
Bugh..
Usai melepas pangutan bibirnya, Tristan membaringkan dirinya di ranjang. Nada memalingkan mukanya, menyembunyikan rona merah di pipinya.
"Nad..."panggil Tristan dengan lembut, sembari menepuk sisi tempat tidurnya.
"Apa..?"Nada memicingkan matanya dengan bingung.
"Kemarilah.."goda Tristan mengedipkan mata sebelah.
Glek.. Nada menelan ludahnya dengan susah. Kok tiba-tiba ia jadi merinding, ia mengusap lengannya yang tampak meremang.
"K..kau.. mau.. apa..?"tanya Nada dengan terbata-bata, kok jadi gagap gitu.
Tristan terkekeh, "Tidurlah Nad,.."sahutnya
"Nidurin kamu juga boleh..", ehh kok jadi keterusan ngomongnya, dasar pria emang urusan begitu aja selalu ingat.
Nada membulatkan kedua matanya, ia mengerti maksud Tristan tapi haruskah secepat itu, ia belum siap.
"Nad, ayo kemari. Menunggu apa sih.."desak Tristan.
"Em... aku ganti pakain dulu ya.."Nada berusaha mengulur waktunya. Tristan hanya menganggukan kepalanya.
Bugh.. Nada terjatuh saat mencoba melangkahkan kakinya.
"Aww.. sakit sekali.."ringisnya, kala merasakan sakit pada kakinya. Ia melupakan jika kakinya habis terkilir.
Tristan terkejut ia kembali bangkit dari tidurnya menghampiri Nad, "Nad, kenapa...?"
Nada tidak menjawab ia hanya meringis sakit, Tristan berjongkok dan melihat ke arah pergelangan kali Nada yang tampak memerah dan bengkak, ia membulatkan matanya.
"Nad, apa yang terjadi ?. Kakimu memerah dan bengkak. Kau juga tidak memakai alas kaki, dimana sepatumu.."cecar Tristan.
"Aku terjatuh tadi di depan, sepatunya aku buang.."sahutnya
Tristan mengusap wajahnya dengan telapak tangannya, "Kenapa kau begitu ceroboh, harusnya kau lebih hati-hati. Ayo ku bantu berdiri, aku akan mengobatinya.."
"Duduklah di sini lebih dulu.."Tristan membantu Nada duduk di pinggir ranjang, setelahnya ia berlalu keluar kamar, sebelumnya ia membawa kembali koper miliknya yang berisi barang-barangnya.
Tristan kembali membawa sebaskom air hangat serta sekotak peralatan p3k.
"Ayo rendam kakimu di sini.."seru Tristan. Nada mengikuti apa kata Tristan.
Setelah di rasa cukup, Tristan menyuruh Nada mengeluarkan kakinya, pria itu memegang pergelangan kaki Nada dan mulai memberinya minyak urut.
"Tristan.."
"Hem.."
"Aku akan mengobatinya sendiri, kau tidur saja. Kau bilang lelah kan.."ujar Nada
Tristan mengerutkan keningnya menatap Nada sejenak, "sudah diamlah Nad, jika tidak segera di urut kakimu akan terus bengkak.."
"Bagaimana bisa terjatuh Nad, kenapa kau selalu ceroboh. Harusnya kau lebih berhati-hati.."sambungnya sambil memijat kaki Nada.
"Tristan cukup ini sakit sekali.."teriak Nada
Tristan tidak menghiraukan teriakan Nada ia tetap melanjutkan pijatannya.
"Aaa sakit Tristan.."
Bugh.. Tristan terjatuh akibat di tendang Nada.
"Sial, kenapa kau malah menendangku. Baru ku pegang kakinya sudah teriak-teriak, gimana aku pegang yang lain."cetus Tristan, Nada membulatkan matanya yang lain apa tuh maksudnya.
"Maaf.."lirih Nada
Tristan menghela nafasnya, "Tahanlah sedikit Nad. Sebentar lagi juga sembuh.."tutur Tristan
Nada menganggukan kepalanya, "Apakah sudah lebih baik.."
"Iya, makasih ya.."Nada mencoba menggerakkan kakinya, memang tidak terasa sakit lagi.
Tristan kembali berdiri, "Mau sih, tapi pijat plus plus ya.."
"Pijat plus plus apa tuh maksudnya.."tanya Nada bingung.
"Penasaran, mau tau.."
Nada menganggukan kepalanya, Tristan mencondongkan tubuhnya mendekat ke arah Nada. Hingga jarak keduanya kini hanya beberapa centi.
Nada meringis kala merasakan perutnya nyeri, "Tristan aku perlu ke kamar mandi.."serunya, ia langsung berlalu ke kamar mandi.
Tristan berdecak kesal lagi-lagi gagal kan. Nada membuka sedikit pintunya, ia keluar dengan handuk yang melilit di pinggangnya.
"Sudah.."tanya Tristan
Nada menggeleng, ia menuju lemari pakaiannya, kemudian ia sibuk mencari sesuatu.
"Kau mencari apa..?"sambung Tristan
"Pembalut, apa kau melihatnya.."seru Nada
Sontak Tristan terkejut, "Pembalut.. kau datang bulan.."
"Heem.."
"Ish, kenapa datang di saat yang tidak tepat. Kemarin-kemarin kemana.."decaknya dengan kesal. Nada melongo mendengar umpatan Tristan.
🌹🌹🌹
Nada terlonjak saat keluar kamar mandi Tristan mengadahkan tangannya.
"Apa..?"tanya Nada bingung.
"Kunci mobilmu mana.."
"Untuk apa..?"
"Di mana kau memarkirkan mobilmu hem,"
"Di depan.."jawabnya enteng.
"Ya, dan kau memarkirkannya dengan sembarang. Satpam di bawah menelpon mobilmu menghalangi mobil yang lain masuk Nad.."
"Aku lupa, aku tadi buru-buru. Mana sempat berfikir parkir dengan benar.."
"Segitunya gak ingin kehilangan aku ya.."sahut Tristan dengan percaya diri.
"Ya ajalah biar kau senang. Ini kunci mobilnya, aku ingin tidur.."sahut Nada sembari memberi kunci mobil pada Tristan.
"Nad, aku sekalian kembali ke kantor dulu ya. Kau mau menitip sesuatu mungkin.."
"Tidak, aku tidak ikut ya perutku sakit sekali.."
"Iya.."
Tristan berlalu keluar kamarnya, "Coba aja dia lagi gak datang bulan, lebih baik aku tetap berada di apartemen lah.."
🌹🌹
Gagal unboxing😂😂
Jangan lupa
Like
Komentar
Hadiahnya
Tbc.