DO YOU LOVE ME ?

DO YOU LOVE ME ?
Teman tapi mesra



Hingga waktu terus berputar Yuna dan Ardan masih saling bertukar cerita, tak jarang Yuna akan terkikik geli saat Ardan menceritakan kisahnya semasa kuliah dulu. Rena dan Nanda melirik ke arah Yuna.


"Dia sekretarismu kan.."tanya Rena.


Nanda mengangguk, "Mereka terlihat akrab apa mereka sepasang kekasih.."sambung Rena.


Nanda kembali melirik Yuna dan Ardan terlihat di sana Yuna masih tertawa. Nanda mengedikkan bahunya.


"Mana ku tahu. Aku tidak suka kepo.."ucapnya datar.


Rena mengerutkan keningnya lalu mengangguk tak juga ingin tau lebih banyak.


"Aku balik dulu ya, waktu istirahatku sudah habis.."seru Rena


Nanda mengangguk, "Oke. Sampai jumpa.. Barangkali Tuhan berbaik hati membuat kita berjodoh ya kan.."


Rena terkekeh menggelengkan kepalanya, "Kau dan aku bahkan lebih tua dariku, dan kau juga pandai merayu. Jangan-jangan begini juga caramu mendekati wanita ya.."


Nanda tergelak kemudian ia terkekeh, "Hanya beda setahun apa salahnya.."sahutnya. Rena tersenyum tipis kemudian ia berpamitan pergi.


Sepeninggal Rena, ekor mata Nanda bergerak ke arah Yuna yang masih tampak asik berdua dengan Ardan.


🌹🌹


"Kau bekerja di mana..?"tanya Yuna


"Sebuah perusahaan yang bergerak di Agency, kau tau bukan cita-citaku sejak dulu menjadi seorang fotografer yang handal.."tutur Ardan


Yuna mengerti karena ia melihat jelas kamera yang menggantung di leher pria itu. Saat Yuna hendak membuka mulutnya Nanda sudah berdiri di sampingnya dengan melipatkan kedua tangannya di dada. Tatapannya tajam menatap pria yang ada di hadapan Yuna, Ardan mengerutkan keningnya dengan bingung.


"Apa salahku.."gumam Ardan, ia seperti mendapati seorang pria yang cemburu karena kekasihnya ia selingkuhi.


"Tuan sudah selesai.."ucap Yuna


Nanda menatap Yuna datar, "Sudah sejak tadi aku menunggumu, tapi kau malah asyik pacaran.."dustanya dengan datar, padahal Rena baru pergi lima menit yang lalu.


"Oh maaf Tuan ini dia..."


"Aku tidak ingin tau, ayo balik kantor.."Nanda memotong ucapan Yuna, pria itu berjalan meninggalkan Yuna.


"Aku pergi dulu ya.."pamit Yuna pada Ardan.


Ardan menganggukan kepalanya "Aku akan menghubungimu nanti.."sahutnya ia melambaikan tangannya sambil tersenyum, namun ia kembali mendapat tatapan tajam dari Nanda.


"Cepat, kenapa lama sekali..."decak Nanda


"Iya Tuan.."Yuna mempercepat langkahnya, sampai di depan mobilnya Yuna menghela nafasnya yang tampak ngos-ngosan seperti habis di kejar maling.


"Lelet sekali sih.."decak Nanda.


"Tuan yang jalannya kecepatan.."Sahutnya Yuna


Nanda berdecak kesal, "Jadi kamu menyalankan saya.."


"em tidak.."


"Apa kau tidak ingat dengan pasal atasan dan karyawan.."kata Nanda memicingkan matanya.


Yuna beringsut, "saya ingat Tuan,.."


"Baguslah, jika kau sadar diri. Karena memang kau yang salah.. Ayo masuk.."perintahnya menyuruh Yuna masuk ke dalam mobil.


Jika kini di depannya ada tembok Yuna ingin sekali membenturkan kepalanya di tembok ketika mendengar ucapan Nanda atasannya yang ngeselin itu, menggelengkan kepalanya Yuna mengelus dadanya.


Sabar.. sabar, serunya dalam hati


Yuna menggeleng, "Tidak.."


"Tuan bolehkah saya bertanya.."sambung Yuna


"Hemm.."


"Apa tuan habis di tolak dengan Nona Rena, sedari tadi Tuan marah-marah seperti orang patah hati saja.."tutur Yuna


Nanda menatap tajam Yuna, "Mana berani dia nolak saya. Kamu kepo sekali..." serunya, padahal kenyataannya emang iya.


Yuna menutup mulutnya rapat tak ingin bertanya lebih atau dia akan kembali mendapati Nanda kembali bermulut pedas.


"Tadi itu pacarmu yang ke berapa..?"tanya Nanda, tak ingin bertanya lebih namun entah kenapa ia begitu penasaran.


Nah sekarang siapa yang kepo, Yuna yang sejak tadi sedang memandang lalu lintas jalanan seketika mengerutkan keningnya.


"Teman.."sahut Yuna


"Teman tapi mesra.."cibir Nanda, Yuna tergelak dari mana di katakan mesra seingatnya keduanya hanya mengobrol biasa.


Mobil tiba di depan perusahaan, tanpa menjawab ucapan Nanda, Yuna turun wanita buru-buru masuk ke dalam.


"Kenapa sih dia, dasar tidak sopan..?"seru Nanda, melihat Yuna lari terbirit-birit..


🌹🌹


Nanda mengerutkan keningnya melihat Yuna baru sampai di ruangannya seingatnya tadi wanita itu turun lebih dulu.


"Dari mana..?"


"Toilet Tuan.."sahut Yuna, ia mendudukan dirinya di kursi kerjanya.


Nanda meneliti penampilan Yuna, tidak ada yang menarik namun anehnya kenapa pacarnya banyak, apa coba yang di lihat dari para pria itu. Masa Nanda yang notabenya seorang pria tampan, banyak duit jomblo sih. Dan Rena kenpa wanita itu menolak dirinya.


Brak.. Nanda meletakkan setumpuk dokumen di atas meja Yuna dengan kasar.


"Tuan.."seru Yuna dengan bingung.


Nanda mengangkat alisnya sebelah, "Apa? aku mau kau mriksa semua dokumen itu, dan aku ingin laporannya segera.."


"Tapi.."


"Kau membantah saya.."sahut Nanda cepat.


"Mana berani.."jawab Yuna.


Akhirnya Yuna pun mengerjakan apa perintah Nanda, bisa ia pastikan hari ini ia harus lembur, sementara itu dari meja kerjanya Nanda tersenyum puas.


"Rasain salah sendiri membuatku kesal.."ucapnya,


🌹🌹🌹


Jangan lupa


like


komentar


hadiahnya


vote, bagi yang punya ya..


Tbc.