
Yuna membolak-balikkan ponsel miliknya yang siang tadi baru ia ambil dari conter tempat ia memperbaikinya, Nanda yang melihatnya mengernyit heran akan kelakuan sekretarisnya itu.
Nanda menghampiri Yuna lalu merebut ponselnya dan melemparkanya begitu saja.
Brak..
"Tuann jangan.."pekik Yuna
"Pusing saya liatin kamu dari tadi getok-getok ponsel terus,.."
Yuna cemberut, "Ya udah jangan di lihatin.."ia menatap miris ponsel miliknya yang sudah tergeletak di lantai.
"jahat banget sih.."
Untuk pertama kalinya Yuna berdecak kesal dengan atasannya itu. Ya lah, ponselnya baru ia ia ambil dari Conter dan malah kembali di rusak oleh atasannya itu.
"Ikut saya..."Nanda mengambil tangan Yuna lalu membawanya keluar menuju parkiran.
🌹🌹🌹
"Tolong pilihkan saya ponsel terbaru dan bagus.."perintah Nanda pada pegawai stand penjualan ponsel ternama.
"Baik Tuan.."
"Untuk apa Tuan.."
Nanda tetap diam tak berniat menjawab pertanyaan Yuna, sampai pada akhirnya seorang pegawai tadi memberikan ponsel yang di maksud Nanda sembari menjelaskan keunggulan ponsel itu. Tak ingin terlalu lama Nanda menyuruh pegawai itu membungkus ponsel itu, lalu Nanda membayarnya.
"Nih..."ucap Nanda menyodorkan paperbag yang berisi ponsel di dalamnya.
"Ambil.."lanjut Nanda,
Yuna masih tak bergeming, "Ih Lama.."
"Tapi Tuan saya tidak minta.."
"Tau.."
"Lalu ini.."
"Lagi mau bagi-bagi rejeki, anggap saja itu rejeki kamu.."
"Ayo saya lapar, sebelum saya anterin kamu pulang ayo temani aku makan dulu.."lanjutnya.
Nanda menarik tangan Yuna, tanpa sadar ia terus menggenggam Yuna sembari berjalan.
Dret.. drett..
Ponsel Nanda bergetar yang berada dalam saku jasnya, Nanda melepaskan tangan Yuna.
"Susah banget.."decaknya saat ia berusaha mengambil ponselnya dalam kantong jasnya.
Tangan Yuna terangkat untuk mengambilkan ponsel atasannya itu, membuat Nanda menatap Yuna dalam-dalam merasakan hembusan nafas juga aroma parfum sekretarisnya itu dengan jarak yang begitu dekat. Detakan jantung begitu kuat berdegu kencang, membuat Nanda terdiam tak bisa berkutik, ada sesuatu hal yang dapat ia jelaskan akan apa yang ia rasa.
"Ini bisa.."ucap Yuna setelah berhasil meraih ponsel Nanda yang sudah tak berdering lagi. Yuna memegang tangan atasannya itu memberikan ponselnya. Di tatap seperti itu tentu saja membuat Yuna salah tingkah, apalagi kini Nanda justru masih menggenggam tangan Yuna.
Glek.. Yuna menelan salivanya dengan susah, ketika matanya bertatap langsung dengan atasannya.
Ada apa dengan jantungku, berdebar kencang..?
Nanda segera menyadari semua yang terjadi saat ponselnya kembali berdering,
"Maaf.."ucap Nanda lalu segera menjauh dari Yuna mengangkat telponnya.
Tidak ini salah, gumam Yuna.
Yuna melihat stand cafe yang menyajikan ice cream yang berjejer di sana, sembari menunggu atasannya menerima telpon Yuna pun memilih melangkahkan kakinya kesana.
Usai memesan dua cup ice cream Yuna menarik salah satu kursi di sana, lali mendudukan dirinya dan mulai menyantap ice creamnya.
"Yuna.."panggil sebuah suara wanita.
"Nona Nada.."sahut Yuna ketika melihat Nada dan Tristan sudah berdiri di depannya, sembari membawa tentengan begitu banyak.
"Sendirian...?"Tanya Nada dengan penuh selidik.
