DO YOU LOVE ME ?

DO YOU LOVE ME ?
Last Chapter



Tristan menghentikan langkahnya, kala mendengar suara pecahan gelas jatuh, bergegas ia memutar tubuhnya, dan berjalan-jalan dengan tergesa-gesa ke tempat di mana istrinya berada.


Nafasnya tercekat, badannya gemetar, kala melihat istrinya tengah merintih kesakitan sambil memegangi perutnya, di depannya tampak asisten rumah tangga Nanda tengah membersihkan pecahan gelas, lalu di sebelahnya ada Mami Vriska juga para omanya dan Yuna yang sedang mengelus punggung istrinya.


Semua hal yang ia pelajari menjadi suami siaga lenyap begitu saja, berganti rasa takut dan kalut.


"Ma...mi.. sakit...."rintih Nada, terlihat keringat sudah bercucuran di dahinya, bibirnya terus menggumamkan kata sakit, tangannya mencengkram baju maminya dengan kuat, hingga memperlihat kukunya berubah memutih pucat.


"Bodoh, kenapa kau masih berdiam diri, istrimu mau melahirkan ayo cepat bawa ke rumah sakit..."teriakan Nanda menyadarkan lamunan Tristan.


Bergegas Tristan menghapus sudut matanya yang basah, ia berlari menghempiri istrinya.


"Sayang.."ucapnya,


"Bertahanalah, kita ke rumah sakit..."sambungnya, ia pun dengan sigap menggendong Nada membawanya ke mobil.


"Biar aku yang menyetir,..."seru Nanda,


"Aku ikut mas..."seru Yuna, Nanda hanya menganggukan kepalanya.


Semua keluarga menampakkan wajah cemas dan khawatir, mereka memutuskan untuk menyusul ke rumah sakit.


•••


Dua jam telah berlalu namun belum juga terdengar suara tangisan bayi dalam ruang persalinan, semua menunggunya dengan harap-harap cemas.


Dokter menyarankan tindakan operasi cecar, ada alasan kenapa Nada tidak dapat melahirkan secara normal. Demi kebaikannya semua menyetujui saran dokter.


Tristan meringis kala melihat dokter tengah membelah perut istrinya, bagaimana mereka berusaha mengeluarkan kedua anaknya dari rahim istrinya.


Ia meremas tangan istrinya berusaha mengalihkan perhatian istrinya, dengan memberikan sebuah cerita yang cukup membuat Nada senang.


"Jadi sejak kapan kau mencintaiku.."tanya Nada lembut menatap suaminya dengan penasaran.


"Sejak kecil..."jawabnya yang cukup membuat Nada terkejut ia menuntut jawabannya yang lebih.


"Kau ingat saat kematian kedua orang tuaku, aku, kau, Nanda, juga mami dan papi pergi ke pantai demi mencurahkan segala isi hatiku, aku merasa begitu hancur saat itu. Tapi, entah kenapa tiba-tiba kau memelukku, entah apa yang aku rasa, aku merasa mendapat sebuah kekuatan yang baru, ada rasa bahagia yang terselip dalam hatiku saat itu. Untuk pertama kalinya kau berkata lembut dan memelukku dengan tulus, aku merasa sangat bahagia. Ya, terdengar konyol memang bagaimana mungkin saat itu usiaku masih terlalu dini untuk mengenal kata cinta, tapi percayalah Nada itulah yang aku rasakan..."ucapnya yang cukup Nada terharu. Dokter dan perawat yang mendengar pun ikut tersenyum.


Oek.. oek.. suara tangisan bayi menggema, Tristan dan Nada tersenyum senang.


"Bayinya laki-laki Nona.."seru Dokter, ia memberikan pada perawatnya, sementara ia kembali berusaha mengambil bayi satunya lagi.


Oek.. oek...tangisan bayi kedua.


"Selamat Tuan, Nona kedua bayinya berjenis kelamin laki-laki semua.."ucapnya,


Sembari menunggu kedua bayinya di bersihkan Dokter kembali menjahit perut Nada.


"Pasti kau sangat sakit hati karena setelah hari itu pun sikapku padamu tidak berubah, aku selalu membenci mengejekmu, bahkan lebih tepatnya menghinamu.."ucap Nada, pikirannya kembali menerawang masa-masa dulu.


"Tidak, anggap saja semua itu hiburan. Sekarang cintaku sudah terbalaskan, aku bahagia bisa bersama orang yang aku cintai, dan kau telah memberikan dua jagoan kecil padaku..."seru Tristan ia mengecup kecil tangan istrinya. Ia menatap haru.


Mama, papa bahagialah kalian di surga. Seperti aku yang kini telah berbahagia, bersama wanita yang ku cintai, juga keluarganya yang sangat menyayangiku, aku sudah menjadi seorang ayah kini. Terimakasih telah melahirkanku ke dunia,.. gumam Tristan.


Tangisan bayi yang terdengar dalam ruang persalinan itu membuat semua keluarga merasa haru.


•••


Dua hari usai mendapatkan perawatan intensif di rumah sakit, setelah di nyatakan kondisi Nada sehat, maka dokter sudah memperbolehkan pulang.


