DO YOU LOVE ME ?

DO YOU LOVE ME ?
Panggil Bunda



Vriska masuk ke dalam kamar putrinya membawa nampan yang berisi makanan.


"Makan dulu ya sayang.."ujar Vriska sambil meletakan makanan yang ia bawa di atas meja nakas.


"Aku tidak lapar mi,.."sahutnya dengan suara serak khas habis menangis, Nada yang masih bersandar di ranjang memalingkan mukanya.


Vriska mendesah, "Setidaknya pikirkan bayimu.."


Nada berusaha mencerna ucapan maminya, "Baiklah aku akan makan nanti, sekarang mami boleh tinggalkan aku sendiri..."pinta Nada


Vriska mengangguk, lalu meninggalkan Nada sendiri. Nada masih mencoba menghubungi ponsel Tristan namun yang terdengar hanya jawaban dari operator.


Semarah itukah dia padaku, Ya Tuhan aku tidak bermaksud buat dia begini.


🌹🌹🌹


Nanda dan Tristan dalam perjalanan pulang dengan keadaan acak-acakan, dasi yang tak terpasang dengan semestinya, lalu jas yang sudah merekq lepas, di tambah pakaian keduanya yang sudah kotor.


"Mirip bocah.."decak Tristan


"Siapa..?"


"Kau lah gila.."


"Sinting.."umpat Nanda


Tristan terdiam ia mengambil ponsel miliknya mencoba menekan tombol powernya namun tak bisa menyala,


"Mati.. bisa pinjam ponselmu.."seru Tristan


"Ponselku juga mati.."sahut Nanda


"Teledor.."


"Kau sendiri memangnya gak.."


Dua orang itu terus ribut tidak jelas, saling mengumpat.


"Btw selamat ulang tahun ya.."kata Nanda sambil terkekeh,


"Siapa yang ulang tahun..."cetus Trisan kesal ia melengos mengalihkan pandangannya ke jendela.


"tambah lagi kecepatan mobilnya kenapa begitu lelet, katanya pembalap handal. Jangan cuman bisanya modusin wanita doang, buruan..."teriak Tristan dengan nada mengejek.


"Sialan..."umpat Nanda tak terima ia langsung menambah kecepatan mobilnya.


🌹🌹🌹


Nanda dan Tristan terkesiap ketika membuka pintu Alan sudah berdiri di hadapannya. Alan memicingkan matanya.


"Dari mana..?"tanya Alan


Tristan menggaruk kepalanya, "Maaf pi, aku.."


"Jangan membiaskan pergi tanpa penjelasan, Tristan. Kalian suda besar tentu tau bagaimana menyikapi masalah.."ujar Alan


"Masuklah, mamimu bilang Nada tidak mau menyentuh makanan sama sekali.."sambungnya


Tristan mengangguk lalu masuk menyusuri tangga menuju kamar istrinya.


"Mau kemana..?"tanya Alan pada putranya saat Nanda hendak melenggang pergi.


"Tidurlah Pi, ngantuk.."


"Temani papi main catur.."seru Alan


"Nggak mau lah.."


"Pilih temani papi main catur atau papi jodohkan dengan Sherly, dia cinta mati tuh ama kamu.."


"Ish, buat Papi aja sono.."


"Dasar anak kurang ajar, buruan.."


"Lagian papi aneh-aneh saja.."


🌹🌹


Krek.. Tristan membuka pintu kamar istrinya terlihat di ranjang Nada sedang meringkuk dengan balutan selimut tebal sesekali terdengar suara Nada yang terisak dengan mata terpejam. Di atas nakas Tristan masih melihat makanan dan segelas susu yang terlihat masih utuh tak tersentuh sedikitpun.


Tristan mendesah kesal, harusnya ia tak berbuat seperti itu tadi. Melangkah pelan ke ranjang hingga ia tak sengaja menyerempet sebuah kotak kado hingga terjatuh. Tristan mengernyit bingung, lalu menunduk mengambil kotak itu dan membukanya.


Sebuah foto hasil usg beserta alat tes kehamilan yang menandakan dua garis merah. Tristan terkesiap jantungnya serasa di tikam belati yang sangat tajam, ingatannya kembali melayang bagaimana ia membentak istrinya tadi. dengan gemetar Tristan mengambil dan memegang foto usg yang memperlihat dua buah janin di sana. Tangannya tampak gemetar, lalu matanya juga berkaca-kaca.


"Ja...jadi.. i..ni..."ucapnya dengan gugup. Tristan memeluk foto usg itu perlahan air matanya mengalir, ia merasa bahagia sekaligus merasa bersalah pada istrinya.


Tristan kembali meletakkan foto usg itu lalu menghapus sudut matanya yang basah, ia kembali berjalan merangkak naik ke tempat tidur, tidak peduli dengan keadaan dirinya yang masih kotor saat ini ia ingin minta maaf sekaligus memeluk istrinya dengan erat.


Bugh.. Tristan mendekap erat Nada dari belakang, membuat Nada terkesiap lalu membuka kedua matanya.


"Maaf..."lirihnya.


"Tristan.."Seru Nada dengan rasa haru, ia membalikan tubuhnya hingga kini posisi keduanya saling berhadapan.


"Maafkan aku sayang.. maaf.."ucap Tristan lagi ia mengecup kening istrinya.


Nada menggeleng, "Kau tidak bersalah untuk apa meminta maaf. Aku yang salah, harusnya aku tidak...."


Ucapan Nada terhenti saat Tristan meletakan jarinya di bibir istrinya.


"Maksudmu sangat baik dan mulia, tapi reaksiku terlalu berlebihan, aku bahkan justru merusak semuanya. Tapi sekarang aku mau berterima kasih padamu, aku sangat suka kejutan dan kadonya.."


"Kado.."lirih Nada masih tak mengerti


"Heem.. kadonya ada di sini. Dua lagi.."Tristan meletakkan tangannya di atas perut istrinya. Nada terkejut.


"Kamu udah tau..."


Tristan mengangguk, "Makasih ya, aku sangat bahagia.. Sekarang aku akan mengikhlaskan semuanya, aku yakin mama dan papa juga bahagia di sana"tutur Tristan


"Jadi aku masih boleh jika merayakan ulang tahunmu lagi.."


"Heem.."


"Kau tidak akan marah dan membantakku lagi.."


"Tidak sayang.."


Tristan bangkit lalu mengecup perut istrinya yang terlihat masih datar, "Baik-baik di dalam perut Mommy sayang.."


"Gak mau di panggil Mommy, mau Bunda saja.."seru Nada


"Baiklah Bunda sekarang makan dan minum susunya dulu oke.."tutur Tristan.


"Itu udah dingin aku gak mau.."


"Lalu,.."


"Masakin aku pasta ya... Aku ingin makan itu.."ucapnya sambil meneguk ludahnya.


"Baiklah, tunggu aku mandi dulu ya. Badanku udah berasa gatal.."


Nada memicingkan matanya menyadari keadaan suaminya yang berantakan pakaianny kotor, "Memangnya kau habis apa..?"


"Berguling di pasir dengan kakakmu yang gila itu.."sahut Tristan


"Ya sudah mandilah..."


🌹🌹🌹


Yuk komen hari ini ara up doble lho, usahakan jangan cuman komen next dan lanjut aja ya, komen tentang isi ceritanya dong..😂😂. Udah cinta banget jadi ngambeknya gak lama-lama lah takut Nada nya pusing kaya Authornya.


Jangan lupa juga


Like


Hadiahnya


Tbc