DO YOU LOVE ME ?

DO YOU LOVE ME ?
Kencan Buta



"Tuan bangun, ini udah siang banget ya ampun.."ucap Yuna yang sudah mulai emosi sejak tadi wanita itu sudah mencoba membangunkan atasannya itu tapi Nanda tak kunjung membuka matanya.


"Sebentar lagi Yun, sepuluh menit lagi janji nanti saya pasti bangun.."gumam Nanda dengan mata terpejam.


"Nggak.. Nggak mau. Tuan tuh dari tadi janji-janii terus tapi gak bangun-bangun, kalau gak saya paksa.."dumel Yuna dengan kesal.


"Ya udah kalau gitu paksa saya sampai bangun.."jawab Nanda sambil cekikikan dalam hati.


Yuna menarik paksa selimut yang menutupi tubuh atasannya itu, tapi saat itu juga ia menyesali perbuatannya. Nampak sangat jelas bentuk tubuh Nanda yang menggiurkan dan menggoda. Karena Nanda saat ini hanya memakai celana panjang tanpa atasan miliknya.


"Tuan habis ngapain sih, pakai tidur gak pakai baju segala.."dumel Yuna


Nanda tak bergeming tetap memejamkan matanya, "Sumpah ini orang, ya ampun..."teriak Yuna kesal, wanita itu mengambil bantal lalu memulai mukul Nanda, bodo amat jika nanti atasannya itu akan marah, Yuna tidak akan peduli.


Bugh.. bugh...


"Aww.. ya ampun Yuna sejak kapan kamu tiba-tina jadi bar-bar begini.."ucapnya sembari terduduk lemas.


Akhirnya bangun juga, gumam Yuna dalam hati.


"Sana mandi, jangan lama-lama. Nanti kalau kelamaan saya akan batalkan reservasi kencan buta dengan wanita yang sudah Tuan pilih kemarin.."ucap Yuna memberi peringatan pada Nanda.


"Kamu..."


"...kamu udah bikin janji hari ini.."sambungnya bertanya pada Yuna.


Yuna hanya mengangguk cuek,


"Oke, saya mandi dengan cepat. Jangan lupa siapakan pakaian yang special untuk saya hari ini.."


Usai melakukan pertemuan dengan kliennya, dan rapat penting yang baru saja selesai ia laksanakan. Nanda segera menuju restoran tempat di mana Nanda akan melakukan kencan buta dengan seorang wanita yang ia ketahui lewat biro jodoh kemarin.


"Yun, nanti kalau saya sudah punya pacar kamu jangan ngiri ya. Kamu sih pantatnya tepos, dadanya rata jadi gak mungkin ada yang suka sama kamu. Lihat nanti pacar saya seberapa cantik, seksi dan bohainya.."celetuk Nanda.


Yuna memutar bola matanya jengah, "iya Tuan.."


Sampai di restoran Nanda dan Yuna segera memasuki ruangan VIP.


"Ingat ya Tuan, namanya sintia.."


"Iya yang orangnya cantik, seksi, dan bohay kan.."jawab Nanda.


"Terserah Tuan aja lah. Udah sana cari.."ucapnya sembari memberikan selembar foto pada atasannya itu yang ia dapatkan dari biro jodoh kemarin.


"Tuan, saya pulang balik kantor dulu ya.."ucap Yuna


"Jangan.. Gak boleh. Kamu tunggu di bangku sini aja. Nanti kalau saya butuh kamu kan gampang.."ucap Nanda menyuruh Yuna untuk tetap duduk di kursi tidak jauh dari jangkauannya.


Nanda berjalan mendekat ke arah seorang wanita yang terduduk sendiri di sana.


"Nanda ya..?" tanya seorang wanita berbadan gemuk.


"Kenapa ya...?"tanya Nanda hati-hati.


"Ini saya, Sintia.."ujarnya


Astaga ....? ini serius si Sintia ? Si bohay dan cantik. Kok jadi gini, sangat jauh dari exspetasi.gumam Nanda terkejut.


