DO YOU LOVE ME ?

DO YOU LOVE ME ?
Bertemu Liam



Hari ini adalah jadwal cek kandungan untuk Nada. Berhubung hari senin dan Tristan harus melakukan meeting dengan beberapa pemilik saham, jadi Nada hanya di temani Vriska. Tristan mengatakan jika waktunya keburu dia mungkin akan menyusul istrinya di rumah sakit.


"Lihatlah ini Nyonya, bayi anda sangat aktif di dalam. Dia juga sehat.."jelas Dokter sambil menggeser-geserkan kursor di layar monitor USG yang mempelihatkan dua buah janin.


Nada dan Vriska tersenyum haru.


"Jantungnya juga berdetak normal, ukuran dan berat bayinya sesuai dengan usia kandungan anda Nyonya.."Sambung Dokter lagi.


"Kira-kira jenis kelaminya apa ya Dok, sudah terlihat belum.."tanya Nada yang di angguki oleh Vriska.


Dokter tersenyum sebelum kemudian berkqta, "Yang satu laki-laki, tapi yang satunya masih belum terlihat nyonya..."ujar Dokter


"Oh ya sudah tidak apa-apa,.."


Setelah selesai Dokter menyuruh perawat untuk membersihkan perut Nada yang habis di olesi gell.


"Saya hanya akan memberikan vitamin, karena Nyonya juga sudah tidak mual-mual kan.."ucap Dokter sambil menuliskan resep vitamin untuk Nada.


🌹🌹


Vriska menyuruh Nada untuk duduk di sebuah kursi tunggu yang berada dekat ruangan pasien dokter umum.


"Gendong lah Om.."Suara cempreng seorang gadis yang terdengar mengusik di telinga Nada, gadis itu seperti baru keluar dari ruangan itu.


"Gak mau, jalanlah.." Ketus sang pria


Nada mengalihkan pandangannya berusaha melihat ke arah sumber suara itu, bahkan banyak orang juga yang melihatnya.


"Liam.."lirih Nada begitu melihat pria itu Liam mantan calon suaminya dulu.


"Ih tega, aku bakal guling-guling dan teriak-teriak di sini kalau Om adalah pria yang tidak bertanggung jawab.."cecar sang gadis.


"Sembarangan.. memangnya aku ngapain kamu.."


"Tinggal bilang aja Om udah perkosa aku, om itu pedofil.."


"Kau gila, kau yang nekat menyebrang jalan tak melihat kanan kiri makanya kau bisa tersrempet mobilku. Masih untung aku membawamu berobat, jika orang lain pasti akan membiarkanmu tergeletak di jalan.."cecarnya.


"°Aku tidak peduli, tapi kakiku sakit. Aku tidak bisa jalan.."serunya.


"Naiklah.."ucapnya, akhirnya setelah perdebatan panjang pria itu mengulurkan punggungnya untuk gadis itu.


Liam menggendong gadis itu berjalan, namun ia menghentikan langkahnya saat melihat Nada berada di sana.


"Nada.."ucap Liam, jujur saja perasaan senang muncul kala tak sengaja melihat Nada di sana.


Lalu pandangannya turun ke perut Nada yang terlihat membuncit, ia tersenyum kecut.


"Hai Nad, kau sedang apa di sini..?"sapa Liam sambil menurunkan gadis yang ia gendong tadi.


Nada membalasnya dengan tersenyum, "Aku habis cek kandungan..."tuturnya dengan senyum bahagia.


"Kau terlihat bahagia, aku turut senang melihatnya. Tristan menjagamu dengan baik..."ujar Liam,


"Iya.."jawab Nada sambil melirik gadis di samping yang di bawa Liam yang masih mengenakan seragam SMA, ia merasa tidak asing dengan gadis itu.


"Ih Om kok aku di turunkan sih,.."decak gadis itu.


"Berisik, sebentar..."


"Kamu kan...-"


"Sayang, apakah aku terlambat..."ucap Tristan yang baru tiba memotong perkataan Nada.


"Ya, aku sudah selesai.."jawab Nada


Tristan mendekati Nada lalu melingkarkan tangannya di pinggang istrinya, kemudian ia terkejut melihat Liam sudah berada di depannya.


"Hai Tristan, apa kabarmu.."sapa Liam, ya jauh hari Liam sudah memutuskan untuk berdamai dengan masa lalunya.


"Baik.."jawab Tristan singkat, mengingat kejadian tempo dulu saat di sebuah cafe itu membuat ia kesal.


Liam menggaruk tengkuknya ia merasa canggung, "Aku.. aku mau minta maaf.."ucap Liam


"Tentang apa..?"tanya Tristan santai tapi tatapannya tetap menusuk.


"tempo dulu. Saat kejadian di cafe, tapi sekarang aku sadar, cinta tidak harus memiliki. Kau adalah orang yang tepat untuk Nada. Aku senang melihat kalian berdua bahagia.."tutur Liam.


"Ya. Lupakan.."jawab Tristan sambil melirik ke gadis di samping Liam yang menimbulkan tanda tanya.


