DO YOU LOVE ME ?

DO YOU LOVE ME ?
Perjodohan



Nadilla mematut dirinya di cermin tersenyum miris akan nasib dirinya. Malam ini Papanya berencana akan mengenalkan Nadilla dengan anak temannya. Miris apa ini jaman siti nurbaya mengapa harus ada perjodohan.


Andaikan dulu ia tidak mempermainkan perasaan Tristan, ia yakin kini keduanya sudah bersama dan bahagia.


Tidak, Nadilla mengenyahkan pikiran itu. Ia harus melupakan Tristan bagaimanapun caranya, Tristan sudah menikah. Ia tidak mau mejadi duri dari pernikahan Tristan dan Nada. Dengan menerima perjodohan ini, mungkin jni pilihan yang terbaik.


Nadilla tidak kuasa menolak keinginan Papa Dika, ia teramat menyayangi papa dan mamanya itu.


"Kau sudah siap sayang,,"tanya Disty setelah membuka pintu kamar Nadilla.


"Sudah ma.."


Kini Papa Dika, Mama Disty, juga Nadilla sudah berada dalam mobil.


"Papa bagaimana jika anak teman papa itu sudah mempunyai kekasih, papa aku tidak suka menjadi penghalang hubungan seseorang.."ujar Nadilla


"Tenanglah sayang, anak teman papa itu masih sendiri ia bahkan belum pernah pacaran.."seru Papa Dika


"Maksudnya perjaka tua.. eh.."Nadilla menutup mulutnya menggunakan kedua tangannya saat menyadari ia salah bicara.


Papa Dika menghela nafasnya , "Dia memang lebih tua darimu, tapi bukan berarti dia perjaka tua Nadilla."


Tidak mau banyak bicara, ketiganya kembali terdiam menikmati momen perjalanan menuju sebuah resto. Nadilla membuang mukanya, manik matanya menatap satu persatu kendaraan yang melintas. Nadilla menghela nafasnya kasar, ia tidak tau apa ini keputusan yang tepat atau tidak, yang jelas ia menuruti perjodohan ini demi kebahagiaan kedua orang tuanya.


🌷🌷🌷


Mobil Papa Dika berhenti di depan sebuah resto. Nadilla dan Mama Disty keluar dari mobil, tampak Dika juga keluar sambil memegang ponsel yang berada di telinganya, sepertinya ia tengah menerima telpon.


"Ayo masuk, keluarga Nugraha sudah menunggu di dalam.."ujar Papa Dika


Nadilla dan Mama Disty mengangguk mengikuti langkah Papa Dika masuk.


"Kami ingin bertanya letak ruangan keluargan Nugraha.."tanya Dika pada salah satu pelayan.


"Dengan Pak Dika.."


"iya.."


"Anda sudah di tunggu Tuan Rava, mari kami akan mengantarkan anda ke ruangan VIP.."ucap Manager resto yang baru tiba itu.


Keluarga Dika mengikuti langkah Manager toko, ia membawa mereka ke dalam ruang dengan jenis class VIP.


⚘⚘


Terlihat di sana semua keluarga Nugraha sudah berkumpul, ada Dinda, Rava, Opa Adi, juga Vano dan Alisa beserta putrinya yang bernama Nadine.


"Maaf kami terlambat.."ucap Papa Dika


"Tidak Dokter Dika kami juga baru sampai.."sahut Opa Adi


Opa Adi segera menyuruh keluarga Dika untuk duduk.


"Dimana Davis, putramu nyonya Dinda.."tanya Dika


"Dia akan datang sebentar lagi.."seru Rava


"Kenalkan ini Nadilla putri saya, dan istri saya.."ucap Dika


"Selam kenal Paman, Bibi, Opa, dan.."


"Nadine.. namaku Nadine.."seru Nadine


"oh ya Nadine.."


Sembari menunggu Davis tiba, kedua keluarga itu saling mengobrol.


Tidak lama pintu ruangan terbuka, sosok pria tampan masuk ke dalam.


Deg..


"kau.." ucap keduanya dengan kompak.


Ucapan keduanya membuat semua keluarga terhenyak, dan menimbulkan tanda tanya besar.


"Apa kalian sudah saling mengenal..?"tanya Opa Adi


Keduanya menggeleng dengan kompak, "Davis, dia Nadilla gadis yang Mommy ceritakan padamu. Dan di sebelahnya ada Papa dan Mamanya, ayo kenalkan nak.."tutur Dinda


"Salam tante, om dan Nadilla.."ucap Davis sopan.


⚘⚘


"Apa kau mempunyai kekasih.."tanya Nadilla pada Davis. Kini Davis sedang mengantarkan Nadilla pulang. Opa Adi menyuruh Davis untuk mengantarkan Nadilla pulang.


Davis tersenyum tipis, "Jika aku mempunyai kekasih untuk apa aku menyetujui pernikahan ini.."


Nadilla mengangguk paham.


"Lalu, kau sendiri...?"tanya Davis balik


Nadilla meneguk ludaknya kasar, "Tidak ada.."


"Apa hubunganmu dengan Tristan.."tanya Davis


Glek.. "Teman.."dustanya


Davis terkekeh, "Teman masa lalu maksudmu.."


Nadilla menatap Davis, "kau mengenal Tristan.."


Davis mengangguk, "Dia temanku, lebih tepatnya dia adik kelasku dulu. Tristan anak angkat dari Paman Alan dan Bibi Vriska, aku cukup mengenalnya karena mereka merupakan rekan bisnis Papaku, selain itu juga mereka berteman."


"Saat pernikahan Tristan dan Nada ku lihat kau keluar dari gedung itu sambil menangis, apa kau sedang patah hati saat itu.."sambung Davis


"Mana mungkin, aku tidak ada hubungan apa-apa dengannga.."sahut Nadilla membuang pandangannya ke luar.


Davis menangguk, "Bagaimana menurutmu tentang perjodohan ini.."


"Kalau kamu sendiri gimana..?"tanya Nadilla balik


"Aku ikut saja apa katamu, aku tidak kuasa menolak keinginan keluargaku. Jadi jika kau berniat untuk membatalkannya, kau sendiri yang memutuskan aku tidak mau.."ujar Davis


Nadilla terdiam, "Baiklah aku setuju. Tidak ada yang salah bukan kita saling menerima. Aku juga tidak mungkin menolak keinginan keluargaku.."desag Nadilla


Davis tersenyum tipis, ia menghentikan mobilnya.


"sudah sampai Nona, masuklah.."ucap David


"Terimakasih ya, kau tidak mampir.."


"Hari sudah malam, tidak enak di lihat tetangga. Aku langsung pulang saja ya.."


Nadilla mengangguk dia keluar dari mobil dan melangkahkan kakinya masuk rumah.


Aku harap pilihanku tidak salah, gumamnya


🌷🌷🌷


Jangan lupa like dan komentarnya


To Be Continue