DO YOU LOVE ME ?

DO YOU LOVE ME ?
Apa kau sakit ?



Nada membolak-balikkan badannya dalam ranjangnya, melirik ke arah samping suaminya sudah tidur dengan sangat lelap. Kebiasaan pria emang usai bercinta pasti langsung tidur, tapi Nada tau bukan hanya itu yang membuat suaminya lelah, tadi saat di kantor Tristan juga harus melakukan pertemuan dengan beberapa klien penting, dan Nada tidak di ijinkan ikut karena kliennya pria.


Nada menghelas nafasnya, "Aku sangat lapar, padahal tadi juga udah makan.."gumamnya, ia masih mencoba memejamkan matanya sembari menahan rasa laparnya, karena ia ingat beberapa hari terakhir ini dia selalu makan dengan porsi yang banyak. Apalagi ketika mengingat ucapan Windy yang menghina bentuk tubuhnya membuat ia meradang, jadi ia tidak akan tergoda untuk makan pada saat tengah malam.


"Sial.."umpatnya ia langsung merubah posisinya menjadi duduk.


"Aku sama sekali tidak bisa tidur, aku ingin sekali makan, atau aku sama sekali tidak bisa tidur.."gumamnya.


Nada langsung bangkit dari ranjang lalu mengambil pakaiannya yang berserakan di lantai, kemudian memakainya.


Berjalan dengan perlahan Nada menuju dapur. Lalu membuka lemari pendingin, Nada menelan salivanya dengan susah melihat mie instan.


"Aku ingin sekali makan mie instan ini, tapi nanti kalau aku gemuk gimana. Tristan pasti jadi gak suka lagi sama aku.."gumamnya.


Nada kembali menutup pintu kulkas lalu memutar tubuhnya berniat untuk kembali ke kamar.


"Tapi... aku sungguh ingin. Tidak masalah kali ya sekali ini saja.."ucapnya sembari menegui


Nada kembali membuka kulkas lalu mengambil mie instan di sana. Ia menyiapkan peralatan masaknya. Ia terus berkutat di dapur, setelah selesai ia pun menghidangkan mie instan yang ia masak di mangkok lalu ia menambahkan beberapa irisan cabe rawit.


"Wah aku hebat bisa masak mie instan..."serunya dengan girang bertepuk tangan ria.


Nada membawa semangkok mie instan yang ia kasih toping telor rebus sekaligus irisan cabe rawitr itu ke meja makan.


Kepulan asap yang berasal dari mie instan itu terlihat menggoda ia jadi tak sabar untuk segera melahapnya, hanya saja Nada harus hati-hati karena mie nya masih sangat panas.


Menarik kursi, lalu perlahan ia mulai meniup-niup mie itu dan memakannya.


"Ternyata sangat enak.."gumanya setelah ia berhasil memasukan satu suap mie nya, lalu ia kembali mengambil kuahnya.


Sruput... "segarnya.."


"Nad..."panggil Tristan sambil menguap.


Nada hanya melirik sekilas ke arah Tristan yang menghampiri dirinya dengan bertelanjang dada. Tristan menarik kursi di depan Nada.


"Kenapa bangun.."tanya Nada sambil mengibas-ngibas bibirnya karena kepedasan.


"Gak ada kamu, aku fikir kau kemana. Taunya makan, tumben..."ujar Tristan dengan heran.


"Aku lapar, emangnya gak boleh ? kamu takut kalau aku jadi gemuk ya..."tungkasnya.


Tristan menghelas nafasnya, "Enggak lah. Kaya apapun kamu aku tetap cinta kok.."godanya.


Wuek.. kalau Nanda yang mendengar pasti akan muntah mendengar rayuan Tristan.


"Ya udah selesaikan makannya terus kita lanjut tidur, aku masih ngantuk banget.."sambung Tristan.


Nada tidak menjawab ucapan Tristan, ia terus sibuk memakan mie instannya.


"Kamu tumben banget mau makan mir instan.."tanya Tristan.