"Uhm kebetulan saya kembarannya Nanda,. Nanti saya kasih tau kalau dia sudah datang.."ujarnya. Lalu Nanda mengkode Yuna untuk datang mendekat ke arahnya. Seakan mengerti apa yang di butuhkan atasannya Yuna mulai bermain dengan aktingnya.


"Sayang, sudah lama nunggu ya.."ucap Yuna sembari merangkulkan tangannya di lengan Nanda.


Nanda pun membalas memeluk mesra pinggang Yuna, "Malu dong sayang, jangan peluk-peluk depan orang lain.."ucapnya sembari memukul kecil tangan Nanda.


"Tuan, jangan modus.."bisik Yuna di teling bosnya.


Nanda? hanya menunjukkan cengiran khas senyumnya tanpa dosa pada Yuna dan Sintia, setelah itu membawa keluar Yuna keluar dari cafe tersebut.


Sepanjang jalan keluar cafe Yuna menahan tawanya dengan terkekeh kecil, sampai di dalam mobil Yuna akhirnya tertawa dengan lepas.


"Jangan tertawa.."sarkas Nanda kesal.


"Lho kenapa...?"tanya Yuna


"Pamali ngetawain orang yang lagi sedih.."seru Nanda sambil memukul gagang kemudi mobilnya.


"iya, bener ya kata Tuan. Jika Sintia itu bohay dan cantik seperti yang anda bilang, beda banget dengan saya yang tepos dan rata.."seru Yuna masih dengan nada meledek atasannya itu. Wanita itu terus terkikik geli.


"Jangan ngledek saya Yuna..."semprotnya kesal.


"Lho kenapa, saya ngomong apa adanya lho.."


"Yuna saya bilang cukup, atau kamu mau saya...."Nanda menatap wajah Yuna yang masih terkikik geli sejak tadi.


"Atau apa Tuan..."


"Tidak jadi...."sahutnya sembari membuang pandangannya ke luar jendela mobil.


Huft.. Yuna menghela nafasnya.


"Lagi Tuan aneh, katanya playboy ngapain pakai acara ngadain kencan buta segala..."celetuk Yuna.


"Kalau bukan karena keluarga saya yang terus mendesak saya untuk segera menikah, saya juga tidak mau melakukan ini. Saya cuma tidak mau di jodohkan, Yuna.."ujar Nanda.


Yuna mengangguk, "lalu setelah kencan buta yang anda rencanakan ini gagal, apa yang akan anda lakukan. Kenapa anda tidak menerima saja perjodohan yang keluarga anda buat, siapa tau..."


"Saya tidak suka, dia gadis yang matre.."celetuk Nanda.


Yuna menganggukan kepalanya sembari berfikir mencarikan ide jalan keluar.


"Maaf ya Tuan, jangan sedih lagi nanti coba saya pikirkan jalan keluarnya.."ucap Yuna menyemangati Nanda kembali.


Nanda melirik ke arah Yuna, "gimana kalau saya menikahi kamu saja..."celetuk Nanda tiba-tiba.


Deg.. Yuna terkejut mendengarnya, namun sebisa mungkin ia kembali bersikap biasa saja.


"Ngaco.." ucapanya sembari membuang mukanya ke sembarang arah.


"Saya juga cuman bercanda..."kata Nanda sembari terkekeh.


Entah kenapa ada rasa kecewa sekaligus perasaan lega, Yuna masih belum bisa memahami perasaannya kini.


"Tuan berhentilah di restoran depan, saya lapar.."pinta Yuna


"Baiklah.."Nanda membelokkan mobilnya ke restoran yang di maksud Yuna.


Yuna buru-buru jalan masuk lalu memesan makanan. Nanda mengernyit heran melihat sekretarisnya yang seperti orang tidak pernah makan.


🌹🌹🌹


Jangan lupa


Like


Komentar


Hadiahnya


Tbc