
Siang ini Nanda mendatangi rumah sakit tempat di mana Rena bekerja, usai menghubungi via wathsapp jika Nanda berniat mengajaknya makan siang. Dan di sinilah kini keduanya berada sebuah restoran yang menyajikan berbagai menu fantastis.
"Ren, benar nie gak mau nemenin aku datang ke pesta.."tanya Nanda
"Iya aku tidak bisa Nanda, sorry. Bukankah pacarmu banyak kenapa tidak mengajaknya salah satu.."seru Rena sembari mengunyah makanannya.
"Udah putus semua.."
"Kenapa..?"
"Ketahuan kalau aku hanya ngibulin mereka.."sahutnya membuat Rena tergelak.
"Makanya tobat.."tutur Rena
"Habis gimana belum nemu yang pas, sekalinya dapat yang pas kamu nolak..", Rena terkekeh mendengarnya.
"Ren bagaimana kalau kita menjadi komplotan penjahat..."ucap Nanda tiba-tiba.
Rena mengernyit bingung, "Penjahat maksudnya...?"
"Aku mencuri hatimu dan kamu mencuri hatiku.."jawabnya, Rena tergelak dan menggelengkan kepalanya,
"Kadang aku suka berfikir kau sebenarnya beneran anaknya paman Alan apa bukan sih.."tanya Rena
"Ya iyalah masa anak tetangga.."sahutnya
"Tapi ku fikir Paman Alan tidak seperti dirimu yang suka gombal dan banyak main wanita.."sahut Rena
"Ralat Ren, aku tidak memainkan wanita gini-gini aku masih orisinil, aku cuman suka mengajak mereka sekedar kencan mencari kesenangan..hahha.."jelasnya
"Jelas saja kau tidak menyangka aku begini, karena aku lebih tampan dari papiku. Kau tidak tau sih jaman Papiku masih muda, dia juga playboy,. Lalu kalau soal gombal menggombal dia jagonya merayu Mamiku di rumah.."sambungnya
🌹🌹🌹
Ceklek..
Pintu terbuka Opa Danu masuk, Yuna bangkit dari tempatnya.
"Yun, di mana Nanda..?"tanya Opa Danu setelah melihat meja Nanda masih kosong.
"Belum kembali Tuan.."sahutnya
"Ck, anak itu benar-benar.."decak Opa Danu
"Apa Tuan memerlukan sesuatu.."tanya Yuna
Opa Danu tersenyum, "Ya Yuna, tolong carikan saya berkas kerja sama antara perusahaan Jaya Abadi ya. Entah Nada menyimpannya di mana tapi yang pasti di ruangan ini.."
"Baik Tuan.."
Usai mengatakan keperluannya Opa Danu pun kembali ke ruangannya. Yuna beralih ke meja Nanda mencari berkas yang di inginkan Opa Danu.
🌹🌹🌹
Pukul 01.30 siang Nanda kembali ke kantornya, urusan dengan Rena sudah beres, wanita itu memang hanya menganggapnya teman. Baiklah Nanda tidak akan memaksa, masih banyak wanita yang menempel dengannya dengan sesuka hati kok. Tidak, tentu saja Nanda tidak sakit hati di tolak Rena. Mungkin saja karena ia baru sekedar mengaggumi ya.
Krek..
Nanda membuka pintu ruangan kerjanya, ia melototkan kedua matanya saat melihat Yuna tengah memanjat kursi untuk menggapai sebuah dokumen di rak dinding lemarinya.
Glek.. Nanda menelan salivanya dengan susah saat melihat betis Yuna yang putih bersih tak ternoda.
"Sial.."umpatnya, ia mengendurkan dasinya mendadak badannya terasa panas. Nanda menggelengkan kepalanya,
Yuna yang merasa terkejut pun memutar tubuhnya mencari sumber suara itu, namun kursinya mendadak oleng ia hendak jatuh, secepat kilat Nanda berlari menangkapnya.
Bruk... cup... Dokumen yang Yuna ambil pun berserakan di lantai.
Yuna merasakan benda kenyal tepat berada di bibirnya... Perlahan ia membuka matanya dan terkejut mendapati dirinya jatuh tepat di atas tubuh Nanda atasannya, bukan hanya itu kenapa yang membuat ia terkejut posisi jatuhnya kenapa harus sambil mengecup bibir atasannya itu. Yuna melototkan matanya pada Nanda.
"Berdirilah, apa kamu tidak lihat saya sudah kram.."seru Nanda
Yuna segera mungkin bangkit dari atas tubuh Nanda, "Tuan kenapa anda mesum sekali.."
Nanda terkejut tak percaya akan tuduhan sekretarisnya , "Mesum.. bagaimana bisa kau menuduh saya seperti ini.."
"Tuan telah mencuri ciuman pertama saya,"
"What.. hanya karena ciuman kamu mengatakan saya mesum. Harusnya kamu berterima kasih karena saya menangkapmu jadi kau tidak jatuh ke lantai, dasar wanita aneh. Apa yang mau di mesumin badanmu bahkan sama sekali tak berisi."ejeknya.
Yuna menggosok bibirnya dengan keras, "Selama ini saya menjaga dengan baik, agar bibir saya tetap suci untuk suami saya nanti. Tapi Tuan telah mencurinya, saya tidak terima. Bibir saya sudah tidak suci lagi."
Nanda melongo namun sedetik kemudian ia terkekeh mendengar kata ciuman pertama.
"Terus saya harus apa...?"tanya Nanda dengan santai.
"Kembalikan..."
"What.. bagaimana caranya...?"
"Tidak tau,.."
Nanda mengerlingkan matanya setelah menemukan ide , "Oke akan saya kembalikan sekarang pejamkan matamu.."
"Tuan mau apa..?"Yuna beringsut mundur menjauhi Nanda.
"Mengembalikan ciuman pertamamu.."jawabnya enteng.
"Caranya..?"tanya Yuna polos.
"Menciummu kembali lah.."sahutnya membuat Yuna tergelak.
Bugh.. Yuna mengambil buku di mejanya lalu melemparnya di tubuh Nanda.
"Modus... sepertinya sepulang dari kantor saya harus membeli kembang tujuh rupa.."
Nanda mengerjapkan matanya, "Untuk apa..?"
"Mencuci bibir saya lah, biar tidak kena sawan.."ucapnya membuat Nanda tergelak dan melongo tak percaya. Usai mengatakan hal itu Yuna keluar dari ruangannya menuju toilet,
"Ayuna azalea, sialan di kata bibirku jin apa banyak sawan.."teriak Nanda kesal.
"Wanita itu benar-benar membuatku naik darah.. Jika biasanya wanita lain akan memanyun-manyunkan bibirnya demi untuk ku cium, lah dia mendapatkan ciuman dariku di bilang takut kena sawan.."umpat Nanda kesal.
🌹🌹🌹
Jangan lupa
Like
Komentar
Hadiahnya
Tbc