DO YOU LOVE ME ?

DO YOU LOVE ME ?
Liam kembali



Tristan tengah sibuk dengan laptop di mejanya, hari ini pekerjaanya begitu banyak, belum lagi ia harus menyiapkan bahan presentasi nanti.


"ughh.."Nada meleguh merentangkan tangannya meluruskan otot-ototnya yang terasa kaku. Ia melirik alroji di tangannya waktu sudah mendekati makan siang. Kemudian ia melirik ke Tristan, pria itu sama sekali tak bergeming dari tempatnya tatapannya terus tertuju pada laptop di hadapannya. Jika di lihat Tristan memang tampan, hidungnya mancung, kulitnya putih, rahangnya kokoh, bibirnya seksi, eh.. Nada mukul kepalanya saat memikirkan kata terakhir ia menggelengkan kepalanya. Kan jadi keingat ciuman semalam, ia kembali memukul bibirnya, berusaha menghilangkan jejak ciuman semalam.


"Kau waras.."ucap Tristan mengejutkan Nada.


"Kau pikir aku gila apa..."sahut Nada dengan sewot.


Tristan terkekeh ia bangkit dari kursinya menghampiri Nada, "Mirip orang gila memang. Sejak tadi kau memerhatikanku lalu kau memukul kepalamu, dan terakhir memukul bibirmu.."


Shit,,sial ternyata Tristan memperhatikan Nada sejak tadi, namun namanya Nada tetap saja gengsi untuk bilang iya.


"Apa kau baru menyadari jika aku tampan,"sambungnya


"Atau kau mengingat ciuman kita semalam, aku bisa memberikannya dengan sesuka hati.."


Nada menatap tajam Tristan, "Sinting, aku tidak nafsu padamu.."dustanya, kata siapa padahal sejak ciuman yang Tristan berikan semalam, Nada sama sekali tidak dapat memejamkan matanya, matanya dan otaknya terus tertuju pada bibir Tristan yang lembut kala itu.


Tristan tersenyum sinis, ia mendekatkan badannya pada Nada.


"Kau mau apa..?"seru Nada saat Tristan terus mendekatkan wajahnya.


"Melakukan apa yang ada di dalam otakmu.."ucapnya


Jantung Nada berdegup begitu kencang, Sial kenapa rasanya tidak karuan,gumamnya dalam hati.


Tristan terus memajukan wajahnya, Nada memejamkan matanya


Tring.. tring.. bunyi ponsel Nada berdering membuyarkan keduanya. Tristan segera menjauhkan wajahnya dari Nada.


Nada menghela nafas lega, ia mengambil ponsel miliknya dari terlihat di sana ada panggilan tak terjawab, nomor itu juga meninggalkan pesan.


'Apa kabarmu sayang, aku sudah kembali. Bisakah kita bertemu, aku sangat merindukanmu..' Liam


Deg... wajah Nada berubah pucat, tangannya menggengam kuat ponselnya, matanya tampak memerah entah menyiratkan emosi atau ketakutan ia sama sekali belum mengerti.


Tristan mengerutkan keningnya melihat perubahan wajah Nada, mata wanita itu tampak berkaca seakan luka lama kembali terbuka.


"Ada apa Nad...?"tanya Tristan khawatir,


Nada menggelengkan kepalanya, "Tidak ada.."dustanya bimbang haruskah ia mengatakan pada Tristan bahwa Liam kembali.


"Benarkah, wajahmu..."


"Aku baik-baik saja, oh ya aku akan keluar membeli makan siang. Kau mau nitip sesuatu apa tidak..."ucapnya ia mengalihkan pandangannya agar Tristan tak dapat melihat kebohongannya.


"Jangan mengalihkan pertanyaanku Nad. Aku tidak suka kau bohongi.."ucap Tristan dengan tatapan tajam.


Nada menelan salivanya dengan susah, "Tristan a..aku..."


Tidak sabar menunggu jawaban Nada, Tristan segera merampas ponsel Nada.


"Apa sandinya.."tanya Tristan ketika ia hendqk membuka ponsel Nada.


"Jika memang tidak ada apa-apa, kau tidak mungkin takut jika aku memeriksa ponselmu ini Nad.."seru Tristan


"Katakan Nad.."pernitah Tristan tegas dan tak ingin di bantah.


Akhirnya Nada pun menyebutkan sandi ponselnya. Tristan segera membuka ponsel Nada berhasil, lalu ia mulai memeriksa panggilan dan pesannya.


Rahangnya mengeras tangannya mengepal saat ia menemukan pesan dari Liam. Ia tersenyum sinis menatap Nada.


"Liam.."


"Setelah apa yang dia lakukan padamu, dia masih ingin menemuimu, dan dengan percaya dirinya dia tetap memanggilnya sayang.."seru Tristan kesal.


"Akan ku temui dan ku hajar dia sampai babak belur.."sambungnya.


"Jangan.."Nada menggeleng mencegah Tristan,


"Kenapa..? kau masih mencintainya.."Seru Tristan menatap Nada


Nada bingung harus menjawab apa lidahnya kelu tak dapat berkata, "Tristan aku..."


"Tidak Nad, tidak akan ku biarkan kau kembali padanya. Kau istriku sampai detik ini dan selamanya, tidak sudi jika aku membiarkanmu pergi bersama pria pecundang itu.."


"Tapi kita hanya menikah karena terpaksa, kau juga sudah menyepakati perjanjian itu. Kau hanyalah suami di atas kertas.."ucap Nada dengan lantang.


Rahang Tristan mengeras ia menatap Nada dengan tajam, Tristan meletakkan ponselnya di atas meja. Lalu tangannya memegang pundak Nada dan mengguncangnya dengan kuat.


"Perjanjian apa, semua itu konyol. Aku hanya mengikuti apa perintahmu. Kau fikir aku akan membiarkan perjanjian itu berjalan dengan mudah. Tidak akan Nad.. jangan harap.."


"Tatap mataku Nad, apa semua yang telah ku lakukan padamu tidak ada sedikitpun yang dapat menyentuh hatimu.. Apa kau tidak dapat merasakan apapun saat aku berada di dekatmu kini.. Katakan Nad cepat katakan.."ucap Tristan dengan lantang,


Nada memalingkan mukanya, ia tidak tau harus berkata apa.


"Hanya karena aku seorang anak yatim piatu, apa kau begitu membenciku. Apa aku begitu menjijikkan bagimu Nad.."Tristan terus meluapkan segala isi hatinya.


"Kenapa hatimu begitu keras Nad tak dapat ku jangkau sama sekali. Aku harus apa agar kau dapat mengerti perasaanku sebenarnya."lirih Tristan, Nada mendongak menatap wajah Tristan yang terlihat begitu emosi.


Ia hendak membuka mulutnya namun Tristan kembali memotongnya, "Kau sangat egois dan keras kepala."ucapnya, Kemudian Tristan berlalu pergi meninggalkan Nada dengan sejuta pertanyaan yang hinggap di hatinya.


"Tristan, maaf..."lirihnya.


🌹🌹🌹


Jangan lupa


Like


Komentar


Hadiahnya


Tbc.