"Gak tau sedang pengen banget, aku hebat kan bisa masak mie instan..."ucapnya, Tristan melongo apa yang hebat bukankah hampir mayoritas semua orang pun bisa hanya masak mie instan.


"Iya, hebat banget.."jawabnya.


Usai menyelesaikan makannya mereka kembali ke kamar untuk melanjutkan tidurnya.


"Tristan.."panggil Nada


"Hem.."


"Kok cuman hem sih..."decak Nada


"Aku ngantuk Nad, tidur lagi ya..."


"Tapi aku tidak ngantuk.."seru Nada


"Lalu kau mau apa Nad.."


"Enggak tau.."


"Ada undangan dari Kak Nadilla lusa, kita datang kan.."ucap Nada


Sontak Tristan membuka matanya, "Terserah kamu.."jawabnya datar.


"Ish, kok jawabnya gitu sih. Kamu gak ikhlas ya Kak Nadilla nikah..?"cebiknya kesal.


"Ya gak lah, memang apa hubunganya denganku..."


"justru itu yang menjadi pertanyaanku, sebenarnya ada hubungan apa antara kalian di masa lalu, pacar atau apa..."ucap Nada


Tristan menghela nafasnya, "Gak Nad, aku dan dia belum sampai tahap pacaran. Kami hanya pernah dekat.."


"Lalu kenapa kau begitu membencinya sekarang.."


"Aku tidak membencinya... Hanya menjaga jarak dengan semestinya. Memangnya jika aku dekat dengannya kau tidak cemburu, aku tidak mau membuatmu sakit hati Nad,.."tutur Tristan


"Sudahlah aku sangat ngantuk, ayo tidur..."Tristan menarik Nada ke dalam pelukannya.


🌹🌹🌹


Tristan mengernyit heran melihat wajah istrinya yang terlihat pucat di depannya saat sedang memakaikan dasi untuknya.


"Nad, wajahmu terlihat pucat. Apa kau sakit ? aku antar ke dokter ya..."tanya Tristan sambil menempelkan telapak tangannya pada kening istrinya.


Tidak panas..


"Aku baik-baik saja kok, mungkin perasaanmu saja.."sahut Nada, lalu menepuk pundak pundak suaminya saat ia sudah selesai memasangkan dasi suaminya.


"Ya udah ayo berangkat.."ucap Tristan.


Nada mengernyit memegang kepalanya yang terasa pusing, tidak lama ia merasakan perutnya bergejolak hendak mengerluarkan sesuatu. Menutup mulutnya Nada berlari ke kamar mandi.


"Nad..."panggil Tristan dengan wajah khawatir.


Wuek.. wuek... Nada mengernyit setelah mengeluarkan segala isi perutnya, ia merasa perutnya seperti di aduk-aduk, sangat mual.


Nada membasuh mukanya kembali dengan air mengalir, setelahnya ia menyandarkan badannya ke tembok sembari memegangi kepalanya yang terasa pusing, mendadak badannya terasa lemas dan gemetaran.


"Ya ampun,.. Nad..."Tristan tersentak kaget, melihat istrinya yang terlihat pucat dan lemas.


"Kita ke dokter ya..."ucapnya dengan khawatir.


"Tidak perlu, aku mungkin hanya masuk angin. Hari ini aku istirahat aja ya,.."seru Nada


"Tapi...."


"Jangan khawatir aku baik-baik saja.."


Tristan membawa Nada keluar kamar lalu membaringkannya ke tempat tidur.


"Pergilah, hari ini kau harus menghadiri rapat dewan, jangan sampai membuat papi kecewa..."ujar Nada


"Baiklah, aku pergi. Aku akan menelpon Mami untuk kesini..."sahutnya ia mendaratkan kecupan singkat di kening istrinya sebelum pergi.


"Istirahatlah.."


Sembari berjalan keluar Tristan meraba ponselnya menelpon Vriska untuk datang ke rumahnya.


🌹🌹🌹


Jangan lupa


Like


Komentar


Hadiahnya


Tbc