DO YOU LOVE ME ?

DO YOU LOVE ME ?
Perkara Jurig



Usai sarapan dan menyiapkan bekal ke kantor, Yuna tengah menunggu atasannya yang masih dalam kamar mandi.


Drrt.. drett.. Ponsel Yuna yang berada di atas meja bergetar.


"Hallo..."jawab Yuna sembari menempelkan ponselnya di telinganya.


"Gimana kabarnya Yuna..?"


"Sangat baik..."


"sehat..?


"Sangat sehat..."


"Yuna, kapan kenalin pacar kamu ke kami.."


"Ih Yuna tuh di kota kerja bukannya nyari pacar.."sahutnya dengan bibir mengerucut ke atas.


"Udahan ya Pa, Bu. Yuna mau berangkat kerja.."sambungnya, sebelum di tanya aneh-aneh dengan kedua orang tuanya mending pamitan.


Yuna masih berdiri mencebikan bibirnya kesal mengingat setiap di telpon kedua orang tuanya, pasti gak jauh-jauh tanyanya kapan bawa pacar ke rumah, mentang-mentang Yuna merupakan anak perempuan pertama.


Puk.. puk..


"Jurig sia..."teriak Yuna terkejut saat ada yang menepuk pundaknya, Yuna bahkan melemparkan ponselnya lalu menutup mukanya dengan kedua telapak tangannya.


Nanda mengerutkan keningnya, "Ada apa..?"


Yuna membuka kedua telapak tangannya yang menutupi wajahnya, lalu menggeleng. "Ti..tidak ada apa-apa..?"


"Telpon dari siapa..?"tanya Nanda


"Em dari Ibu saya Tuan.."


Nanda mengangguk, "Ayo berangkat.."sambungnya sembari berjalan lebih dulu.


Yuna mengambil bekal yang ia siapkan, tidak lupa mengambil ponsel yang ia lemparkan ke lantai tadi.


🌹🌹🌹


Dalam perjalanan berangkat Yuna mengerucutkan bibirnya kesal, apes apes banget lah hari ini dia, meratapi ponselnya yang sekarang retak.


"Tinggal buang kalau rusak nanti beli yang baru.."seru Nanda melirik ke arah Yuna sesaat.


"Sembarangan, masih bisa di benerin ke conter nanti.."


"Nanti saya beliin yang baru.."


"Gak mau, nanti Tuan minta imbalan lagi.."sahut Yuna.


Nanda terkekeh, "ya iyalah di dunia ini tuh gak ada yang gratis.."


Yuna melengos membuang mukanya ke jendela, menatap hirup pikuk jalan raya yang semakin padat.


"Yun.."


"Ya Tuan..."


"Tadi kamu ngomong jurig itu artinya apa..?"tanya Nanda sembari fokus menyetir.


Yuna tergelak, lidahnya kelu harus jawab kalau ia jujur bisa-bisa ia di turunkan di tengah jalan. Yuna menggaruk kepalanya,


"Kamu gak ngatain saya yang aneh-aneh kan.."


Yuna mengangguk, "Mana berani saya Tuan.."


"Lalu artinya apa..?"desak Nanda


Yuna berfikir, "Artinya Tuan sangat tampan.."dustanya.


Seringai wajah senang tampak di wajah Nanda, "Benarkah..? kamu baru sadar kalau saya tampan. Harusnya kamu tuh bersyukur bisa selalu dekat-dekat pria tampan yang di gemari setiap wanita seperti saya.."


"Iya Tuan.."jawab Yuna pasrah, sambil menahan tawanya.


🌹🌹🌹


Meeting room


Pagi ini Nanda memimpin rapat dengan para pemegang saham. Semua memandang ke arahnya juga monitor di depannya.


"Saya setuju dengan ide anda Tuan Nanda.."


"Saya juga.."


Nanda tersenyum senang sembari melirik ke arah Yuna. Yuna hanya tersenyum sembari mengacungkan dua jempolnya pada atasannya itu.


"Terimakasih..."Nanda membungkukkan badannya.


"Kalau begitu meeting ini selesai ya,"ucap Opa Danu


Para pemegang saham mengangguk, "Kami permisi Tuan.."


"Silahkan.."


Sepeninggal para pemegang saham, kini tinggal Opa Danu, Nanda, Yuna, Lea, juga Arya.


"Opa bangga padamu nda. Tidak sia-sia Opa mempercayakan perusahaan ini padamu..."Seru Opa Danu menepuk pundak Nanda


"Opa kembali ke ruangan dulu.."sambungnya, sebelum keluar.


"Benar, Tuan hebat bisa meyakinkan mereka.."seru Arya


Nanda tersenyum senang,.


"iya, Tuan paket lengkap emang, udah pintar, mapan, tampan pula.."sahut Lea.


"Ya iyalah saya kan emang jurig..."sahutnya, membuat Lea dan Arya tergelak, keduanya melirik ke arah Yuna.


Yuna mengedikkan bahunya, pura-pura tidak tau. Perlahan ia memundurkan badannya untuk pergi dari ruangan itu, membuka pintu secara perlahan kemudian lari-lari terbirit-birit.


"Jurig.."ucap Arya dan Lea.


"iya, kalian tidak tau jurig itu artinya sangat tampan."tegas Nanda,


Lea dan Arya semakin membulatkan matanya, "Sejak kapan jurig berubah artinya ya mas Arya.."seru Lea


Ucapan Lea membuat Nanda jadi curiga, "Memangnya apa arti sebenarnya..?"tanyanya dengan tatapan tajam.


"Jurig itu artinya setan atau hantu Tuan.."jawab Lea


Nanda terkejut, "Kamu tidak bohong.."


"Untuk apa saya bohong, kalau Tuan tidak percaya cari saja di google.."


Nanda mengusap wajahnya kasar dengan kedua telapak tangannya, lalu melihat sekeliling mencari keberadaan Yuna, namun ia tidak menemukannya.


"Yunaaa.... "


"Sialan kamu ngatain saya setan..."


🌹🌹🌹


"Mau ke mana kamu..."ucap Nanda mencengkram pergelangan tangan Yuna dengan erat.


Yuna menelan salivanya dengan susah, melihat tatapan tajam atasannya kini.


"Tu...tuan.."


"Sudah berani ya, kamu ngatain saya setan.." ucap Nanda sambil memojokan Yuna ke dinding.


"Ampun Tuan, saya minta maaf.."


"Enak saja, gak.. saya sudah terlanjur kesal denganmu. Hari ini kamu harus lembur.. dan sekarang saya ingin makan siang, kamu harus nyuapi saya..."ucap Nanda tak ingin di bantah.


"Tapi..."


"Atau milih saya cium kamu di sini.."seru Nanda dengan senyum smirknya.


Yuna melihat sekelilingnya yang terdapat banyak karyawan kantor, karena kini kini ia berada di dekat toilet.


"Saya pilih lembur dan suapi anda saja.."


"Pintar, .. ayo..."Nanda melepaskan Yuna dan berjalan kembali ke ruangannya.


🌹🌹🌹


Jangan lupa


Like


Komentar


Hadiahnya


Tbc.