"Jadi sekarang kamu doyan daun muda."ejek Tristan pada Liam.


"Sembarangan..."


"Tuh buktinya.."tunjuk Tristan, Nada hanya terkekeh mendengarnya.


Ya ampun aku lupa kalau bawa anak ingusan..gumam Liam


"Aku tidak asing dengan wajahmu..."ucap Tristan sambil melirik ke arah Nada.


"Kamu bukannya Nadine putrinya Tuan Alvano dan Nyonya Alisa kan..."sambung Tristan


"Lho kakak tau nama papa dan mamaku ya.."sahut seorang gadis yang bernama Nadine.


Tristan terkekeh, kemudian dia mengangguk. "Taulah.."


Setelah itu mereka saling berpamitan. Sebelum membawa pulang Nada ia juga berpamitan dulu pada Vriska.


🌹🌹🌹


"Bibi tau gak , kalau di depan rumah tante Wika itu ada pohon mangga.."tanya Nada sambil mengunyah cemilannya, juga menggu Bi Ningsih yang sedang masak.


"tau lah, Nona..."jawab Bi Ningsih


"Kira-kira sedang berbuah gak ya Bi.."tanya Nada kembali.


Bi Ningsih terdiam mencoba mengingat-ingat, "Kayaknya berbuah Nona. Kenapa ? apa Nona ingin makan mangga muda..?"


Nada mengangguk, "Iya, pasti rasanya enak"ucap Nada sambil menelan salivanya membayangkan mangga muda masuk ke dalam mulutnya.


"Ya sudah nanti Bibi suruh Pak Toto, suami Bibi ambilkan yah.."sahut Bi Ningsih.


"Jangan..."cegah Nanda


"Lho kenapa...?"


"Aku tuh ingin makannya di pohon mangganya juga, ngebayangin tuh kayaknya enak, enggak usah di kupas di gigitin aja di sana.."sahut Nada membuat Bi Ningsih tergelak.


"Jangan Nona.. Nona kan sedang hamil. Nanti kalau ada apa-apa gimana..."ujar Bi Ningsih khawatir.


"Justru itu karena aku sedang hamil makanya harus di turutin kalau gak aku gak bakal bisa tidur nyenyak malam ini.."tutur Nada yang sudah bangkit dari tempat duduknya.


"Tapi..."


"Ayo Bibi. Bibi sudah selesai kan masaknya.."seru Nada.


🌹🌹🌹


Dan di sinilah Nada berada di atas pohon mangga milik Tante Wika sambil makan buah mangga, sementara Bi Ningsih dan Pak Toto ketar ketir di bawah dengan raut wajah khawatir sedangkan yang di atas enak-enakan makan.


"Pak bawa hp gak.."tanya Bi Ningsih pada suaminya.


"Kenapa Bu..."


"Telpon den Tristan aja, saya khawatir begini takut gitu liat Nona Nada gak mau turun-turun.."serunya


Lalu Pak Toto pun mengambil ponselnya menelpon Tristan.


Lima belas menit kemudian mobil Tristan memasuki perkarangan rumah mertuanya, segera ia keluar dan mencari Nada di rumah tetangga.


"Nad, ngapain kamu di situ. Ya ampun..."teriak Tristan saat melihat istrinya asik-asikan duduk sambil makan buah mangga muda.


"Makan mangga.."jawabnya enteng.


Tristan mengusap wajahnya dengan kasar, "Turun, kamu ingat gak sih. Kamu tuh lagi hamil Nad.."


"justru karena ingat aku mengharuskan manjat.."


"Naik lewat apa kamu..."


"tuh..."tunjuknya pada sebuah tangga.


"Ya ampun untung gak meleot..."seru Tristan.


"Bahaya Nad, ayo turun..."


"Gak mau, aku belum puas.."


"nyesel aku nuruti kamu pulang ke rumah mami tau ujungnya begini tadi gak aku tinggal balik kantor lagi.."


"Turun Nad, habis itu kita pulang.."cecar Tristan


"Iya, bawel banget sih jadi suami. Mirip maka-mak deh.."cetur Nada.


Tak tahan dengan ocehan Tristan, Nada pun memutuskan untuk turun. Pak Toto Bi Ningsih memegangi tangga, sedangkan Tristan mencoba menahan tubuh istrinya agar tak jatuh.


Sampai di bawah Nada masih dapat ceramah dari suaminya.


"Berisik lah, orang aku juga baik-baik saja.."ucap Nada


"Ya udah ayo pulang.."


🌹🌹🌹


Sedikit cerita ya. Nyidam Nada emang rada aneh ya, tapi dulu Ara juga gitu. Taunya pas anakku lahir, emang perempuan sih tapi dia hyper aktif dan suka memanjat 😂.


Kemarin gak up doble, nulisnya belum selesai.


Next part cerita Nanda dan Yuna yang dalam perjalanan ke Jepang ya.


Jangan lupa


Like


Komentar


Hadiahnya


Tbc.