DO YOU LOVE ME ?

DO YOU LOVE ME ?
Do You Love Me??



Setelah Diana tertidur, Bibi segera menemui gadis kecil yang datang bersama Diana tadi.


Sebelumnya Bibi telah menyuruh gadis itu untuk duduk dan menunggu di warung nasi Bibi.


Bibi memberikan segelas air putih dan duduk dihadapan gadis itu. Bibi mulai menanyakan namanya dan alasan kenapa dia bisa bersama dengan Diana.


"Nama saya Devi Bi, Tadi malam kak Diana menyelamatkan saya."


Hari itu hari pertama Bibi bertemu dengan asisten Devi, usianya saat itu baru 14 tahun. Bibi menanyakan padanya apa yang terjadi hingga Diana bisa menyelamatkannya, namun Devi hanya tersenyum canggung seolah enggan menceritakannya.


Keesokkan harinya Devi datang kembali, dengan seorang pria yang mengaku sebagai kakaknya Devi. Pria itu mengatakan ingin bertemu dengan Diana untuk mengucapkan terimakasih, karena telah menyelamatkan adiknya. Bibi mengajak mereka menemui Diana di kamarnya, karena sejak kepulangannya Diana enggan membuka matanya dan beranjak dari tempat tidur.


Bibi mencoba membangunkan Diana dan memberitahu kalau ada Devi dan kakaknya yang ingin menemuinya. Namun, Diana masih tetap memejamkan matanya.


"Diana kenalkan Aku kakaknya Devi, Arga Dinata. Aku kesini ingin mengucapkan terimakasih padamu karena telah menyelamatkan adikku Devi satu-satunya keluargaku." Saat itu, pria yang sudah Bibi ketahui bernama Arga itu berbicara pada Diana, meskipun Diana tidak membuka matanya.


"Diana Aku mendengar ceritamu dari adikku, dengarkan apa yang akan Aku ucapkan. Ini bukan tanda terimakasih ku karena kamu telah menyelamatkan adikku.. karena ini tidak akan cukup, Aku hanya ingin membantu saja seperti kamu membantu adikku. Aku mengijinkan kamu memakaikan nama belakang ku untuk anakmu, Aku akan menjadi ayah dari anakmu dan membesarkan anak itu denganmu. Kamu bisa membesarkan anak itu dengan penuh cinta, kamu tidak perlu lagi memikirkan dan mengingat pria itu. Cukup ingat saja kalau Aku adalah Ayah dari anakmu!!"


Saat itu Bibi langsung menangis mendengar apa yang pria baik itu katakan. Diana langsung membuka matanya dan beranjak duduk, air mata mulai keluar dari sudut matanya.


"Benarkah..? tolong wujudkan apa yang kamu ucapkan baru saja hmm.." Diana kembali terisak, namun pria itu segera menghapus air mata Diana dan tersenyum ke arahnya.


"Meskipun Aku bukan pria kaya, tapi Aku memiliki pekerjaan tetap yang penghasilannya cukup untuk menghidupi keluarga kecil kita nanti."


Bibi menyaksikan bagaimana pria baik yang bernama Arga itu dengan penuh kasih sayang mengusap kepala Diana dan menenangkannya. Saat itu dengan sekuat mungkin Bibi menahan tangis keharuan, Devi yang berdiri di samping Bibi tersenyum dan memeluk Bibi.


Setelah usia kandungannya 9 bulan Arga dan Devi membawa Diana tinggal di rumah mereka, Bibi juga sering berkunjung dan menginap di sana. Bibi sudah menganggap Diana seperti putri Bibi sendiri, jadi Bibi tidak akan melupakan Diana begitu saja.


Diana dan Arga tidak menikah padahal Arga sangat ingin menikahi Diana, Diana berkata dirinya tidak pantas untuk dinikahi oleh seorang pria sebaik Arga. Tetapi meski mereka tidak terikat secara agama, mereka sah di mata hukum dan negara karena Arga telah mengurus semuanya.


Kebahagiaan semakin bertambah sejak Nona Alula lahir, saat itu kalian adalah keluarga kecil yang terlihat sangat bahagia. Begitupun dengan Bibi yang turut bahagia untuk kalian semua, hari-hari kalian terus dilewati dengan saling memberikan kasih sayang untuk satu sama lain.


Hingga 4 tahun kemudian Arga mengalami kecelakaan saat pulang dari bekerja, mobilnya masuk ke jurang dan jasadnya tidak ditemukan. Kami semua sangat terpuruk mendengar kabar kematian Arga, Diana dan Devi hanya bisa saling menguatkan saat itu.


Setelah kepergian Arga ekonomi keluarga juga mulai kesulitan, sehingga membuat Diana harus bekerja kembali dan kebetulan sekali saat itu Diana mendapat tawaran untuk menjadi model peragaan busana. Diana memutuskan menerima tawaran itu, padahal dirinya terlihat sangat berat untuk meninggalkan Nona Alula.


"Kakak..! Devi sudah berjanji pada kak Arga untuk selalu menjaga kak Diana, karena saat ini Devi sudah lulus SMA.. Devi akan membantu kakak bekerja dengan menjadi asisten kakak."


"Pergilah Nak tidak usah mengkhawatirkan Alula, Bibi akan menjadi pengasuh yang baik untuk Alula."


Saat itu Bibi langsung memeluk Diana dan Devi untuk menguatkan mereka, mereka berdua menangis terisak di pelukan Bibi.


"Kenapa Arga meninggalkan Diana Bi..?" Diana berbicara dengan air mata yang tidak pernah berhenti menetes.


"Semuanya akan baik-baik saja nak."


Sejak saat itu Diana kembali disibukkan dengan pekerjaannya, dirinya tidak pernah memiliki waktu lagi untuk bermain bersama Nona Alula. Diana selalu pulang saat Nona Alula sudah tertidur, dan pergi bekerja sebelum Nona terbangun.


Flashback done!