DO YOU LOVE ME ?

DO YOU LOVE ME ?
Apa hak mu?



Setelah menikah dan selalu menghabiskan waktunya di apartemen milik Tristan, Nada merasa bosan tidak mempunyai kegiatan apapun.


"Pi, aku bolehkah aku bekerja..?"tanya Nada, saat ini Nada dan Tristan sedang bergabung makan malam di rumah Alan. Sekedar menjenguk Nanda yang habis keluar dari rumah sakit.


Tristan merasa terkejut mendengarnya, sebagai seorang suami harusnya Nada juga meminta izinnya lebih dulu. Ish, mungkin Tristan lupa jika Nada hanya menganggap pernikahan mereka layaknya permainan.


"Kenapa tiba-tiba minta bekerja..?"tanya Alan


"Aku merasa bosan tidak mempunyai kegiatan apapun.."sahut Nada


"Kalau begitu cepatlah berikan kami cucu agar kau ada kegiatan.."timpal Vriska


Uhuk.. uhuk.. Tristan tersedak makanannya sendiri. Sementara Nada membulatkan matanya, ia langsung mengambil minuman di depannya dan memberikan pada Tristan.


Alan tau ada yang salah dengan sikap keduanya ada yang mereka tutupi. Bahkan Alan yakin jika sampai detik ini Nada belum memberikan haknya untuk Tristan.


"Kalau kau ingin bekerja minta izinlah pada suamimu. Kau sudah bersuami, tanggung jawabmu juga ada padanya.."kata Alan, membuta Nada melirik ke arah Tristan.


Tristan mengangkat sebelah alisnya, pura-pura tidak tau maksudnya.


"Minta izinlah dengan baik padanya. Dan Tristan jika kau setuju kau bisa tempatkan Nada untuk menjadi Asisten pribadimu.. Papi rasa kerjaan itu sangat cocok untuknya.."saran Alan


"Cie ile, enaknya nanti sambil kerja sambil kerja sambil lirik-lirik curi-curi pandang dong. Asyiknya, sambil menyelam minum air namanya.."Goda Calvin


Nada melototkan matanya mendengar godaan adiknya itu.


"Dasar adik kandung minim akhlak.."umpat Nada


"Gayanya sok-sokan gak mau Nad, padahal dalam hatinya udah bayangin tuh.."timpal Nanda


"Gak adik gak kakak sama saja menyebalkan.. Ku cekik juga lehermu yang masih sakit itu ."umpat Nada


🌹🌹


"Kau beneran ingin bekerja.."tanya Tristan setelah kini keduanya sudah kembali ke apartemen.


"Hem.."jawab Nada


"jika aku tidak memberi izin bagaimana..?"ganya Tristan


"Memang apa hak mu.."cetus Nada,


Tristan tersenyum sinis, mendekat ke arah Nada. "Apa perlu aku ingatkan kedudukanku padamu Nad.."


Nada bersikap acuh, "dengan atau tanpa izin darimu aku tetap akan bekerja. Dan ingat kita menikah hanya sebatas perjanjian kontrak.."


Tristan mengepalkan kedua tangannya, darahnya terasa mendidih ketika lagi-lagi di ingatkan soal kontrak perjanjian.


Tristan merapatkan jaraknya pada Nada. Sementara Nada terus beringsut mundur hingga jarak sampai membentur tembok dan tidak menyisahkan celah sedikitpun.


Cup.. Tristan memberanikan diri mengecup bibir Nada, lalu **********. Nada tergelak tak percaya akan sikap Tristan yang begitu berani padanya. Jantungnya berdebar begitu kencang.


Tristan melepas pangutan bibirnya dan menatap mata Nada yang terpejam, ia tersenyum sinis. Akan ada saatnya nanti kau tidak akan melepaskan pelukanku, dan merindukan ciumanku.


"Persiapkan dirimu, untuk bekerja besok..."ucap Tristan, setelahnya ia pergi ke luar kamar meninggalkan Nada yang masih tak bergeming dari tempatnya.


Nada menggelengkan kepalanya, "tidak, aku tidak akan membiarkan diriku terjerat dalam pesonanya lebih dulu.."


🌹🌹🌹


"Bagaimana Nadilla menurutmu Davis.."tanya Dinda


"Cantik.."ucapnya,


Rava menggelengkan kepalanya melihat kelakukan istrinya yang begitu kepo.


"Kau setuju kan menikah dengannya.."tanya Dinda


"Kenapa kau begitu terburu-buru sayang, biarkan putramu mengenalnya lebih dulu.."tutur Rava.


"Biarkan saja Daddy yang penting Mommy bahagia.."sahut Davis


"Mommy aku setuju untuk menikah dengannya, jadi Mommy atur saja ya.."sambungnya


"Baiklah sayang.."


Rena sedari tadi hanya terdiam dari menyimak pembicaraan kakaknya dan kedua orang tuanya.


"Rena, kenapa makananmu hanya di aduk-aduk saja. Apa masakan Mommy tidak enak sayang.."tanya Dinda


"No Mommy, masakan Mommy selalu enak. Hanya saja aku merasa lelah beberapa hari pasien di rumah sakit membludak begitu banyak.."tutur Rena


"Jangan terlalu di forsir, Daddy tidak mau kau sakit sayang.."seru Rava


"ya Dad.."


"Daddy, kemarin aku tidak sengaja bertemu paman Alan dan Bibi Vriska di rumah sakit.."


"Kenapa Alan datang ke rumah sakit tempatmu bekerja.."tanya Dinda


"ehem.."dehem Rava.


"Semangat bener tanya sang mantan.."sambungnya mode cemburu di mulai, Rava segera bangkit dari tempatnya dan berlalu ke kamar.


"Dia hanya menjenguk Nanda yang di rawat di rumah sakit, "tutur Rena


"Kau suka tidak dengan Nanda.."tanya Dinda


Rena cemberut, "Mommy jangan mulai deh, aku tidak mau Mommy mulai berfikir untuk menjodohkan ku juga ya."


🌹🌹


Enaknya Nanda tuh di jodohkan sama Yuna apa Rena ya readers..


jangan lupa like, komen nya


To Be Continue