Kini semua keluarga tengah berkumpul menyambut kedatangan generasi baru dalam keluarga mereka. Dua bayi kembar laki-laki yang mereka beri nama DAFFA dan DAFFI. Mereka saling berembut menggendong.


"Hallo jagoan, nanti kalau sudah besar paman ajari kau cara merayu wanita, okey.."celetuk Nanda, yang langsung mendapat tatapan tajam dari Yuna, sementara ia hanya nyengir tanpa dosa.


"Gak rela aku kalau anakku sampai mirip denganmu, amit-amit lah.."sahut Nada, yang langsung menimbulkan gelak tawa semuanya.


"Mending kaya aku ya kak.."timpal Calvin yang baru datang mendudukan dirinya di sebelah Nada.


"Gak juga, kamu terlalu pendiam dan dingin kakak justru takut kau diam-diam menghayutkan.."sahutnya, membuat Calvin tergelak ia menatap kakaknya dengan alis mengkerut.


"Yang terpenting aku tidak akan mempermainkan wanita, yang terpenting aku setia kok seperti mami yang setia pada papi.."sahut Calvin.


"Kok mami, memangnya papi gak.."tanya Alan.


"Aunty Disty bilang jika pas mudanya papi itu playboy, jadi gak heran sih kak Nanda juga begitu.."ujar Calvin


Buahahahaa.. semua tergelak tertawa, sementara Nanda dan Alan tergelak kesal.


"Kaya suami aku lah.."sahutnya, ia menyandarkan kepalanya pada pundak suaminya.


"Calvin siapa gadis manis berlesung pipit itu..."tanya Nada penasaran, Calvin langsung terdiam.


"Teman.."jawabnya datar, wajahnya langsung berubah expresi, kemudian ia bangkit dari tempat duduknya.


•••


Yuna tengah mencoba memejamkan kedua matanya, sementara Nanda masih berkutat dengan laptop di pangkuannya di samping istrinya. Nanda segera menyudahi kerjaannya, lalu menutup laptopnya, usai menyimpannya ia bergerak membaringkan diri di samping Yuna.


"Kenapa ..?"tanyanya Nanda pada Yuna.


"Senang ya mas kalau punya anak, apalagi kembar kaya Nada dan Tristan, mereka pasti bahagia sekali.."tutur Yuna.


Nanda memandangi wajah Yuna, tangannya bergerak untuk menyelipkan rambut istrinya yang menutupi keningnya.


Cup.. ia mengecup lembut kening istrinya.


"Kamu pengen...?"tanyanya lagi.


Yuna mengangguk, menjadi seorang ibu adalah impian setiap wanita.


Nanda tersenyum senang, "kalau gitu ayo kita bekerja keras.."ucapnya, ia bersiap mencium istrinya kembali. Yuna dengan sigap mencegahnya.


"Gak sekarang, aku lagi datang bulan. Kamu lupa ya.."cetus Yuna.


"Kenapa lama sekali.."decak Nanda kesal.


"Apanya yang lama baru tiga hari, masih ada empat hari lagi.."serunya, segera ia membalikkan tubuhnya memunggungi suaminya.


Nanda mengusap wajahnya dengan gerakan kasar, "What lama sekali, aku bisa karatan..."celetuknya.


•••


Tristan dan Nada baru tidur sekitar dua jam yang lalu, namun kedua anaknya kembali bangun.


Tristan dengan sigap menggendong Daffa, sementara Nada tengah menyusui Daffi. Hal itu terus bergantian.


"Terimakasih ya.."seru Nada pada suaminya.


"Untuk...?"


"Untuk semuanya, segala cinta yang kau berikan. Aku sungguh beruntung mempunyai suami seperti dirimu..."ucap Nada.


Tristan menidurkan baby Daffa yang sudah terlelap, lalu berjalan menghampiri istrinya.


"Aku lebih beruntung mempunyai istri seperti dirimu, lihatlah kau bahkan memberi aku dua jagoan yang lucu. Kelak pasti mereka akan menjadi anak yang hebat. Kau benar-benar hebat sayang..."seru Tristan ia mengecup lembut kening istrinya.


Melihat Daffi juga sudah terlelap, Tristan mengambil alih lalu membawanya ke ranjang bayi, dan menidurkannya di sana.


"Selamat tidur jagoan Ayah..."serunya.


Tristan kembali berjalan ke tempat tidur, terlihat sekali ia pun merasa ngantuk dan lelah.


"I love you ayah..."ucap Nada pada Tristan, setelah keduanya berbaring bersiap memejamkan kedua matanya.


"I love you too Bunda.., selamat tidur..."sahut Tristan.


Tak lama keduanya pun terlelap menyusul tidur si kembar.


•••


"PERNIKAHAN YANG SUKSES ITU ADALAH JATUH CINTA SERING KALI DAN TERHADAP ORANG YANG SAMA, YAITU PASANGAN KITA SENDIRI"


Arsyazzahra( Ara)


🌻🌻🌻


🌼🌼🌼


🌺🌺🌺


... TAMAT...