"Yuna kamu sudah_"
Belom sempat Yuna membuka mulutnya, Nanda sudah muncul di depannya. Pria itu berdecak kesal saat melihat saudara kembarnya beserta Tristan.
"Ehh... sama calon pacar tha.."ejek Nada
"Nona habis belanja..?"tanya Yuna mengalihkan peembicaraannya, jujur saja ia merasa tak nyaman dengan ejekan Nada.
"Iya aku belanja banyak, rencananya mau pindah rumah ya kan sayang.."ucap Nada
"Iya.."sahut Tristan tersenyum tipis.
"Sayang aku juga mau ice cream kaya punya Yuna, pesenin ya.."pinta Nada sembari mengedipkan sebelah matanya.
Wuek... Nanda ingin muntah dengernya, sementara Tristan terkekeh, ia tau Nada sedang memanas-manasi kakak kembarnya itu.
"Ih kalian romantis banget sih.. Seneng deh lihatnya.."seru Yuna
"Romantis dari hongkong..."decak Nanda
"Ih sirik aja, makanya nikah biar gak iri mulu ama aku.."
"Sorryy tidak ada kamus iri dalam hidupku.."
Tristan datang dengan membawa dua cup ice cream memberikannya pada Nada.
"Makasih sayang.."
"Aku mau muntah denger kamu ngomong gitu Nad.."
"bodo amat.."
Yuna dan Tristan terkekeh mendengarnya.
"Yun mau ikutan aku pindahan gak..?"tanyaNada
"Gak.."Bukan Yuna yang menjawab melainkan Nanda.
"Ih aku tanya Yuna kok,. Di tempatku sana ada cowok tampan lho mau gak aku kenalin, ya kan sayang.."ucap Nada memberi kode pada suaminya.
"Benarkah..? "sahut Yuna
"Nanti kapan-kapan saya main.."lanjutnya
"Baiklah.."
"Yuna udah punya pacar belom sih..? berapa..?"sambung Nada kembali bertanya.
Yuna tergelak akan pertanyaan Nada,.
"Kamu tuh crewet banget sih nanya mulu, diem napa berisik."ucap Nanda, jujur saja pertanyaan Nada sangat menganggu bagi dirinya.
"Ayo buruan Yun.. Saya lapar.."
Nanda melangkah meninggalkan Yuna lebih dulu. Yuna mengejar atasannya dengan tergesa-gesa.
"Nanda ya..?"sapa seorang wanita cantik saat Nanda dan Yuna selesai menyantap makanannya. Mereke hendak beranjak dari sana.
Nanda melirik sekilas wanita itu kemudian mengernyit bingung, "Kamu siapa ya..?"
Wanita itu tergelak, "Saya Lena, kamu gak ingat saya.."
"Gak.."jawabnya membuat wanita itu menatapnya sendu.
"Yang sopan dengan perempuan.."bisik Yuna, lalu meninggalkan mereka begitu saja.
Nanda menggaruk kepalanya, "Jangan sedih , saya akan coba ingat kamu, tapi sekarang saya harus pergi dulu.."ucap Nanda dengan mimik muka lembut sembari mengelus kepala wanita itu, jika bukan karena ucapan Yuna gak mungkin ia mau bersusah payah berbicara lembut begitu.
"Siapa tadi..?"tanya Yuna
Nanda mengedikan bahunya tanda tak mengerti, "Mantanmu ya Tuan.."sambungnya.
"Kamu cemburu..?"tanya Nanda to the point.
Yuna terkekeh, "Enggaklah, kan gak ada hak juga saya cemburu.."
"Cemburu juga gak papa.. Biar aku gak dekat wanita lain. Memang pria tampan seperti diriku banyak di gemari wanita.,"tutur Nanda sembari terkekeh kecil. Yuna hanya terdiam sembari menggelengkan kepalanya.
🌹🌹🌹
Jadi aku tuh lagi ngrasain anosmia, kehilangan indra penciuman dan perasa dan ini sangat menganggu, nafsu makan pun turun. Doakan aku cepat sembuh ya... Guys untuk kalian diamanapun berada , jaga kesehatan selalu ya.
Tbc.