DO YOU LOVE ME ?

DO YOU LOVE ME ?
Karena saya boss kamu



Pukul lima sore Yuna dan Nanda baru selesai dari pekerjaannya. Yuna merenggangkan tangannya, badannya terasa pegal.


"Yun, besok temani saya ke pesta pernikahan Tuan Darren ya, saya akan menjemputmu..."ucapnya to the point setelah mematikan laptop miliknya.


Yuna telonjak, "Tuan ngajak saya.." tunjuk Yuna pada diri sendiri.


Nanda mengangguk, "Ya... masa ngajak Bi Ningsih.."jawabnya kesal.


Yune terkekeh, "Ya kali aja.."


"Yuna.."panggil Nanda penuh tekanan, belum cukup tadi sekretarisnya itu membuatnya kesal sekarang ingin menambahnya lagi.


"Saya tidak ingin di bantah.. Anggap saja itu perintah.."sambungnya tanpa ingin di tolak.


"Tapi Tuan saya.."


"Kenapa....?"Nanda bangkit dari tempat duduknya menghampiri Yuna.


"Saya ada janji.."


"Batalin.."jawab Nanda seenaknya, Yuna membulatkan matanya.


"Ih tidak bisa gitu dong,.."sahut Yuna


"Baiklah, kalau kau tidak bisa menemani saya. Bulan ini gaji kamu saya potong lima puluh persen."ucapnya tanpa rasa bersalah,


Yuna tergelak, "Gak bisa gitu dong Tuan."


"Bisa, karena saya boss kamu.. Apa yang tidak bisa saya lakukan. Dan ingat boss itu selalu benar.."ucapnya sambil mencondongkan wajahnya mendekati Yuna.


Glek.. Yuna menelan salivanya dengan susah, aroma maskulin dari tubuh Nanda masuk menyeruak dalam indra penciuman Yuna. Tatapan keduanya bertemu, jika Yuna kali ini langsung bangkit berdiri bisa di pastikan bibirnya keduanya akan bertemu. Tatapan Nanda beralih ke belahan bibir Yuna.


"Sial.."umpatnya dalam hati kala kembali teringat kejadian siang tadi, hanya sebuah kecupan singkat namun terasa sangat membekas.


Nanda langsung kembali menegakkan tubuhnya kembali, "Persiapkan dirimu besok pukul satu siang, saya akan menjemputmu. Anggap saja hari itu kau lembur, saya akan menambahkan bonus untukmu."ucapnya sebelum berlalu meninggalkan Yuna begitu saja.


Sepeninggal Nanda, Yuna memegang bibirnya juga memegang dadanya yang terasa berdetak lebih kencang, "Kenapa jantungku berdetak kencang, apa saya menderita sakit jantung."ucapnya,


🌹🌹🌹


Nanda tiba di loby perusahaan, saat seseorang pengendara motor sport tiba-tiba berhenti tepat di depannya, ia membuka helm nya. Nanda seperti pernah melihatnya.


Pria itu hanya menyapanya dengan senyum tipisnya, Nanda tak membalasnya, ia justru mengernyit bingung.


"Yuna..."pria itu mengangkat tangannya menyapa Yuna yang baru tiba di pintu keluar, berhasil mengalihkan tatapan Nanda.


"Ardan..."jawab Yuna, seketika Nanda menyunggingkan senyum sinisnya ternyata pria itu pria yang di cafe saat itu.


Yuna mempercepat langkahnya, "Tuan belum pulang juga.."


"Hem.."jawab Nanda datar.


"Ayo Yun, abang akan anter kau pulang..."goda Ardan, membuat Nanda ilfil, tapi Yuna justru terkekeh.


"Aduh gak papa jadi tukang ojek buat neng Yuna, abang ikhlas kok.. Abang kan tampan ya Yun,.. Yunanya kan cantik jadi klop.."bela Ardan


Wuek..ingin sekali Nanda muntah, mendengar rayuan Ardan.


"Di mana mobilmu.."Nanda bertanya pada Yuna.


"Udah saya jual.."seru Yuna


Nanda terkejut, "Kok bisa.."


"Tentu saja bisa Tuan, karena saya butuh uang.. Saya permisi ya Tuan.."jawab Yuna sembari menerima helm dari tangan Ardan lalu memakainya, kemudian ia beranjak naik ke motor Ardan dengan duduk menyamping.


Nanda memalingkan mukanya menghela nafasnya,. Ardan menyalakan motornya.


"Tunggu.."seru Nanda, membuat Yuna dan Ardan terkejut.


Nanda melepas jasnya kemudian berjalan mendekati Yuna.


"Tuan.. kau mau apa..?"pekik Yuna


"Diam.."Nanda melilitkan jas nya di pinggang Yuna membuat Yuna terkejut.


"Lain kali kalau mau naik motor jangan pakai rok, pakailah celana bahan, kau tidak mau pahamu jadi tontonan bukan.."bisik Nanda pada Yuna.


Bersamaan dengan itu sopir Nanda tiba, " Sudah sana jalan, saya juga akan pulang..", Nanda berlalu meninggalkan Yuna menuju mobil miliknya.


Ardan melajukan motornya dengan kecepatan rata-rata, sementara Yuna masih terdiam, ia lupa jika ia kini memakai rok pendek, ia meremas jasnya atasannya itu.


"Kenapa Tuan Nanda melakukan ini.."lirihnya.


Nanda memijat dahinya, "Pak, antarkan saya ke apartemen saja ya.."


"Baik Tuan.."


Nanda memalingkan pandangannya ke luar mobil, entah kenapa ia merasa ada yang aneh dengan dirinya. Sebelumnya ia tidak pernah merasa peduli pada siapapun, apa karena wanita itu begitu berarti untuk perusahaannya, cara kerjanya yang kompeten , cepat tanggap dan profesional sangat di sukai oleh opanya.


🌹🌹🌹


Segini dulu ya putriku lagi rewel sekali.


Jangan lupa


Like


Komentar


Hadiahnya


Tbc.