kecil saja aku nikahi dirimu ya.."


"sekalian saja sejak bayi.."cetus Dinda


"Sembarangan.."


"Daddy, kau belum menjawab pertanyaanku, apa Rena sama sekali tidak tertarik dengan Nanda.."tanya Dinda lagi


Rava menghela nafasnya, "Aku tidak tau sayang. Kau tau sendiri aku tidak pandai membaca perasaan seseorang, di kata aku paranormal apa.."


"Ishh... bisa aja jawabnya.."


"Lagian kau kenapa sih kayaknya ngebet banget pengen Rena sama Nanda, segitu pengennya mempunyai besan mantan.."celetuk Rava dengan heran,


"Cemburu.. ceritanya ni.."goda Dinda


"Gak lah, hanya heran saja.."dustanya


"Kan kalau Rava sama Davis udah nikah lalu segera mempunyai anak rumah ini akan rame Daddy, aku juga tidak akan kesepian. Kalian bertiga selalu sibuk dengan kerjaan masing-masing, aku suka kesepian di rumah. Anda saja kau masih mengijinkan aku bekerja, mungkin aku tidak akam kespian begini, gimana lagi orang tuaku juga udah gak ada kan Daddy , tidak ada tempat aku singgah lagi kan.."seru Dinda dengan mata sendu.


"Dan mumpung kita berdua masih sehat, apa salahnya kita berkeinginan Putra dan putri kita menikah mempunyai keluarga kecil yang bahagia, memangnya kau tidak melihatnya Daddy, kadang aku suka berfikir bagaimana jika Tuhan tidak memberi kita waktu lebih banyak lagi. Tidak memberi kesempatan untuk melihat anak-anak kita menikah.."sambungnya


"Kenapa bicara begitu, percayalah kita pasti akan melihat anak-anak kita menikah. Mulai sekarang aku janji akan lebih banyak menghabiskan waktu bersamamu.."ucap Rava.


"Janji.."


"Iya, ayo masuk istirahat.."


🌹🌹🌹


Bagi yang gak suka bab ini boleh kok di skip


jangan lupa


like


komentar


hadiahnya


makasih sebelumnya😊


Tbc