
"yuhu... Nada, i'm comming...."teriak Vriska begitu membuka pintu, ia juga melepas kaca mata hitam miliknya.
Tidak ada sahutan sama sekali, Vriska berjalan masuk lalu ia berhenti begitu mendapati di ruang televisi terdapat bingkai besar yang berisi foto Sera dan Chandra.
"Hai, sobat. Aku datang ke rumah kalian, aku tidak pernah berfikir bahwa putra dan putri kita berjodoh.."ucap Vriska dengan mata yang mulai berkaca-kaca.
"Apalagi mengingat bagaimana konyolnya pertemuan kita, tidak ada yang tau juga jika akhirnya-"
Wuek... wuek.. Vriska tidak meneruskan ucapannya ia mendengar suara orang muntah, Vriska buru-buru menghapus sudut matanya yang basah.
"Nad...."panggil Vriska ia melangkahkan kakinya ke kamar.
"Kau baik-baik saja nak, apa yang kau rasakan.."tanya Vriska sembari memijat tengkuk putrinya.
"Mami... a...ku.. mual..."lirih Nada dengan lemah.
"Apa kau hamil...?"tanya Vriska
Nada buru-buru membasuh mukanya dengan air, lalu menatap maminya dengan bingung.
"Aku tidak tau mami, karena sejak dulu aku sering telat datang bulan.."jawab Nada
Vriska menganggukkan kepalanya, lalu ia membuka tas miliknya mengambil sebuah benda pipih di sana, "Coba di cek, mami tunggu di luar ya.."
"Tapi mami..."
"Tidak ada yang salah, kau harus mencoba sayang. Apapun hasilnya terima, mami hanya tidak ingin kejadian mami dulu juga terjadi padamu..."tutur Vriska
Nada mengangguk, lalu Vriska pun keluar menunggu putrinya dengan harap-harap cemas.
Krek.. pintu kamar mandi terbuka.
"Sayang, gimana hasilnya..?"tanya Vriska
"Aku gak tau mi, tuh aku taro di atas wastafel. Aku pusing mau tiduran.."
"Oke mami bantu,.."
Usai membantu putrinya berbaring Vriska kembali masuk ke dalam kamar mandi, mengambil benda pipih itu.
"Yuhu.. cucu oci comming soon.."teriak Vriska heboh. Ia keluar dari kamar mandi dengan perasaan senang.
Lalu Vriska berjalan ke arah putrinya yang sedang bersanda di ranjang, Vriska langsung memeluknya putrinya.
"Terimakasih sayang..."ucap Vriska dengan suara serak.
"Mami..."
"Jaga baik-baik cucu mami ya,.."ucapnya setelah melepas pelukannya.
"Mami aku...."
"Ya, kamu hamil. Selamat ya, mami senang sekali, kamu tidak perlu bersusah payah dalam mendapatkan anak tidak seperti mami. Mami sangat bahagia sayang,"tutur Vriska sambil menghapus air matanya.
Senyum merekah terbit di wajah Nada, "Benarkah mami, jika aku hamil.."
"Ya sayang..."
"Mami aku sangat senang..."
"Mami antar kamu ke dokter ya..."ucap Vriska
Nada mengangguk, "Jangan beritahu Tristan ya mam, aku ingin kasih kejutan untuknya.."
🌹🌹🌹
Nada dan Vriska berjalan menyusuri koridor rumah sakit dengan senyum merekah sambil menggenggam sebuah foto USG yang menampakkan dua gambar janin di sana.
"Mami aku bakal punya anak kembar.."katq Nada dengan senang.
Vriska merangkul Nada, "Ya sayang, mami juuga senang mendengarnya. Apalagi kalau Opa dan Oma mu pada tau, mereka pasti juga sangat bahagia, muda-mudahan mereka terus sehat lalu bisa melihat cicitnya.."
"Mami jangan beritahu Tristan ya, aku mau buat kejutan untuknya..."serunya.
"Ya mami, besok lusa kan Tristan ulang tahun.."kata Nada
"Tapi sayang, bukankah kamu tau Tristan sangat membenci hari ulang tahunnya, hari itu adalah hari dimana dia kehilangan kedua orang tuanya.."ujar Vriska.
Wajah Nada merubah mendung, "tapi mami, aku sangat ingin merayakannya. Aku ingin Tristan tau tidak ada hari yang buruk baginya, aku juga ingin memberikan kenangan bahagia di hari ulang tahunnya, bukankah sudah sangat cukup baginya meratapi kesedihan di hari ukang tahunnya. Aku yakin Mama Sera dan Papa Chandra juga akan mendukung keinginanku kan, mereka tidak akan bahagia jika melihat putranya terus meratapi kepergian mereka.."tutur Nada.
Vriska tampak memikirkan ucapan putrinya, "Baiklah sayang, mami akan bantu.."
"Mau di rayakan dimana..?"sambungnya.
"gimana kalau di cafe saja mami.."
"Baiklah mami akan bantu mengaturnya, kau terima beres saja ya jangan kelelahan..."tutur Vriska
🌹🌹🌹
"Mami aku lapar..."ucap Nada saat dalam perjalanan pulang dengan Vriska yang menyetir mobilnya.
"Mau makan di mana sayang.."
"Mekdi... Aku ingin humberger.."ucapnya sambil menelan ludahnya.
"Makan ayamnya saja ya, konsumsi makanan mentah itu tidak baik buat janin,.."
"Tapi mam aku..."
Vriska menggeleng, "No, mami tidak memperbolehkan. Kalau kamu ingin nanti mami buatkan pakai bahan-bahan yang mateng di rumah, gimana..?"
"Ya udah makan sama ayamnya saja..."sahut Nada akhirnya.
Vriska membelokkan mobilnya ke restoran mekdi, usai memarkirkan mobilnya Vriska pun membukakan pintu putrinya lalu masuk ke dalam.
"Tunggu di sini, mami akan memesankan untukmu.."ucapnya
Beberapa menit kemudian, Vriska kembali dengan membawa nampan yang berisi pesenan Nada.
"Karena kau sedang mengandung, jadi kau tidak boleh mengkonsumsi alkohol..."tutur Vriska.
"Ayo makanlah..."
"Mami tidak ikut makan.."tanya Nada
Vriska menggeleng, "Tidak, mami masih kenyang.."
"Ya sudah.."jawab Nada lalu mulai menyantap makanannya.
Melihat Nada makan dengan lahap, Vriska jadi teringat dulu waktu melahirkan Nada dan Nanda di saat kontraksi ia justru ingin makan mekdi.
"Kenapa mam.."tanya Nada melihat Vriska tersenyum saat menatapnya.
"Dulu mami pas mau melahirkan kamu, dalam perjalanan pulang juga ingin makan mekdi di sini.."
"Jadi mami mau melahirkan masih sempat makan.."
Vriska mengangguk.
"Aneh,.."celetuk Nada sambil mengunyah makanannya.
"Iya aneh, yang di lahirkan juga aneh.."sahut Vriska enteng.
🌹🌹
Jangan lupa
Like
Komentar
Hadiahnya
Tbc.