DO YOU LOVE ME ?

DO YOU LOVE ME ?
Hidangan pembuka



Pukul sembilan malam Tristan baru tiba di apartemennya, hari ini dia harus lembur bersama Alan, papi mertuanya. Jadi Nada sudah pulang lebih dulu. Tristan yakin Nada paling sudah tidur.


Tristan membuka pintu kamarnya, ekor matanya bergerak mencari keberadaan istrinya. Namun tidak ada siapa-siapa, pun di kamar mandi tidak ada.


"Dimana dia.."gumamnya dengam bingung. Tristan kembali keluar berjalan menuju dapur.


Kluntang... kluntang.. brak.. prang.. bunyi berbagai peralatan dapur terdengar di telinga Tristan.


"Ya ampun...."pekiknya terkejut mendapati dapurnya kini seperti kapal pecah. Matanya membulat sempurna, panci sendok, garpu spatula yang sudah tak berada di temlatnya, belom lagi bercak minyak, tepung yang menempel di meja.


Nada tak mendengar pekikan Tristan, ia sedang mencuci piring sembari mendengarkan lagu melalu ponselnya, telinganya ia tutup menggunakan earphone.


"Nad.."panggil Tristan, namun Nada sama sekali tak bergeming. Wanita itu asyik bernyanyi dengan suara falsnya, membuat gendang telinga siapa saja pecah yang mendengarnya.


Grepp... Tristan melingkarkan tangannya di pinggang istrinya, salah satu tangannya ia gunakan untuk membuka earphone di telinga istrinya.


"Ngagetin aja sih, ku kira setan.."celetuk Nada


Tristan tergelak, "Mana ada setan setampan diriku.."


"Aku sudah memanggilmu dari tadi tapi kau tidak kau dengar..."


Nada terkekeh, "Iya maaf.."


"Nad, kenapa dapurnya jadi mirip kapal pecah begini. Kau habis perang baratayuda ya.."seru Tristan, sembari mengecup pipi Nada lalu melepaskan pelukannya.


Nada cemberut, "Nanti aku bereskan, aku habis masak untukmu..."


"Mandilah, setelah itu kita makan.."sambungnya.


🌹🌹🌹


Tristan duduk tegap di meja makan, untuk pertama kalinya ia akan menikmati masakan istrinya.


Nada mengambilkan makanan untuk Tristan, "Ayo coba cicipi.."


Tristan mengambil nasi dan sayurnya lalu menyuapkan ke mulutnya.


Satu


dua


tiga..


Nada menunggu dengan harap-harap cemas,


"Gimana, enak tidak.."tanya Nada dengan penasaran.


Tristan berusaha untuk menelan makanan itu matanya membulat, Rasanya begitu asin, apa dia tidak bisa membedakan mana garam dan gula.gumamnya.


"Tristan ayo jawab.."desak Nada


"Enak kok.."dustanya,


"Bohong kalau enak tidak mungkin mukamu lemes begitu.."decak Nada kesal.


Tristan menghela nafasnya dengan kasar, Nada mencoba mengambil masakan yang ia buat lalu memakannya.


Nada melototkan matanya, ia langsung berlari ke arah wastafel lalu memuntahkannya di sana.


uwek.. uwek..


"Sangat asin, seperti makan garam..."ucapnya.


"Nad, kau baik-baik saja.."Tristan menghampiri Nada.


"Aku benar-benar tidak berguna ya Tristan, aku bahkan tidak bisa masak..."lirih Nada matanya mulai berkaca-kaca.


"Bukan tidak bisa, tapi belum Nad. Tidak masalah kau kan baru belajar.."


"Mamiku anak tunggal, tapi dia sangat jago memasak sejak dulu, bahkan dia juga mantan model, tapi dia bisa apa saja tidak seperti aku.."


Nada mulai menangis, "Tristan maafkan aku. Kau lihat saja, aku bahkan sudah menghancurkan peralatan masakmu..."


"Tristan..."teriak Nada kesal, ia langsung mendorong suaminya.


🌹🌹🌹


"Nad.."


"Hem.."


"Sudah tidur.."tanya Tristan


"Sudah..."jawabnya, Tristan terkekeh ada orang tidur bisa jawab.


"Besok jam satu temani ke pesta pernikahan Tuan Darren ya..."


"Heem.."


"Nad kau masih marah ya padaku, maaf ya. Aku bercanda tadi.."


"Nad.."


"Apalagi sih.."decak Nada kesal, seketika ia membalikkan tubuhnya menghadap suaminya. Tatapan keduanya bertemu, dera nafas terdengar.


Tristan menatap Nada dalam-dalam, pandangannya beralih ke bibir ranum istrinya, ingin sekali ia membenamkan bibirnya di sana.


"Apa.."seru Nada


Tristan tidak menjawab melainkan ia mencondongkan wajahnya, perlahan dan semakin dekat ke arah bibir Nada.


Cup.. Nada membulatkan matanya saat Tristan mengecup bibirnya.


Tidak cukup, Tristan pun ******* bibir Nada, memaksa masuk lidahnya menari ke dalam bibirnya istrinya.


Nada memukul dada suaminya saat ia merasa sesak, Tristan melepaskan pangutan bibirnya.


Nafas Nada tampak tersengal-sengal, "Kau mau apa? Tristan aku belum bisa melakukannya.."


"Aku tau. Hanya icip-icip hidangan pembuka Nad,.."jawabnya membuat Nada tergelak, di kata makanan apa ada hidangannya.


"Dasar mesum.."umpat Nada


"Lagi ya Nad.."pinta Tristan, belum sempat Nada menjawab Tristan sudah mendaratkan ciumannya, lama-lama Nada jadi terlena akan permainan bibir suaminya ia pun mulai bisa mengimbangi permainannya.


Ciuman Tristan turun ke leher jenjang Nada dan memberikan tanda kepemilikan di sana. Seakan lupa Tristan hendak membuka kancing baju tidur Nada. Nada mencegah tangam Tristan dan menggelengkan kepalanya.


"Cukup, ingat Tristan aku sedang datang bulan.."ucap Nada


Tristan langsung berdecak kesal, "Kenapa sih tidak di suruh pergi saja tamunya Nad.."


Nada melongo mendengarnya, "Mana bisa."


"Menyebalkan..."


"Ayo tidur, aku ngantuk..."seru Nada, Tristan terdiam perlahan Nada mulai memejamkan matanya.


Sementara Tristan tidak bisa memejamkan matanya sama sekali, pria itu berkali-kali berpindah posisi membolak-balikan badannya tak juga kunjung memejamkan matanya.


"Sial.."uampatnya, Tristan langsung beranjak dari tempat tidurnya keluar menuju ruang kerjanya.


🌹🌹


Jangan lupa


Like


Komen


Hadiahnya


Tbc.